Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
86. Sitha Yang Keras Kepala


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Kini Juna dan Sitha sudah berada di ruang tamu sekaligus ruang televisi.


"Gue udah tau Sit kalau sekarang loe lagi hamil anak gue, jadi loe gak usah nutup-nutupin dari gue lagi. Alasan loe resign karena pengen nikah, itu semua cuma kebohongan loe doang buat nyembunyiin kehamilan loe dari gue. Iya kan?" ucap Juna.


"Apa di mata loe gue ini laki-laki yang gak bertanggung jawab sampe-sampe loe nyembunyiin kehamilan loe dari gue, hah?" lanjut Juna.


"Salah kalau gue nyembunyiin kehamilan gue? Anak ini ada dalam tubuh gue, hak gue dong mau ngasih tau sama loe apa gak! Gue gak ngerasa butuh pertanggung jawaban dari loe makanya gue gak ngasih tau loe. Bahkan gue gak pernah sekalipun nyebut nama loe sebagai bapak anak ini! Jadi kenapa sekarang loe ribet? Daripada loe urusin gue, mending loe urus deh pernikahan loe sama Kila, dia lebih butuh loe dari pada gue, oke!" balas Sitha.


"Sit!!!! Tapi itu anak gue juga! Anak itu gak akan bisa ada di perut loe kalau bukan karena gue yang nanam benih disana." balas Juna tak mau kalah.


"Iya sih memang, ini semua berkat benih loe! Tapi sekarang gue tanya sama loe, tanggung jawab yang kayak gimana yang mau loe berikan ke gue? Loe mau nikahin gue? Emangnya loe bisa ninggalin Kila? Atau loe tetap mau jadiin gue simpanan loe?" tanya Sitha.


"Sorry Jun, daripada gue jadi simpanan loe seumur hidup, mending gue single mom seumur hidup!" lanjut Sitha.


Juna menghela nafasnya kasar.

__ADS_1


"Sit, gue kesini bukan mau berantem sama loe, gue kesini mau jemput loe, gue mau mempertanggung jawabkan perbuatan gue-"


"Tapi gue gak butuh, Jun! Bukannya waktu di Bali kita udah sepakat mengakhiri hubungan terlarang kita? Terus kenapa sekarang loe muncul lagi? Loe ngacauin hidup gue lagi? Setelah dari Bali hidup gue udah tenang banget Jun, jadi tolong jangan buat kacau hidup gue lagi! Keluarga gue, urusan gue, loe urus aja keluarga loe! Gak usah sok-sok jadi pahlawan buat gue dan keluarga gue!" potong Sitha.


"Tapi anak yang ada dalam kandungan loe anak gue, Sit! Itu berarti gue punya hak buat ngurus loe." balas Juna.


Sitha terkekeh kecil.


"Jun, loe mau nikah! Loe bisa punya anak sebanyak apapun yang loe mau sama Kila, jadi ngapain loe pusingin anak yang ada dalam kandungan gue? Gue aja gak minta pertanggung jawaban dari loe kok!" balas Sitha.


Juna menghela nafasnya kasar.


Sontak Sitha terkejut dengan ucapan Juna.


"Kila lagi sakit sekarang, ada tumor ganas di rahim-nya dan rahimnya harus segera diangkat." kata Juna lagi.


"Bohong loe!" Ucap Sitha tidak percaya.

__ADS_1


"Gue telepon dokter yang menangani Kila sekarang, biar loe percaya!" balas Juna.


Juna pun menghubungi dokter Ibnu. Tak lupa Juna mengaktifkan speaker ponsel agar Sitha mendengar percakapannya dengan dokter Ibnu.


Setelah lima kali Juna mencoba menghubungi dokter Ibnu, akhirnya dokter Ibnu pun menjawab panggilan Juna.


"Halo selamat malam Pak Juna." jawab dokter Ibnu.


Sekarang di Jakarta sudah pukul setengah tujuh dan di Kalimantan pukul setengah delapan.


"Malam juga dok. Maaf mengganggu, saya cuma mau tanya bagaimana keadaan Kila, apa dia sudah memutuskan kapan mau di operasi pengangkatan rahim?" tanya Juna.


"Iya Pak, tadi sore saudari Kila sudah setuju untuk melakukan operasi tapi dia tidak mau melakukannya di rumah sakit ini. Katanya dia mau melakukan operasi di Singapura, saya juga sudah memberikan surat keterangan medis untuk rumah sakit di Singapura." jawab dokter Ibnu.


Juna menoleh kearah Sitha seolah ingin mengatakan pada Sitha kalau dirinya tidak berbohong.


🍁 🍁 🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2