
🍁 Happy Reading 🍁
Pukul 11.00
Siang ini Mama Novita datang sendiri ke rumah sakit tanpa di dampingi Papa Angga. Tak lupa ia membawakan sayur katuk dan sup ikan gabus yang di percaya mempercepat pengeringan bekas operasi.
Makanan yang dibawakan Mama Novita langsung dimasak Mama Novita khusus untuk Sitha.
Baru beberapa meter dari kamar rawat Sitha, Mama Novita mendengar suara tangis Langga yang menggelegar.
"Kenapa cucuku? Kenapa nangisnya begitu?" gumam Mama Novita. Mama Novita pun mempercepat langkah kakinya menuju kamar rawat Sitha.
Ceklek. Lalu membuka pintu kamar Sitha.
Begitu pintu terbuka, Mama Novita melihat Airlangga yang sedang di gendong dan berusaha ditenangkan Mama Ernita. Sedangkan Sitha sedang ditenangkan Juna.
"Airlangga kenapa Bu?" tanya Mama Novita pada Mama Ernita.
"Dia haus kayaknya tapi tuh Mama-nya malah nangis terus." jawab Mama Ernita.
"ASI-nya gak keluar? Atau pu*tingnya lecet?" tanya Mama Novita.
"Kayaknya Sitha kena baby blues deh Bu." jawab Mama Ernita.
Mama Novita menoleh ke arah Sitha.
Pasti karena dia mikir yang enggak-enggak tentang perhatian ku pada Kila. Gumam Mama Novita dalam hati.
Mama Novita berjalan mendekati Juna dan Sitha. Juna hanya menatap Mama-nya yang semakin mendekat tanpa mengatakan apa-apa.
__ADS_1
"Kamu urus anak kamu aja sana, kasih minum susu formula aja dulu biar tenang, gak baik anak bayi kelamaan nangis. Biar Sitha Mama yang urus." ucap Mama Novita.
Juna menganggukkan kepalanya lalu perlahan menjauhkan Sitha yang ada dalam pelukannya.
"Aku urus Airlangga dulu yah." ucap Juna.
"Jun..." rengek Sitha seperti anak kecil yang tidak ingin ditinggal ibunya.
"Sebentar aja." ucap Juna.
"Sini sama Mama." Mama Novita cepat-cepat mengambil alih menenangkan Sitha.
Juna pun beranjak dari tempatnya dan mengajak Mama Ernita keluar dari kamar rawat Sitha. Juna tau Mama-nya pasti ingin meyakinkan Sitha kalau Mama-nya juga menyayangi Sitha.
Setelah Juna dan Mama Ernita keluar dari kamar, tangis Sitha perlahan berhenti.
Sitha diam sambil menatap ke jendela.
Mama Novita melirik Sitha lalu menghela nafasnya kemudian duduk ditepi ranjang.
"Kenapa? Apa ada yang membebani pikiran mu sekarang?" tanya Mama Novita pura-pura tidak tau.
Sitha masih diam.
"Karena Kila yah?" tanya Mama Novita.
Sitha tetap diam.
"Sit..." Mama Novita mengambil tangan Sitha dan menggenggam tangan Sitha dengan erat barulah Sitha menoleh kearah Mama Novita.
__ADS_1
"Gak ada yang perlu kamu takutkan dengan kemunculan Kila. Kamu tetap menjadi menjadi istri Juna dan tetap menjadi menantu Mama." ucap Mama Novita.
"Maaf kalau kemaren sikap Mama ke Kila kelihatan berlebihan, itu karena Mama sudah lama gak ketemu Kila dan gak tau kabar Kila sama sekali. Mungkin menurut Mama sikap Mama itu biasa, tapi Mama tau sikap Mama ke Kila itu menyakitkan hati kamu. Mama minta maaf yah kalau Mama menyinggung perasaan kamu." ucap Mama Novita.
"Sitha gak jadi masalah Ma kalau Mama gak suka sama Sitha dan lebih menyukai Kila untuk menjadi menantu Mama. Tapi tolong jangan tunjukkan sikap Mama itu didepan Sitha." balas Sitha.
"Gak gitu Sitha. Mama suka kok sama kamu, kamu pilihan anak Mama, dan itu artinya kamu yang terbaik untuk anak Mama. Sebagai seorang ibu, apapun yang terbaik untuk anaknya pasti Mama akan menyetujuinya. Kalau Mama gak suka sama kamu, dari awal Mama akan menentang pernikahan kamu dengan Juna dan hanya mempertanggung jawabkan anak yang ada dalam kandungan mu. Tapi Mama gak melakukan itu kan?" balas Mama Novita.
"Awal-awal Mama hanya syok dengan keadaan ini. Pertama syok dengan keadaan Kila yang ternyata sedang sakit dan yang kedua syok saat mengetahui kalau kamu sudah hamil anak Juna. Tapi lama kelamaan, Mama menyadari kalau semua ini sudah takdir. Jadi kamu jangan punya pikiran dengan kemunculan Kila akan merubah sikap Mama ke kamu. Gak akan Sitha, gak akan. Apalagi kamu sudah melahirkan cucu Mama, mana mungkin Mama tega tidak menyayangi kamu. Sebelum menjadi mertua, Mama ini juga menjadi menantu, jadi Mama tau lah bagaimana sakitnya kalau mertua kita lebih sayang dengan orang lain ketimbang pada kita. Dan Mama gak akan melakukan itu pada kamu." kata Mama Novita lagi.
Mendengar itu Sitha pun menangis tersedu-sedu.
Mama Novita pun menarik Sitha dalam pelukannya.
"Sudah sudah sudah, gak baik baru melahirkan banyak nangis. Nanti ASI-nya gak keluar loh, kasihan Lingga kalau gak ngerasain ASI kamu." ucap Mama Novita.
Perlahan tangis Sitha pun berhenti.
"Mau Mama suapin sayur dan sup ikannya?" tanya Mama Novita dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Sitha.
Mama Novita pun menyuapi sayur katuk dan sup ikan buatannya ke Sitha.
Mulai hari itu Sitha tak lagi berpikir yang macam-macam tentang Mama Novita. Hubungan Mama Novita dan Sitha juga semakin lama semakin dekat layaknya ibu kandung dan anak kandung.
Sedangkan dengan Kila, setelah melewati beberapa tahap untuk menyembuhkan penyakitnya, Kila pun kembali ke dunia balerina, hanya sekarang berbeda, kali ini dokter Bisma lah yang selalu memberikan support untuk Kila.
🍁 🍁 🍁
TAMAT
__ADS_1