
🍁 Happy Reading 🍁
"Aku sudah siap menikah dengan mu, Jun dan rahim ku siap menerima benih dari mu." kata Kila lagi.
Juna menelan saliva-nya susah payah.
"Kila...a-a-aku... Hemph..."
Seolah tidak mau mendengar alasan Juna, Kila langsung mencium bibir Juna sambil tangannya menggerayangi tubuh Juna.
Juna diam saja, ia tidak berusaha melepaskan tautan bibir-nya dengan Kila tapi juga tidak membalas ciuman dan lu.matan yang Kila berikan pada bibir-nya.
Setelah dari bibir Juna, Kila pun mencium telinga Juna, area paling sensitif dan paling cepat membuat laki-laki bergairah.
"Ayo kita bercinta Jun." bisik Kila disela-sela bibirnya memberi sengatan kenikmatan di telinga Juna.
"Stop Kila, jangan sekarang, kerjaan ku masih banyak." ucap Juna mencoba menolak secara halus godaan Kila.
Kila benar-benar tidak memperdulikan penolakan Juna, ia terus saja memberi sengatan kenikmatan ditubuh Juna. Juna sendiri tidak bisa tegas dengan Kila, maklum saja, dia tidak pernah mengasari Kila sekalipun, makanya sekarang sekalipun dirinya ingin sekali menolak perlakuan Kila tapi Juna tidak berani, Juna takut membuat Kila sakit hati.
Perlahan tapi pasti tangan Kila sudah berhasil mengeluarkan senjata pusaka Juna dari dalam persembunyiannya. Sambil bibir Kila memberi sengatan keseluruh tubuh Juna, sambil tangannya memijat lembut senjata pamungkas Juna.
"Ssh... ah... ouh..." des.ahan-des.ahan erotis keluar begitu saja dari bibir Juna. Lama kelamaan Juna malah menikmati sengatan-sengatan kenikmatan yang Kila berikan.
__ADS_1
Ya, namanya juga laki-laki.
Senjata pusaka Juna pun sudah bertegangan tinggi. Entah mendapat keberanian darimana, Kila yang tak pernah memasukkan senjata pusaka Juna ke goa bergigi-nya kali ini ia memberanikan diri menservis Juna habis-habisan. Kila pun memasukkan senjata pusaka Juna kedalam goa bergigi-nya.
"Sssh... aaarrrgh..." Juna mengerang enak, tapi otaknya berputar berpikir kenapa tiba-tiba Kila mau memasukkan senjata pusaka kedalam goa bergigi.
"Kila, ini kamu kan?" tanya Juna sekedar memastikan, takut-takut kalau yang sedang menservis-nya bukan Kila melainkan kuntilanak yang menjelma menyerupai Kila.
Kila tak menjawab, ia terus saja memijat lembut senjata pusaka Juna dengan mulut-nya dan sesekali membelai kepala senjata pusaka dengan lidah-nya.
Juna pun terus-terusan mende.sah nikmat. Tangannya juga sudah ikut menggerayangi tubuh Kila.
Kini hasrat kedua-nya sudah di ubun-ubun. Kila pun berhenti memainkan senjata pusaka Juna dengan mulut-nya lalu berdiri di hadapan Juna.
Juna yang sejak tadi memperhatikan Kila, sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah Kila yang tidak biasanya menjadi agresif.
"Ini kamu kan Kila?" tanya Juna sekali lagi.
"Hemh... memangnya kamu pikir yang ada di hadapan kamu ini siapa?" tanya Kila dengan tatapan menyelidik.
"Aku pikir ini bukan kamu, tapi kuntilanak yang menyamar jadi kamu." Jawab Juna.
"Sembarangan!" balas Kila.
__ADS_1
Kila pun naik keatas pangkuan Juna.
"Malam ini, aku akan mewujudkan keinginan mu, Sayang. Kamu selalu ingin aku menjadi agresif kan?" ucap Kila.
Belum juga Juna menjawab, Kila kembali memberi sengatan kenikmatan di tubuh Juna. Juna tidak bisa berbuat apa-apa, gairah kelaki-lakiannya juga sudah meronta-ronta.
Ia pun membalas apa yang dilakukan Kila, Juna mere.mas dua gundukan Kila dan sesekali memilin daging kecil di puncak gundukan. Gantian, kini des.ahan-des.ahan erotis keluar dari mulut Kila.
Dirasa sudah cukup saling memberi sengatan kenikmatan, Kila pun mengarahkan senjata pusaka Juna dan menggiringnya masuk kedalam goa lembab-nya.
"Tunggu..." cegah Juna saat kepala senjata pusaka sudah sampai di depan pintu.
"Kenapa?" tanya Kila.
"Pakai pengaman dulu, Kil." jawab Juna.
"Gak usah. Tumpahin semua benih kamu di dalam, aku sudah siap mengandung anak kamu, Jun." jawab Kila.
"Tapi Kil... AAAARGH..." tak ingin mendengar jawaban Juna, Kila pun langsung menurunkan bokongnya agar senjata pusaka Juna masuk kedalam goa lembab-nya.
Dan malam itu, di ruang kerja Juna, untuk pertama kali-nya Kila bercinta dengan sangat agresif.
🍁 🍁 🍁
__ADS_1
Bersambung...