Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
58. Menjemput Sitha


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Sebelum berangkat kerumah Mama Ernita, Juna memesan dua tiket penerbangan ke Bali, satu tiket untuknya dan satu tiket untuk Sitha.


Rumah Mama Ernita.


Kini mobil Juna baru saja sampai di depan rumah Mama Ernita. Sayangnya sudah ada mobil Farel yang lebih dulu terparkir di depan rumah Mama Ernita. Tapi itu tidak membuat Juna gentar sama sekali. Juna pun mematikan mesin mobil-nya lalu keluar dari dalam mobil kemudian berjalan memasuki halaman rumah Mama Ernita.


Bertepatan Juna sampai di teras rumah, saat itu juga Sitha dan Farel serta Mama Ernita keluar dari dalam rumah.


Mata Sitha membulat lebar melihat kedatangan Juna. Sudah pasti kedatangan Juna kerumah Mama Ernita bukan tentang pekerjaan tapi tentang urusan pribadi mereka berdua.


"Selamat siang Tante." sapa Juna.


"Iya siang, siapa yah?" tanya Mama Ernita. Maklum saja Mama Ernita tidak pernah melihat sosok Juna.


"Perkenalkan nama saya Arjuna Gardana. Saya bos-nya Sitha. Tapi berhubung kita sedang tidak di kantor, jadi anggap saja saya temannya Sitha, Tante." jawab Juna sambil mengulurkan tangannya.


"Oh... kamu pemilik Gardana Group?" tanya Mama Ernita dengan ekspresi wajah tercengang.


"Papa saya Tante yang punya, bukan saya. Saya hanya penerusnya saja." jawab Juna merendah.


"Ya sama aja sih sebenarnya. Kan ujung-ujungnya jadi milik kamu juga nanti." balas Mama Ernita.


"Masuk, masuk kalau gitu, kita ngobrol di dalam." ajak Mama Ernita.


"Gak usah Tante. Saya langsung minta izin aja sama Tante mau bawa Sitha pergi." tolak Juna.

__ADS_1


"Mau kemana? Apa ada masalah di kantor?" tanya Mama Ernita.


"Gak ada Tante, ini gak ada kaitannya dengan kantor, saya hanya ingin mengajak Sitha dan beberapa karyawan lainnya refreshing saja." jawab Juna.


"Oh... kalau begitu, pacar saya ini boleh ikut dong, Pak?" tanya Sitha.


Wajah Farel memerah seketika mendengar Sitha mengakui dirinya sebagai pacar Sitha. Sedangkan Juna, ia nampak kesal dengan pengakuan Sitha itu.


"Maaf Sitha, kali ini hanya kamu saja. Kalau mau bareng sama pacar mu, lain kali yah." jawab Juna.


Mama Ernita melirik Farel sesaat, ia merasa tidak enak hati pada Farel karena tidak bisa ikut dengan Juna dan karyawan yang lainnya.


"Kalau begitu, lain kali aja lah Pak saya ikut kalian refreshing." tolak Sitha yang tahu apa maksud Juna yang sebenarnya.


"Gak ada lain kali Sitha, ini terakhir kali-nya saya mengadakan refreshing." jawab Juna sambil menatap mata Sitha dalam-dalam.


Dan tak sengaja Farel melihat tatapan mata Juna untuk Sitha, Farel pun merasa ada yang aneh dari tatapan Juna untuk Sitha.


"Tapi besok Farel udah pulang ke Kalimantan, Ma." jawab Sitha.


"Gak pa-pa Sit, aku bisa nunggu kamu sampai pulang kok." sahut Farel.


Juna tersenyum tipis mendengar Farel dan Mama Ernita mendukungnya.


"Ayo kita pergi." ucap Juna sambil menarik tangan Sitha.


"Tante saya dan Sitha pergi dulu." pamit Juna.

__ADS_1


"Iya, hati-hati." jawab Mama Ernita.


"Bro, pinjem dulu yah pacar-nya." ucap Juna pada Farel dan hanya di balas dengan anggukkan kepala oleh Farel.


Juna pun menarik tangan Sitha berjalan menuju mobil-nya.


🍁 🍁 🍁


Kini mobil Juna sudah pergi dari depan rumah Mama Ernita.


"Loe tuh bener-bener yah! Udah dibilang jangan temui gue lagi! Gak ngerti apa loe bahasa manusia, apa harus pake bahasa binatang baru loe ngerti!" maki Sitha.


"Terserah loe mau ngomong apa! Gue cuma minta waktu loe dua hari untuk mengakhiri hubungan kita." jawab Juna.


"Maksud loe apa?"


Juna pun menepikan mobil-nya.


"Sit, gue janji gak akan ganggu hidup loe lagi tapi please kasih waktu gue dua hari untuk ngelepasin loe. Gue mau selama dua hari ini kita seolah-seolah adalah pasangan yang sangat bahagia. Setelah dua hari gue janji akan ngelepas loe. Loe bisa melanjutkan hubungan loe dengan laki-laki tadi dan gue... gue... gue akan melanjutkan hubungan gue dengan Kila. Please Sit, hanya dua hari." ucap Juna.


"Jun-"


"Gue gak nerima penolakan, karena gue lagi gak minta pendapat atau persetujuan loe. Gue hanya kasih pemberitahuan sama loe." potong Juna.


Juna pun kembali melajukan mobil-nya menuju bandara.


Selama dalam perjalanan Sitha hanya terdiam. Jujur, saat ini hatinya sangat kecewa dengan keputusan Juna, padahal Sitha sempat berharap Juna meninggalkan Kila dan memilih untuk bersama-nya, tapi nyatanya Juna malah memilih untuk melepas dirinya.

__ADS_1


🍁 🍁 🍁


Bersambung...


__ADS_2