
🍁 Happy Reading 🍁
"Kita mau makan dimana ini?" tanya Juna sambil memakai seatbelt-nya
Sekarang mereka sudah berada di dalam mobil, Kila duduk di kursi penumpang bagian depan, Juna di kursi kemudi dan Sitha duduk di kursi penumpang bagian belakang.
"Kita makan di rumah makan Padang aja deh, aku bosen makan-makanan barat terus, kangen makanan Indo." jawab Kila.
"Kamu gak pa-pa kan Sitha kalau kita makan di rumah makan Padang?" tanya Kila sambil menengok kearah belakang.
"Iya gak pa-pa. Aku mah, apa aja aku makan." jawab Sitha.
Juna pun menyalakan mesin mobil-nya lalu melajukan mobilnya keluar dari area parkiran perusahaannya.
Lima belas menit kemudian, mereka pun sampai di rumah makan Padang yang paling rekomended di sosial media.
Rumah makan itu sangat ramai, apalagi sekarang jam-jam makan siang, tapi untungnya masih ada meja kosong untuk mereka di lantai dua.
"Kalian langsung ke atas aja, aku mau ke toilet dulu." ucap Kila meminta Juna dan Sitha duluan ke lantai atas.
Kila pun terus ke toilet, sedangkan Juna dan Sitha belok ke tangga.
Begitu Juna dan Sitha ada di pertengahan anak tangga, Juna langsung menarik tangan Sitha.
"Iiikh... apaan sih loe! Lepas!" ucap Sitha sambil menepis tangan Juna.
"Siapa Farel?" tanya Juna dengan tatapan mengintimidasi.
Sitha mengernyitkan keningnya.
"Loe buka-buka hape gue tadi, hah?!" Sitha malah bertanya balik dengan tatapan yang mengintimidasi.
"Gak! Tadi dia video call loe pas gue ambil hape loe, terus gue angkat." jawab Juna jujur.
__ADS_1
"Kurang ajar loe yah! Kenapa loe angkat telepon orang sembarangan, hah! Ini udah pelanggaran namanya!" marah Sitha.
"Kenapa kok loe marah banget gue jawab teleponnya si Farel itu? Ada hubungan apa loe sama dia, hah?!"
"Bukan urusan loe, gue mau punya hubungan dengan siapa pun! Dan gue tegasin sekali lagi, kita gak punya hubungan apa-apa selain atasan dan bawahan, paham loe! Jadi jangan pernah loe campurin urusan gue apalagi sampe patroli hape gue!" jawab Sitha tegas.
Sitha pun melanjutkan langkahnya ke lantai atas meninggalkan Juna yang terlihat masih sangat kesal.
Shiiiit! Gue harus cari tau apa hubungan Sitha sama laki-laki yang namanya Farel itu. gumam Juna dalam hati.
Juna pun memilih menuruni anak tangga ketimbang harus melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga. Bukan untuk menyusul Kila tapi untuk menghubungi temannya yang seorang ahli IT untuk membantunya menyadap nomor ponsel Sitha, agar dia bisa tahu apa-apa saja isi chat Sitha dan Farel dan apa-apa saja yang di obrolkan Sitha dan Farel kalau Sitha dan Farel berkomunikasi.
Sementara di meja makan, Sitha sedang menata hatinya yang kesal dengan sikap Juna yang menurutnya sangat egois.
"Dasar aneh! Dia bisa mesra-mesraan sama tunangannya, giliran ada laki-laki lain yang hubungin gue, dia gak suka! Apa-apaan sih tuh orang! Dasar laki-laki rakus! Mau miliki sekali dua, padahal cuma punya burung satu!" gerutu Sitha pelan.
🍁 🍁 🍁
Makan siang pun usai.
"Saya balik ke kantor naik gojek aja, Pak." ucap Sitha. Ia ingin menghindar dari Juna karena sudah muak melihat sikap manja Kila pada Juna.
"Gak usah, sama aja! Masa perginya sama pulangnya gak sama." tolak Juna.
"Iya Sit, bareng aja, masa kamu balik ke kantor naik gojek." timpal Kila.
"Tapi-"
"Udah ah... Ayo." tidak ingin mendengar penolakan dari Sitha lagi, Kila pun langsung menarik tangan Sitha dan berjalan menuju mobil.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil.
"Aku anter kamu pulang dulu yah." ucap Juna sambil memakai sabuk pengamannya.
__ADS_1
"Loh kok gitu? Kenapa gak anterin Sitha dulu?" tanya Kila.
"Ya bolak-balik dong Sayang." Jawab Juna.
"Oke, gak pa-pa." jawab Kila.
"Tapi anter aku ke apartemen kamu aja yah. Aku pengen istirahat di apartemen kamu aja." kata Kila.
Juna melirik Sitha yang ada di belakang dari kaca spionnya.
"Kok ke apartemen aku? Kamu gak mau temui orangtua kamu dulu?" tanya Juna.
Walau orangtua Kila hanyalah orangtua angkat, tetap saja Kila harus pulang kerumah orangtuanya terlebih dahulu.
"Orangtua aku belum tau kalau aku udah sampe Jakarta, Jun. Mereka taunya aku baru pulang lusa. Jadi sampe lusa aku nginep di apartemen kamu yah." jawab Kila dengan santai-nya.
Dari kata-kata Kila, Sitha bisa tahu kalau Kila memang sering menginap di apartemen Juna. Kalau sudah menginap, yah sudah pasti mereka akan tidur bareng dan bercinta.
Membayangkan Juna dan Kila bercinta saja, sekujur tubuh Sitha seperti disiram lahar gunung Merapi. Gara-gara itu sekarang wajah Sitha memerah.
Melihat wajah Sitha yang memerah, Juna tau kalau sekarang pasti Sitha sedang cemburu.
Juna pun tersenyum licik.
Kita lihat seberapa tahan loe dengan gengsi loe itu. Gumam Juna dalam hati.
"Oke Sayang, aku anter kamu ke apartemen. Jangan lupa nanti sambut aku pulang dengan pakaian seksi." ucap Juna di telinga Kila, maksudnya ingin berbisik tapi dengan suara yang keras agar Sitha mendengarnya.
Mendengar itu Sitha menaikkan sudut bibirnya.
Dasar buaya! Semua laki-laki emang sama aja! umpat Sitha dalam hati.
🍁 🍁 🍁
__ADS_1
Bersambung...