Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
30. Pertemuan Kedua


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Hari-hari berlalu tak terasa hari ini sudah hari Sabtu, Juna yang katanya kembali di hari Kamis, tapi ternyata sudah sampai hari Sabtu, Juna belum juga pulang. Karena Juna belum pulang, mau tak mau Sitha masih harus bolak-balik ke apartemen Juna untuk memberi makan Siro. Sebelum berangkat kerja, Sitha selalu mampir ke apartemen Juna hanya untuk memberi makan Siro dan sore harinya setelah selesai bekerja, sebelum pulang kerumah ia juga singgah ke apartemen Juna untuk memberi makan Siro.


Setiap malam juga Juna dan Sitha selalu melakukan sleep call. Setelah malam pertama melakukan sleep call, keesokan harinya Sitha langsung memesan lampu tidur dari aplikasi online. Benar-benar lain di mulut, lain juga di tindakan.


Setiap malam mereka melakukan sleep call layaknya ABG yang masih hangat-hangatnya pacaran.


🍁 🍁 🍁


Pukul 08.00


Pagi ini Sitha sudah bersiap untuk pergi ke apartemen Juna. Ia harus memberi makan Siro.


"Mau kemana kamu, Sit?" tanya Mama Ernita yang melihat Sitha keluar dari kamar-nya dengan memakai celana jeans kulot dan baju rajut model crop berwarna putih yang memperlihatkan bentuk tubuh Sitha yang indah.


"Mau kerumah temen, Ma." jawab Sitha.


"Temen siapa? Memangnya Neva ada di Jakarta?" tanya Mama Ernita.

__ADS_1


"Memangnya temen Sitha cuma Neva aja! Ya gak lah, Ma!" jawab Sitha.


"Ya kan Mama tau-nya kamu cuma temenan sama Neva aja." balas Mama Ernita.


"Terus jam berapa nanti kamu pulang?" tanya Mama Ernita.


"Kemungkinan malem, Ma. Kenapa?"


"Gak pa-pa. Tadinya Mama mau minta kamu temenin Mama ke salon sekalian shopping, tapi karena kamu pulangnya malem, ya udah lah gak jadi." jawab Mama Ernita.


"Mama telpon Erick aja, suruh dia temenin Mama." balas Sitha.


"Ya udah lah kalau kamu gak bisa, besok aja kalau begitu." kata Mama Ernita lagi.


"Ya udah. Sitha pergi dulu yah, Ma." pamit Sitha lalu mencium punggung tangan sang Mama, setelah itu Sitha pun keluar dari dalam rumah.


Setelah Sitha pergi, Mama Ernita pun menghubungi Erick. Bukan untuk meminta Erick menemani-nya ke salon dan shopping, melainkan untuk memberitahu Erick kalau hari ini Sitha tak ada dirumah. Karena rencana-nya hari ini Erick mau membawa Abang temannya ke rumah Mama Ernita untuk di kenalkan pada Sitha. Tapi apa boleh buat karena tadi Sitha bilang baru pulang malam, mau tidak mau rencana hari ini di batalkan.


🍁 🍁 🍁

__ADS_1


Kini Sitha sudah berada di gedung apartemen tempat tinggal Juna.


Dengan gaya elegan-nya Sitha berjalan berlenggak-lenggok layaknya seorang model menuju lift yang akan membawa-nya ke lantai dimana unit apartemen Juna berada.


Ting. Pintu lift terbuka. Sitha sudah sampai di lantai dimana unit apartemen Juna berada. Sitha pun keluar dari dalam lift dan berjalan menuju unit apartemen Juna.


Saat Sitha berjalan menuju apartemen Juna, Sitha berpapasan dengan seorang pria yang pernah Sitha tabrak beberapa hari lalu, tapi Sitha tidak menyadari kalau pria yang berpapasan dengannya adalah pria yang pernah ia tabrak di lobi.


Tapi tidak dengan pria itu, pria itu masih mengenal Sitha. Bahkan saat berpapasan pria itu melempar senyum pada Sitha, namun sayangnya Sitha tidak membalas senyuman pria itu.


Meski Sitha tidak membalas senyumannya, bukan berarti membuat pria itu sakit hati pada Sitha, justru pria itu malah semakin tertarik dengan Sitha di pertemuannya yang kedua ini, apalagi penampilan Sitha sangat menarik mata kaum Adam.


Sangking penasarannya dengan Sitha, pria itu pun bersembunyi di balik tembok hanya untuk melihat di unit mana Sitha tinggal. Pria itu pikir Sitha adalah salah satu penghuni gedung apartemen itu.


Setelah melihat Sitha masuk di salah satu unit apartemen, pria itu yang tadinya ingin berjalan ke lift karena hendak turun kebawah pun jadi kembali ke unit apartemen milik temannya.


🍁 🍁 🍁


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2