Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
71. Rencana Kila


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Apartemen Juna.


Pukul 21.30


Juna baru sampai di apartemennya.


"Kamu baru pulang Jun?" tanya Kila yang sejak tadi berada di apartemen Juna dan menunggu kepulangan Juna.


Juna menghela nafasnya kasar saat melihat Kila.


"Udah lama kamu disini?" tanya Juna.


"Udah, dari siang tadi." jawab Kila.


"Oh..." Juna hanya membulatkan mulutnya.


"Kamu udah makan belum?" tanya Kila.


"Udah. Kamu?"


"Udah juga." jawab Kila.


"Ya udah aku mandi dulu yah." ucap Juna dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Kila.

__ADS_1


Juna pun berjalan menuju kamarnya.


Sejak pertemuan keluarga direstoran waktu itu, Juna hanya bicara seadanya pada Kila. Kalau Kila meminta pendapat pada Juna perihal konsep pernikahan mereka, Juna selalu mengatakan semuanya terserah pada Kila.


Walau tahu sikap Juna yang tidak hangat lagi padanya, tapi Kila sama sekali tidak peduli, ini sudah konsekuensi dari keputusan yang Kila ambil, mempertahankan Juna walau tahu Juna sudah tidak memiliki rasa padanya dan bertahan hanya karena dasar kasihan dengan Kila.


Tak lama setelah Juna masuk kedalam kamar, Kila pun menyusul masuk ke dalam kamar untuk menyiapkan pakaian Juna.


Saat Kila sedang mengambil pakaian Juna, tiba-tiba saja Kila kepikiran tentang penyakitnya.


"Aku gak boleh kasih tau Juna tentang penyakit aku. Aku yakin aku pasti bisa hamil anak Juna dalam keadaan rahim aku yang seperti ini. Aku harus segera mengandung anak Juna sebelum penyakit aku semakin parah. Iya, harus! Aku gak peduli sekalipun nanti nyawa aku taruhannya yang penting aku bisa memberikan anak untuk Juna." gumam Kila.


Kila pun meletakkan pakaian Juna yang ia ambil dari dalam lemar ke meja yang ada di ruang ganti lalu mengganti pakaian rumahannya dengan baju dinas peranjangan lalu menunggu Juna di ruang ganti.


Tak lama Juna pun masuk keruang ganti.


"Ini pakaian mu Jun, sudah aku siapkan." ucap Kila sambil berjalan mendekati Juna dengan pakaian Juna yang sudah ia siapkan.


"Oh, makasih." jawab Juna sambil mengambil pakaian itu dari tangan Kila lalu hendak memakainya di kamar mandi.


Tapi baru saja Juna selangkah melewati Kila, Kila sudah memeluk Juna dari belakang.


"Kita udah lama gak bercinta Jun. Aku kangen." ucap Kila sambil menciumi punggung Juna yang polos karena saat ini Juna hanya memakai handuk yang menutupi bagian pinggang kebawah.


"Nanti aja Kil kalau kita udah nikah." tolak Juna halus.

__ADS_1


"Apa bedanya kalau sekarang kita melakukannya Jun, toh juga kita sudah sering melakukannya. Ayolah Jun."


"Iya memang. Tapi kamu kan tau kalau akhir-akhir ini pekerjaan aku banyak sekali, jadi aku lumayan stres karena itu." jawab Juna.


Kila membalikkan tubuh Juna.


"Bukannya kamu pernah bilang salah satu cara menghilangkan stres kamu itu dengan cara bercinta dengan aku?"


"Iya, tapi bukan sekarang Kila. Nanti yah, aku capek banget hari ini." Juna masih berusaha menolak.


Tapi sayangnya Kila tidak mau mendengar penolakan Juna, perlahan ia membuka lilitan handuk Juna. Juna pun cepat-cepat menahan tangan Kila sebelum handuknya terbuka.


"Kil..."


"Please Jun, sekali aja. Aku kangen banget Jun, please." mohon Kila.


"Tapi Kil..."


Kila tidak mau mendengar alasan Juna lagi, ia pum langsung menarik handuk Juna lalu menciumi dada Juna dengan sangat erotis sambil memijat senjata perang Juna yang masih lembek.


Juna yang awalnya menolak lama kelamaan pun pasrah dengan apa yang Kila lakukan atas tubuhnya, sambil membayangkan Sitha yang sedang mencumbu tubuhnya, akhirnya gairah kelaki-lakian Juna pun bangkit juga, terbukti dengan senjata perangnya yang saat ini sudah mengeras.


Dan akhirnya apa yang Kila inginkan malam itu pun terjadi juga, ia berhasil membuat Juna menumpahkan benihnya dalam rahimnya walaupun Kila mendengar dengan jelas di setiap racauan Juna bukan namanya yang di sebut, melainkan nama Sitha.


🍁 🍁 🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2