Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
52. Kedatangan Farel


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Keesokan harinya.


Gardana Group.


Pagi ini Juna kembali melakukan aktivitas seperti biasanya sedangkan Kila, ada Mama Novita yang menemani Kila.


Orangtua angkat Kila benar-benar tidak muncul dan hanya melihat keadaan Kila via video call saja dengan alasan mereka sedang liburan ke Bali.


Saat hendak berjalan menuju ruang kerja-nya tak sengaja Juna berpapasan dengan Sitha yang hendak pergi ke pantry membuat kopi.


Wajah Sitha sangat ketus begitu melihat Juna. Sedangkan Juna, ia juga mencoba untuk bersikap dingin dengan Sitha.


Juna pun meneruskan langkahnya ke ruang kerja-nya dan Sitha juga meneruskan langkahnya menuju pantry.


Begitu berada di ruang kerja-nya, cukup lama Juna terdiam sambil menutup wajah-nya dengan kedua tangannya.


"Gue harus bisa lupain Sitha, harus!" lirih Juna.


🍁 🍁 🍁


Satu Minggu kemudian.


Satu Minggu berlalu, Kila juga sudah keluar dari rumah sakit. Setelah keluar dari rumah sakit, Kila di bawa pulang kerumah orangtua angkat Kila, sayangnya orangtua Kila tidak ada dirumah karena belum pulang berlibur.


Sedangkan hubungan Sitha dan Juna juga sudah sangat renggang. Satu Minggu ini, Juna selalu bersikap dingin pada Sitha dan Sitha pun juga demikian. Sedangkan hubungan Sitha dan Farel makin dekat walau hanya via online.


Karena sikap Sitha itulah, Farel jadi berharap memiliki hubungan lebih dengan Sitha. Tak ingin mengulur waktu lebih lama, Farel pun sampai mendatangi Sitha ke Jakarta, ia ingin langsung menyatakan perasaannya pada Sitha. Dan disinilah Farel sekarang, di gedung Gardana Group.

__ADS_1


Senin, pukul 12.00


Jam makan siang pun tiba, karena baru gajian, Sitha dan keempat anak magang yang lainnya pun sepakat untuk makan di restoran grill di dekat kantor mereka.


Begitu Sitha dan keempat temannya itu berada di lobi, mata Sitha membulat lebar karena melihat sosok Farel yang menunggu-nya di depan pintu.


Farel yang juga melihat Sitha tersenyum begitu melihat wanita yang ia sukai muncul juga setelah ia menunggu kurang lebih setengah jam.


Melihat sosok laki-laki yang sedang melihat kearah mereka, keempat teman Sitha pun mengikuti arah yang sedang dilihat laki-laki itu dan mereka sadar kalau yang sedang di lihat laki-laki itu adalah Sitha.


"Siapa tuh Sit?" tanya anak magang pertama.


"Ayang yah?" timpal anak magang kedua.


"Diam seperti cupu, bergerak seperti suhu." celetuk anak magang ketiga.


Farel pun berjalan mendekati Sitha dan keempat temannya.


"Hai..." Sapa Farel pada Sitha.


Sitha yang disapa, tapi teman-teman Sitha yang meleyot, apalagi suara Farel yang berat menambah kesan seksi pada Farel.


"Kayaknya ada yang gak ikut kita nih, udah yuk kita duluan aja." celetuk anak magang keempat.


"Yuk... yuk... yuk..." sahut tiga anak magang lainnya sambil kompak berjalan meninggalkan Sitha.


"Eh... tunggu. Kok aku ditinggal?"


"Kan kamu mau makan siang sama..." anak magang kedua menggantung kata-katanya sambil melirik Farel.

__ADS_1


"Jadi kalian mau makan siang? Ya udah sama aja kalau gitu." ucap Farel.


"Eh... gak usah Mas, Mas-nya pergi aja berdua sama Sitha." balas anak magang kedua.


"Gak pa-pa. Pergi rame-rame juga seru kok." balas Farel.


"Iya, pergi rame-rame lebih seru." timpal Sitha yang saat ini sedang gugup. Kalau lewat chat atau video call Sitha memang berani banyak omong dengan Farel tapi kalau harus berhadapan langsung dengan Farel, seketika Sitha langsung kicep.


"Udah yuk." Sitha pun langsung menggandeng salah satu temannya lalu berjalan lebih dulu kemudian disusul ketiga temannya yang lain dan juga Farel.


"Kalian mau makan siang dimana?" tanya Farel.


"Di restoran grill di depan sana, Mas." jawab anak magang kedua.


Farel pun meminta Sitha dan keempat temannya untuk menunggu-nya di pos satpam karena Farel harus mengambil mobil-nya dulu. Lebih tepatnya, mobil teman Farel yang ia pinjam untuk ia pakai selama berada di Jakarta.


Sesampainya di parkiran, tak sengaja Farel berpapasan dengan Juna yang baru kembali dari meeting. Ia sudah makan siang saat meeting tadi dan hanya sekarang ia hanya ingin istirahat di ruangannya.


Juna menghentikan langkah-nya lalu berbalik melihat sosok Farel.


"Kayak pernah lihat, tapi dimana yah?" gumam Juna.


Merasa tidak penting, Juna pun menghiraukan Farel dan meneruskan langkahnya menuju lobi. Tapi baru beberapa langkah, Juna ingat dengan sosok Farel.


"Itu bukannya..."


🍁 🍁 🍁


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2