Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
73. Menunggu Hasil Pemeriksaan


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Lima belas menit kemudian.


Juna pun kembali ke apartemennya dengan sebungkus pembalut berukuran besar ditangannya.


Juna pun langsung berjalan menuju kamarnya.


"Kilaaaa!!!!" teriak Juna saat melihat Kila sudah tidak sadarkan diri diatas lantai di belakang pintu kamarnya yang memang setengah terbuka.


"Kila... Kila... bangun Kila..." Juna berusaha membangunkan Kila sambil menepuk-nepuk pipi Kila.


Karena Kila tak kunjung sadar, Juna pun berinisiatif untuk memindahkan Kila keranjang. Namun, saat Juna memegang selimut bagian bawah yang melilit di tubuh Kila, Juna merasakan selimut itu basah. Juna pun menarik lagi tangannya untuk melihat apa yang basah ditangannya itu.


"Darah?" lirih Juna.


Melihat ternyata yang ada di tangannya, Juna pun makin penasaran, kenapa bisa darah haid Kila bisa sampai tembus di selimut yang sangat tebal itu.


Juna pun memiringkan tubuh Kila dan betapa kagetnya Juna saat melihat memang benar darah yang Juna pikir itu darah haid Kila tembus sampai di selimut. Kemudian tak sengaja Juna melihat botol obat yang ada tak jauh dari tangan Kila. Juna pun membuka botol itu tapi anehnya obat yang ada didalam botol yang bertuliskan vitamin tidak sama seperti vitamin yang biasa Kila minum.


Merasa ada yang tidak beres, Juna pun memasukkan botol itu kedalam saku celananya kemudian menggotong tubuh Kila lalu cepat-cepat membawa Kila keluar dari apartemennya kemudian pergi kerumah sakit terdekat.


Juna sudah tidak memperdulikan tatapan orang-orang yang melihatnya menggendong Kila. Mungkin sekarang orang-orang yang melihat itu berpikiran kalau Juna telah melakukan kdrt pada Kila.

__ADS_1


🍁 🍁 🍁


Rumah Sakit.


Kini Juna sudah sampai di rumah sakit terdekat. Sesampainya di rumah sakit, Kila pun langsung mendapat penanganan medis yang serius karena darah Kila tak kunjung berhenti.


Sepuluh menit kemudian.


Dokter yang menangani Kila pun keluar dari dalam ruang penanganan. Juna pun berdiri dari duduknya lalu menghampiri sang dokter.


"Bagaimana keadaan pacar saya dok?" tanya Juna.


"Pacar Anda mengalami pendarahan hebat dan kami membutuhkan golongan darah A untuk stok karena stok darah A dirumah sakit ini tinggal dua kantong, yang ditakutkan kalau pendarahan tidak mau berhenti juga sampai dua kantong darah habis. Tapi tenang saja kami sudah menghubungi bank darah untuk mengirimkan golongan darah A secepatnya." jawab dokter.


Juna menghela nafasnya panjang.


"Kenapa bisa dok?" tanya Juna.


"Itu juga yang sedang kami periksa. Apa pacar bapak punya riwayat pendarahan? Atau punya penyakit di rahimnya?"


"Saya gak tau dok. Setau saya gak ada." jawab Juna.


"Kalau begitu kami periksa dulu apa penyebab pacar bapak pendarahan." jawab dokter.

__ADS_1


Juna menganggukkan kepalanya.


"Dok, tunggu." panggil Juna saat dokter itu hendak meninggalkan Juna.


"Iya, kenapa?" tanya dokter.


"Ini, saya menemukan ini gak jauh dari tangan pacar saya. Botolnya sih vitamin c tapi pas saya lihat obat di dalamnya gak seperti vitamin c yang biasa pacar saya minum, coba dokter periksa obat apa ini." ucap Juna sambil memberikan botol vitamin itu pada dokter.


Dokter itu pun menerima botol yang Juna berikan.


"Baik, nanti saya akan periksa." jawab dokter kemudian berlalu dari hadapan Juna.


Setelah dokter pergi, Juna pun kembali duduk di kursi tunggu di depan ruang penanganan.


"Gue harus hubungin Om Dennis sama Tante Alma." gumam Juna. Juna pun merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya, tapi Juna lupa kalau dia tidak membawa ponsel saat pergi membeli pembalut.


"Sial! Gue gak bawa hape ternyata!" lirih Juna.


Karena dirinya juga belum membersihkan tubuhnya dari sisa percintaan dengan Kila, Juna pun memutuskan untuk pulang dulu ke apartemennya. Tak lupa Juna memberitahu perawat dan mengisi data diri Kila dan dirinya sebelum pulang.


🍁 🍁 🍁


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2