Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
51. Mengalah


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Gardana Group.


Sementara di Gardana Group ada Sitha yang terlihat sangat kesal mengetahui Juna tidak masuk kerja, yang ada di pikiran Sitha saat ini Juna tidak masuk kerja karena sepanjang malam bercinta dengan Kila dan lanjut lagi sampai siang ini.


Membayangkan jari-jari profesional Juna menyentuh lekukan-lekukan tubuh Kila dan bibir serta lidah Juna memberi sengatan-sengatan kenikmatan di tubuh Kila, rasa-rasanya Sitha ingin menjadi pasien di rumah sakit jiwa. Ia sudah setengah gila sekarang karena pikirannya sendiri.


Saat sedang kesal memikirkan Juna yang sedang asik-asik dengan Kila, tiba-tiba saja ponsel-nya berbunyi ada notifikasi pesan masuk dari Farel.


"Oke, emangnya loe pikir laki-laki di dunia ini loe aja! Kalau loe mau mainin perasaan gue, sorry loe salah orang Jun!" gumam Sitha sambil melihat pesan masuk dari Farel yang belum ia buka.


Setelah itu Sitha pun membuka pesan masuk dari Farel itu, isi pesannya sih klise aja, Farel hanya menanyakan Sitha sedang apa, tapi Sitha membalasnya tidak seperti biasa. Biasanya Sitha membalas dengan jawaban type yang singkat, tapi kali ini Sitha membalas-nya dengan voice note dengan suara yang bisa membuat bulu-bulu yang tumbuh di seluruh tubuh laki-laki berjingkrakan.


Nampaknya Sitha ingin memanfaatkan Farel untuk memanas-manasi Juna. Lagipula Sitha juga sudah terlanjur mengatakan pada Juna kalau Farel adalah laki-laki yang di jodohkan oleh sang Mama.


🍁 🍁 🍁


Rumah Sakit.


Kembali ke rumah sakit.

__ADS_1


Pukul 18.00


Sudah dari jam empat tadi Kila bangun dari tidur-nya. Kila, Mama Novita dan Papa Angga pun juga sudah membicarakan tentang permasalahan Kila dan Juna. Meski Kila tahu Juna menyelingkuhi-nya tapi Kila sama sekali tidak memberitahu orangtua Juna tentang perselingkuhan anak mereka dengan salah satu karyawan magang di perusahaan mereka. Kila menutup rapat-rapat kebusukan Juna dari kedua orangtua-nya.


"Mama dan Papa pulang dulu yah, kalian berdua, bicarakan baik-baik masalah kalian ini, jangan ada kata putus. Ingat perjuangan kalian selama lima tahun kebelakang, kalian melewatinya gak mudah, jangan sampai perjuangan kalian selama lima tahun itu sia-sia hanya karena rasa bosan." ucap Mama Novita memberi nasehat.


Kila menganggukkan kepala-nya sedangkan Juna, ia sama sekali tidak merespon dan hanya menundukkan kepala-nya.


"Ayo Pa, kita pulang." ajak Mama Novita.


Setelah cepika-cepiki dengan Kila, Mama Novita dan Papa Angga pun keluar dari kamar rawat Kila.


"Jun..." panggil Kila setelah kedua orangtua Juna pergi.


"Apa? Kamu mau ke kamar mandi?" tanya Juna.


Kila menggeleng.


"Aku haus." jawab Kila.


Juna pun berdiri dari duduknya lalu berjalan mendekati ranjang Kila dan hendak mengambilkan air minum untuk Kila. Tapi belum juga Juna mengambil air minum untuk Kila, tiba-tiba Kila langsung memeluknya.

__ADS_1


"Aku gak mau kehilangan kamu Jun, kamu kan tahu di dunia ini aku hanya punya kamu, hanya kamu yang menyayangi aku tulus." ucap Kila sambil menangis.


"Jangan ngomong gitu, kamu kan punya Om Dennis dan Tante Alma yang sayang sama kamu. Meski mereka hanya orangtua angkat kamu, tapi mereka udah sekolahin kamu sampai kamu bisa seperti ini." balas Juna.


"Mereka gak pernah tulus sayang sama aku Jun. Mereka sekolahin aku, karena mereka berharap balas budi dari aku dan kamu tahu itu." balas Kila.


Juna terdiam, memang benar yang di katakan Kila, orangtua angkat Kila mengangkat dan menyekolahkan Kila tinggi-tinggi karena mereka ingin mendapat feedback dari Kila. Bahkan sampai jam segini tak ada satu pun orangtua angkat Kila muncul batang hidungnya untuk menjenguk Kila.


"Kalau kamu memang bosan dengan hubungan kita, kamu bisa melakukan apa pun yang kamu mau untuk menyegarkan hubungan kita Jun, kamu mau selingkuh pun aku gak jadi masalah, asal kamu tetap jadi milik aku." kata Kila lagi.


"Kil-"


"Please Jun, please. Jangan tinggalin aku." mohon Kila sambil mendongakkan wajah-nya untuk melihat Juna.


Melihat wajah Kila yang memelas, Juna pun jadi tidak tega. Juna menghela nafasnya kasar.


"Iya Kil, aku gak akan ninggalin kamu. Aku akan tetap ada disamping kamu." jawab Juna sambil mengelus rambut Kila.


Sepertinya memang gue gak ditakdirkan untuk bersama Sitha dan gue harus terima takdir yang udah gue pilih dari awal, takdir bersama Kila. Gumam Juna dalam hati.


🍁 🍁 🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2