Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
46. Sekarang Aku Sudah Siap.


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Ceklek. Juna membuka pintu ruang keria-nya.


"Kok dikunci sih?" tanya Kila.


"Maaf Sayang, kayaknya aku gak sadar pas ngunci tadi." jawab Juna.


"Oh... Ini aku buatin kamu teh chamomile." ucap Kila.


"Kamu dapet dari mana teh chamomile? Perasaan aku gak punya teh chamomile." tanya Juna.


"Aku bawa dari Itali. Aku lihat kamu dari tadi kebanyakan ngelamun, aku pikir kamu lagi banyak pikiran sekarang, makanya aku bikinin teh ini. Teh ini baik banget untuk menenangkan pikiran." Jawab Kila.


Kila pun masuk ke dalam ruang kerja Juna lalu meletakkan secangkir teh itu diatas meja yang ada di depan meja kerja Juna.


Juna pun mengekori Kila dari belakang. Setelah meletakkan secangkir teh diatas meja, bukannya keluar dari ruang kerja Juna, Kila malah mendaratkan bokongnya di sofa.


"Kamu udah selesai kerja-nya?" tanya Kila.


"Belum. Kenapa, kamu udah ngantuk? Kalau udah ngantuk, tidur aja duluan, nanti aku nyusul." jawab Juna sambil mendaratkan bokongnya di single sofa. Hanya ada dua sofa disana, satu sofa panjang dan satu single sofa.

__ADS_1


Kila menggelengkan kepala-nya.


"Aku udah kebanyakan tidur tadi siang, jadi sekarang aku mau begadang sama kamu." jawab Kila sambil mengerlingkan sebelah matanya.


Juna tersenyum kecut.


"Kamu pulang dari Itali kok jadi aneh gini sih, Kil?" tanya Juna.


"Namanya juga aku kangen sama kamu, Jun." jawab Kila sambil berdiri dari duduknya lalu pindah duduk diatas pangkuan Juna.


"Jun, kamu belum jawab pertanyaan aku tadi waktu di kantor." kata Kila.


"Pertanyaan apa?" Juna malah bertanya balik sambil mengambil cangkir teh chamomile dari atas meja. Juna mulai gugup, ia tahu pertanyaan apa yang Kila maksud.


Glek... Glek... Glek...


Juna menenggak teh-nya dengan kasar sambil otaknya berputar mencari jawaban apa yang harus ia berikan pada Kila.


Setelah secangkir teh tandas, Juna pun meletakkan kembali cangkir itu diatas meja. Kemudian menghela nafasnya kasar.


"Kamu mau aku jawab jujur?" tanya Juna dan jawab dengan anggukkan kepala oleh Kila.

__ADS_1


"Jujur, aku sempat punya pikiran untuk menyerah dengan hubungan kita, apalagi saat semua usaha ku waktu kita di Bali kamu sia-siakan. Aku pilih hotel dengan fasilitas terbaik, aku juga sengaja gak pake pengaman biar benih aku tumbuh di rahim mu biar kamu gak punya alasan untuk menolak menikah dengan ku, tapi semua itu kamu patahkan begitu saja. Kamu dengan sengaja meminum pil kontrasepsi darurat untuk membuang banih yang aku tanam, rasanya itu sakit banget Kil." jawab Juna.


"Maaf Sayang, aku kan udah berulangkali minta maaf soal itu. Aku benar-benar nyesal sudah menyia-nyiakan usaha mu selama ini, makanya aku sekarang ada disini untuk kamu." balas Kila sambil memeluk tubuh Juna.


Juna menghela nafasnya kasar begitu Kila memeluk dirinya. Entah kenapa keberaniannya untuk mengatakan ingin mengakhiri hubungannya dengan Kila hilang seketika. Ia tidak sanggup menyakiti hati Kila, wanita yang sudah menemani-nya selama lima tahun.


"Iya Sayang, aku juga udah maafin kamu dan berusaha mengerti posisi kamu. Makasih yah, udah kembali buat aku, buat hubungan kita." balas Juna sambil mengelus rambut Kila.


Perlahan Kila melepaskan pelukannya dari Juna lalu menatap wajah Juna dalam-dalam.


"Jun..."


"Hemh..."


"Apa lamaran mu waktu itu masih berlaku? Aku sudah punya jawaban untuk lamaran mu waktu itu." ucap Kila.


Juna menelan salivanya susah payah.


Perasaannya beberapa bulan lalu pada Kila sangat jauh berbeda dengan perasaannya pada Kila saat ini. Sekarang Juna sungguh tidak berharap Kila menerima lamarannya waktu itu.


"Aku sudah siap menikah dengan mu, Jun dan rahim ku siap menerima benih dari mu." kata Kila lagi.

__ADS_1


🍁 🍁 🍁


Bersambung...


__ADS_2