
🍁 Happy Reading 🍁
Rumah Mama Ernita.
Sekarang mobil Juna sudah terparkir di depan rumah Mama Ernita. Juna melihat ada mobil Pajero putih terparkir di garasi rumah Mama Ernita, mobil yang Juna ketahui mobil adik Sitha.
Juna pun terus berjalan sampai ke teras rumah.
Tok... Tok... Tok...
Juna mengetuk pintu rumah.
Ceklek. Tak lama seseorang membuka pintu rumah.
Ternyata Erick lah yang membuka pintu.
"Ya, cari siapa?" tanya Erick.
"Mmm... Sitha ada?" tanya Juna.
"Kamu siapa yah?" tanya Erick.
"Siapa Rick?" tanya Mama Ernita dari belakang Erick dengan suaranya yang lemah.
"Ini saya Bu." jawab Juna sambil menunjukkan wajahnya pada Mama Ernita.
Mama Ernita pun terus berjalan mendekati pintu.
"Kamu... bukannya atasannya Sitha?" tanya Mama Ernita.
"Iya Bu." jawab Juna.
Mama Ernita pun membuka lebar pintu kemudian mempersilahkan Juna untuk masuk.
__ADS_1
"Silahkan duduk Pak." ucap Mama Ernita.
Juna pun mendaratkan bokongnya di sofa, begitupun dengan Mama Ernita dan Erick.
"Sepertinya Ibu lagi sakit." ucap Juna.
"Iya Pak, saya sedang kurang sehat sekarang." jawab Mama Ernita.
Juna hanya menganggukkan kepalanya.
"Oh iya Bu, Sitha-nya ada?" tanya Juna.
"Memangnya dia gak ke kantor Pak?" tanya Mama Ernita.
Juna mengernyitkan keningnya, ada yang tidak beres, begitulah pikir Juna.
Juna pun menggelengkan kepalanya. Demi mendapat jawaban, Juna tidak boleh menutupi tentang pengunduran diri Sitha.
Mendengar itu Mama Ernita malah menangis.
"Sitha... Kamu kemana Nak..." ucap Mama Ernita sambil menangis. Erick pun dengan sigap memeluk Mamanya.
"Maksudnya gimana yah? Ibu gak tau kalau Sitha mengundurkan diri?" tanya Juna.
Bukannya menjawab, Mama Ernita malah semakin menangis dalam pelukan Erick.
"Maaf Pak kondisi Mama saya lagi gak stabil sekarang, Bapak bisa pulang dulu nanti datang lagi kalau keadaan Mama saya sudah stabil." ucap Erick.
"Memangnya ada apa yah? Cerita saja sama saya, manatau aja bisa saya bantu." balas Juna menolak pergi sebelum mendapat jawaban.
Erick terdiam sejenak untuk berpikir lalu menghela nafasnya kasar.
"Kalau begitu saya antar Mama saya ke kamar dulu, Bapak tunggu disini sebentar." ucap Erick dan dibalas dengan anggukkan kepala oleh Juna.
__ADS_1
"Ma, ayo masu ke kamar. Mama istirahat di kamar dulu yah, biar Erick yang bicara sama atasannya Kak Sitha." ucap Erick sambil membantu Mamanya berdiri kemudian memapah Mama Ernita berjalan menuju kamarnya.
Tak lama Erick pun kembali keruang tamu dan kembali duduk ditempatnya tadi.
"Sebenarnya ada apa dengan Sitha?" tanya Juna sudah tidak sabar.
"Saya juga bingung gimana mau ngomongnya karena sebenarnya ini aib untuk keluarga kami." jawab Erick.
Juna mengerutkan keningnya.
"Maksudnya gimana yah?" tanya Juna.
"Sebelum saya jawab, alasan Kak Sitha berhenti kerja apa yah Pak?" Erick malah bertanya balik.
"Sitha bilang mau menikah dan pernikahannya dua Minggu lagi di Kalimantan." jawab Juna.
Erick menghela nafasnya kasar.
Melihat Erick menghela nafas, Juna semakin yakin kalau Sitha bukannya mau menikah tapi ada hal lain yang membuat Sitha resign.
"Sebenarnya ada apa sih? Siapa tau saja saya bisa bantu." Tanya Juna.
"Kak Sitha hamil..."
Mata Juna langsung membulat lebar.
"... tapi Kak Sitha gak mau kasih tau siapa yang udah menghamili Kak Sitha. Dugaan kami laki-laki yang menghamili Kak Sitha adalah suami orang dan gak mau tanggung jawab makanya Kak Sitha gak mau kasih tau siapa laki-laki itu dan malah memilih untuk pergi." lanjut Erick.
Juna diam sambil otaknya terus berpikir. Yang ada dipikiran Juna sekarang kalau Sitha hamil anaknya.
🍁 🍁 🍁
Bersambung...
__ADS_1