
🍁 Happy Reading 🍁
"Itu bukannya laki-laki yang di jodohkan sama Sitha?" lirih Juna.
Untuk membuktikan dugaannya itu benar atau tidak, Juna pun kembali ke mobil-nya dan membuntuti mobil Farel yang sudah lebih dulu keluar dari parkiran.
Dan benar saja Juna melihat mobil Farel berhenti sebentar di pos satpam untuk mengangkut Sitha dan keempat anak magang lainnya.
Rahang Juna mengeras, tangannya juga sangat kuat mencengkram setir mobil melihat Sitha naik ke mobil Farel, padahal Sitha tidak hanya pergi berduaan dengan Farel, tapi rasanya Juna tidak terima kalau Sitha dan Farel bersama. Seolah tak terima Sitha pergi dengan Farel, Juna pun terus membuntuti mobil Farel.
Juna mengaktifkan pelacak dari ponsel Sitha agar Juna tahu kemana Sitha dan yang lainnya pergi jadi Juna tidak perlu berada tepat di belakang mobil Farel untuk membuntuti Sitha dan lainnya.
🍁 🍁 🍁
Restoran Grill.
Kini Sitha dan lainnya sudah sampai di restoran grill. Situasi di restoran grill itu cukup ramai, wajar saja sekarang sedang jam makan siang.
Sitha, Farel dan keempat anak magang lainnya pun masuk kedalam restoran. Karena meja-meja di lantai satu sudah penuh dengan pengunjung, maka mereka berenam pun naik ke lantai dua dan untungnya di lantai dua masih ada beberapa meja panjang yang kosong. Mereka pun langsung memilih untuk duduk di salah satu meja yang kosong itu.
"Enakkan disini yah? Lebih segar karena bisa kena angin sambil lihat-lihat pemandangan." ucap anak magang pertama.
"Ho-oh." sahut anak magang kedua dan ketiga.
__ADS_1
Tak lama pramusaji pun datang ke meja mereka dan mereka pun memesan dua porsi besar daging barbeque dan minuman untuk mengisi perut mereka di siang hari itu.
Setelah pramusaji itu mencatat pesanan Sitha dan teman-temannya, pramusaji itu pun pergi meninggalkan meja itu.
Tak lama setelah si pramusaji pergi, Juna pun naik ke lantai dua. Penuh-nya meja di lantai satu bisa menjadi alasan Juna kenapa dirinya naik ke lantai dua.
Mata Juna berkeliling seolah-olah mencari meja kosong, padahal Juna sudah melihat dimana meja Sitha dan yang lainnya.
"Loh... itu bukannya Pak Juna." tanya anak magang keempat yang duduknya menghadap ke arah tangga.
Sontak Sitha, Farel dan anak magang kedua yang duduknya membelakangi tangga langsung menoleh kebelakang, begitu pun dengan anak magang pertama dan anak magang ketiga.
"Pak Juna..." tanpa rasa canggungnya salah si anak magang ketiga memanggil Juna sambil melambaikan tangannya agar Juna melihat kearah mereka.
Sontak Juna pun menoleh kearah meja mereka. Begitu Juna menoleh, Sitha langsung membalikkan badan dan menunduk.
Si anak magang ketiga hanya menyengir kuda, ia refleks memanggil Juna.
Juna pun berjalan mendekati meja karyawannya.
"Siang Pak Juna." sapa anak magang ketiga. Karena dia yang memanggil jadi dia harus bertanggung jawab menyapa bos mereka.
"Siang. Kalian udah pesan makan?" tanya Juna sambil matanya melirik Sitha yang masih menunduk.
__ADS_1
"Udah Pak. Pak Juna mau makan siang juga disini?" jawab anak magang ketiga itu kemudian balik bertanya pada Juna.
"Iya saya mau makan siang, tadi pas meeting cuma makan pastry, sedangkan perut saya perut orang Indonesia, gak kenyang kalau belum makan nasi." jawab Juna.
"Ya udah, kalian makan aja, saya kemeja..." saat Juna ingin menunjuk satu meja yang kosong, ternyata meja itu sudah terisi.
Juna tersenyum tipis saat melihat meja itu sudah ditempati orang lain.
"Aduh... gak ada meja kosong lagi." celetuk Juna.
"Pak Juna sendiri kan? Gabung sama kita aja Pak kalau gitu." tawar anak magang ketiga dan tawaran anak magang ketiga itu berhasil membuat Sitha dan ketiga anak magang lainnya menoleh dan memberi tatapan tajam pada anak magang ketiga.
Merasa mendapat tatapan tajam dari yang lainnya, anak magang ketiga itu melipat bibirnya rapat-rapat.
"Gak pa-pa nih kalau saya ikut gabung sama kalian?" tanya Juna sambil melirik Sitha.
"Iya Pak gak pa-pa. Silahkan duduk Pak." jawab anak magang pertama. Mau tidak mau yah mereka mempersilahkan Juna duduk.
Hish... gak bisa apa dia cari restoran lain!! Begitu banyak-nya restoran disekitar sini!
Dumel Sitha dalam hati.
Dan Juna pun memilih duduk di sebelah anak magang ketiga dan tepat di depan Farel.
__ADS_1
🍁 🍁 🍁
Bersambung...