Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
62. Apa Aku Harus Jujur?


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Keesokan harinya.


Gardana Group.


Seperti yang Juna katakan pada Sitha kemaren kalau kepala bagian pemasaran akan mendatangi Sitha kalau mulai besok Sitha akan di pindahkan ke kantor cabang. Setelah mendapat informasi itu, Sitha pun mendatangi ruangan personalia untuk mengambil surat pindah, manajer personalia pun mengatakan kalau hari ini Sitha tidak perlu bekerja sampai sore dan bisa langsung pulang untuk mempersiapkan diri ke kantor cabang.


Sitha pun pulang.


Saat Sitha keluar dari gedung perusahaan, Juna hanya bisa menatap Sitha dari jendela di ruang kerjanya.


"Gue harap takdir bisa mengubah jalan cerita kita ini Sit." lirih Juna.


Kriing...


Tiba-tiba ponsel Juna berdering.


Juna pun mengeluarjan ponselnya yang ada di dalam saku celananya.


Ternyata yang menghubungi Papa Angga. Juna pun menggeser tombol hijau di layar ponsel-nya.


"Halo Pa." jawab Juna.


"Jun, malam ini jam delapan kamu dateng ke Golden Restoran yah, Papa udah pesan VIP room disana, kita mau makan malam bareng sama Kila dan orangtuanya." ucap Papa Angga.


Juna menghela nafasnya panjang, ia sudah tahu apa maksud dan tujuan makan malam itu.


"Baik Pa." jawab Juna pasrah.


Papa Angga pun menutup teleponnya. Setelah panggilan dengan Papa-nya berakhir, Juna pun berjalan menuju meja kerjanya untuk kembali bekerja.

__ADS_1


Ia sudah benar-benar pasrah dengan jalan hidupnya. Mau berjuang pun, Sitha yang tidak mau menunggunya, jadi apa lagi yang bisa Juna lakukan selain melanjutkan hubungannya dengan Kila walau sudah tidak memiliki perasaan apa-apa lagi pada Kila.


🍁 🍁 🍁


Rumah Mama Ernita.


Kini Sitha sudah sampai di rumah. Berapa kagetnya Sitha saat melihat sosok Farel sedang duduk manis di teras rumah Mama Ernita. Sitha pikir Farel sudah pulang ke Kalimantan karena setau Sitha jadwal kepulangan Farel itu kemaren.


Melihat Sitha pulang, Farel pun berdiri dari duduknya.


"Hai..." Lalu menyapa Sitha sambil tersenyum.


"Kok kamu disini?" tanya Sitha.


"Tadi sebelum kesini aku kekantor kamu dulu, tapi orang kantor bilang kalau kamu udah pulang karena besok kamu di mutasi ke kantor cabang yang ada di Tangerang, jadi aku langsung dateng kesini." jawab Farel.


"Oh..." Sitha hanya membulatkan mulutnya.


"Baru lima belas menit kok." jawab Farel.


"Maaf yah, Mama aku kan kerja, jadi dirumah gak ada orang." ucap Sitha.


"Gak pa-pa, nyantai aja." balas Farel.


Sitha pun membuka pintu dan mempersilahkan Farel masuk.


"Silahkan duduk. Aku buatin minum dulu." ucap Sitha.


Farel pun mendaratkan bokongnya di sofa ruang tamu dan Sitha pun berjalan menuju dapur lalu membuatkan minuman untuk Farel.


Tak lama Sitha pun kembali ke ruang tamu dengan segelas sirup rasa stroberi.

__ADS_1


"Kamu kenapa blokir nomor aku?" tanya Farel to the poin saat Sitha meletakkan gelas di atas meja.


Sitha menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghelanya perlahan sambil mendaratkan bokongnya di single sofa yang ada di sebelah sofa Farel.


"Maaf, aku cuma gak mau kamu berharap sama aku." jawab Sitha.


"Kenapa? Apa ada laki-laki lain yang deketin kamu selain aku?" tanya Farel.


Sitha menggeleng.


"Aku gak pantes buat kamu Rel. Kamu laki-laki yang baik dan kamu juga pantas untuk mendapatkan wanita yang baik juga." ucap Sitha.


"Setiap orang punya tolak ukur yang berbeda-beda melihat orang lain itu baik atau tidak. Dan dimata aku kamu itu perempuan baik-baik, Sitha. Jadi jangan jadikan alasan klise itu untuk menjaga jarak dengan aku." jawab Farel.


"Rel, aku tahu maksud kamu deketin aku apa dan aku gak mau buat kamu kecewa. Jujur, aku suka sama kamu, aku nyaman ngobrol sama kamu tapi aku gak punya perasaan apa-apa sama kamu. Aku gak mau buat kamu terus berharap dengan kedekatan kita ini Rel." balas Sitha.


"Aku kan pernah bilang sama kamu, untuk menikah itu gak perlu cinta yang seratus persen, cukup sepuluh persen, rasa nyaman tiga puluh persen dan komunikasi enam puluh persen. Kamu bilang udah nyaman kan sama aku? Dan komunikasi kita juga lancar, kita udah saling terbuka, jadi kita udah punya sembilan puluh persen alasan untuk meneruskan hubungan kita Sit. Kalau soal cinta, aku akan berusaha menanamkan benih cinta di hatimu untuk aku." balas Farel.


Sitha menggeleng.


"Kamu salah Rel, aku belum terbuka sama kamu. Masih banyak hal yang belum aku ceritakan sama kamu tentang aku. Apa yang aku ceritakan semuanya sama kamu itu hanya bagian luar diri aku, belum bagian dalam diri aku." ucap Sitha.


Farel meneggakkan punggungnya.


"Kalau gitu kasih tau aku, apa yang ada di bagian dalam diri kamu." balas Farel.


Sitha menatap dalam-dalam mata Farel.


Apa iya aku harus mengatakan pada Farel kalau diri ku sudah tidak virgin lagi dan menceritakan tentang hubungan ku dan Juna? gumam Sitha dalam hati.


🍁 🍁 🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2