Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
44. Uuugh... Sakitnya


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Sesampainya di gedung apartemen Juna, Juna mengantar Kila terlebih dahulu ke unit apartemennya sedangkan Sitha menunggu di dalam mobil.


"Istirahat yah. Aku balik ke kantor dulu." ucap Juna pada Kila sesampai di dalam unit apartemen.


"Kamu gak mau cium aku dulu?" tanya Kila.


Juna pun mendekati Kila dan mengecup kening Kila. Saat Juna hendak menjauhkan tubuh-nya dari Kila, tiba-tiba saja Kila mengalungkan lengannya di leher Juna lalu mencium bibir Juna.


Dengan agresifnya Kila mencium bibir Juna. Juna yang kaget tidak membalas tapi juga tidak menolak apa yang Kila lakukan.


Ciuman Kila yang tadinya biasa saja setelah satu menit, ciuman itu semakin panas. Merasakan Kila menciumnya dengan penuh gairah, Juna pun cepat-cepat melepaskan tautan bibir mereka, takut kalau dirinya akan terbawa arus gairah Shakila.


"Udah yah, aku balik ke kantor dulu." pamit Juna.


"Hemh... Cepet pulang yah, aku kangen soalnya." balas Kila sembari menyeka sisa salivanya di bibir Juna.


"Hemh... Dadah..." Juna pun keluar dari dalam unit apartemennya.


🍁 🍁 🍁


Kini Juna berada di dalam mobil.


"Pindah kedepan loe! Gue bukan supir!" ucap Juna pada Sitha yang duduk di jok belakang.


Tak ingin ribut, Sitha pun keluar dari mobil dan pindah duduk ke jok penumpang bagian depan.


Setelah Sitha memasang sabuk pengamannya, barulah Juna melajukan mobilnya.

__ADS_1


Selama dalam perjalanan, baik Sitha maupun Juna tidak ada yang membuka suara mereka. Sampai akhirnya mobil Juna pun sampai di parkiran Gardana Group.


Setelah mesin mobil mati, Sitha pun cepat-cepat membuka sabuk pengamannya lalu membuka pintu mobil, ia ingin cepat-cepat keluar dari mobil Juna. Tapi ternyata Juna belum membuka kunci sentral, sehingga Sitha tidak bisa membuka pintu mobil Juna.


"Buka pintu-nya!" desak Sitha.


Juna diam. Sengaja memang ia tidak membuka kunci sentral karena ingin bicara dengan Sitha.


"Gue masih penasaran sama yang namanya Farel. Dia siapa loe?!" tanya Juna.


"Kan udah gue bilang itu bukan urusan loe! Jangan pernah campurin urusan pribadi gue!" jawab Sitha.


"Memang bukan urusan gue, tapi gue pengen tau Sitha!" balas Juna dengan suara yang mulai meninggi.


Sitha menghela nafasnya kasar.


"Jadi beneran loe pengen tahu? Oke, gue kasih tau! Farel calon suami gue! Dia laki-laki yang di jodohkan sama nyokap gue! Puas loe!" jawab Sitha.


Mendengar itu Juna pun tersulut api cemburu.


"Loe gak boleh nikah sama dia!" geram Juna.


"Maksud loe apaan gue gak boleh nikah sama dia? Terus mau loe gue jadi simpenan loe terus gitu?" balas Sitha.


"Sitha! Loe itu punya gue!" bentak Juna.


"Gue gak punya siapa-siapa! Dari awal kita gak punya hubungan, hubungan kita hanya sebatas senang-senang!" balas Sitha dengan suara tak kalah meninggi.


"Inget Jun, loe punya Kila! Dia udah naruh harapan besar atas hubungan kalian, jadi jangan kecewain dia! Dan nyokap gue juga punya harapan besar sama gue, jadi jangan buat gue jadi anak perempuan yang brengsek untuk nyokap gue hanya karena gue jadi simpenan loe!" kata Sitha lagi.

__ADS_1


"Tapi perasaan gue udah hambar dengan Kila, Sit!" balas Juna.


"Itu urusan loe, bukan urusan gue!" balas Kila.


"Jelas itu urusan loe, Sit! Karena loe yang udah buat gue jadi kayak gini! Jadi loe harus tanggung jawab!" balas Juna.


"Gak masuk akal loe! Udah cepet buka pintu-nya, gue males bicarain ini sama loe!" Paksa Sitha.


Bukannya membuka kunci sentral, Juna malah mendekatkan tubuh-nya pada Sitha kemudian mengukung tubuh Sitha.


"Loe mau apa? Minggir Jun!" teriak Sitha.


"Gue gak bisa tanpa loe Sit! Gue gak bisa lihat loe sama laki-laki lain! Pokoknya loe itu milik gue!" ucap Juna.


Juna yang sudah kesurupan setan cemburu langsung meraup bibir Sitha dengan rakus dan tangannya membuka paksa celana yang Sitha pakai.


Sitha meronta-ronta berusaha keras mempertahankan wilayah teritorial-nya. Sampai akhirnya.


Bugh...


Sitha pun berhasil mendaratkan tinju-nya di wilayah teritorial Juna. Sontak Juna pun melepaskan kungkungannya dari Juna.


"Aaargh...." teriak Juna kesakitan.


Begitu Juna melepas kungkungannya, cepat-cepat Sitha membuka kunci sentral untuk membuka pintu, lalu keluar dari dalam mobil.


"Aaargh.... Sithaaaaaaaa!!!!!!"


🍁 🍁 🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2