Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
67. Ungkapan Hati Kila


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


"Lama yah gak ketemu. Apa kabar kamu?" tanya Kila ramah. Kila pintar sekali menutupnya kemarahannya pada Sitha, dia bisa membenci sambil tersenyum.


"Ba-baik." jawab Sitha gugup. "Kamu sendiri gimana?" tanya Sitha balik.


"Baik. Kamu gak kerja? Kok masih jam segini ada disini?" tanya Kila.


"Mmm... aku izin hari ini ada sepupu aku melahirkan dan aku jaga sepupu aku." jawab Sitha berbohong.


"Oh.." Kila hanya membulatkan mulutnya.


"Kamu sendiri ngapain kesini?" tanya Sitha balik.


"Aku mau pemeriksaan kesuburan sekalian mau konsultasi sama dokter gimana caranya cepet punya anak, sebentar lagi aku dan Juna kan nikah, jadi kami mau langsung punya anak." jawab Kila. Sepertinya Kila sengaja ingin memanas-manasi Sitha.


Nyes. Hati Sitha perih mendengar kata-kata Kila.


"Kamu udah denger kan kalau aku sama Juna mau nikah?" tanya Kila lagi.


"I-iya udah. Selamat yah Kila, semoga lancar sampai hari H." jawab Sitha.


"Nanti dateng yah ke nikahan aku. Atau kamu mau jadi bridesmaids-nya?" tanya Kila.


"Gak usah, gak usah, saya jadi tamu undangan biasa aja kayak karyawan yang lain." jawab Sitha.

__ADS_1


"Yaaaah... padahal aku maunya kamu ikut jadi bridesmaids." balas Kila dengan nada kecewa.


"Maaf." hanya itu yang bisa Sitha jawab.


"Ya udah saya permisi dulu yah." pamit Sitha dan dibalas dengan anggukkan kepala oleh Kila.


Sitha pun membalikkan tubuhnya, namun baru juga Kila hendak melangkah tiba-tiba Kila mencegahnya.


"Tunggu." cegah Kila.


Sitha pun membalikkan tubuhnya lagi.


"Kamu buru-buru gak?" tanya Kila.


"Gak sih. Memangnya kenapa?"


"Bo-boleh. Ayuk." jawab Sitha gugup. Entah kenapa Sitha tidak bisa menolak ajakan Kila.


Kila pun menggandeng tangan Sitha dan mereka pun berjalan menuju kantin rumah sakit.


Kini Sitha dan Kila sudah berada di salah satu meja di kantin rumah sakit. Sebelum minuman pesanan mereka datang, Kila bicara hal-hal yang biasa saja tapi setelah minuman mereka datang, Kila pun mulai membicarakan hal yang sangat ingin ia bicarakan dengan Sitha.


"Sitha..."


"Ya."

__ADS_1


Kila menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya perlahan.


"Aku tahu hubungan kamu dengan Juna." ucap Kila.


Sitha menelan salivanya susah payah lalu menundukkan wajahnya malu. Ia tidak berani menatap mata Kila.


"Aku gak salahin kamu karena udah masuk ke dalam hubungan kami. Aku sadar hadirnya kamu dalam hubungan kami karena kesalahan aku juga karena menyepelekan keinginan Juna yang ingin segera menikah dan membuat Juna jadi berpaling ke wanita lain." ucap Kila.


"Mungkin Juna juga udah buat pengakuan ke kamu kalau dia udah gak punya perasaan ke aku dan perasaannya sudah berpaling ke kamu, tapi aku gak peduli sama semua itu, karena yang aku mau Juna hanya untuk aku seorang. Aku ini yatim piatu, aku diangkat oleh orangtua kaya tapi mereka tidak tulus memberikan kasih sayang untuk ku. Tapi saat aku bersama Juna, dia memberikan semua kasih sayang yang aku butuhkan, makanya aku mempertahankan Juna mati-matian karena hanya Juna yang menyayangi aku dengan tulus. Walau aku tahu kalau sekarang dia hanya terpaksa menyayangi aku, aku yakin suatu hari nanti dia akan melupakan kamu dan bisa kembali menyayangi aku seperti pertama kali kami berhubungan." Kila menjeda sejenak kata-katanya.


"Sitha..." lanjut Kila sambil menggenggam tangan Sitha.


"Tolong jauhi Juna, tolong pergi jauh dari hidup Juna agar Juna yang dulu bisa kembali padaku. Aku lebih membutuhkan Juna ketimbang kamu, Sitha. Kamu perempuan yang beruntung yang memiliki keluarga yang memberimu kasih sayang sejak kamu kecil, tapi aku... aku hanya punya Juna dalam hidup aku." ucap Kila sambil menangis.


"Kamu salah Kila, aku juga perempuan yang tidak beruntung. Punya keluarga sejak lahir bukan berarti aku beruntung, karena aku anak broken home, orangtua aku bercerai karena Papa aku tukang selingkuh. Aku juga sama seperti kamu, butuh sosok laki-laki yang menyayangi aku dengan tulus. Tapi kamu tenang aja, aku gak akan merebut Juna dari kamu karena dari awal kami gak punya hubungan apa-apa, hubungan kami hubungan yang salah dan kami sudah sepakat untuk mengakhirinya. Dan kalau kamu minta aku pergi jauh dari hidup kalian, aku akan melakukan itu, tapi satu permintaan aku, tolong jaga Juna baik-baik, jadikanlah dia prioritas hidupmu." balas Sitha.


Sitha pun melepaskan tangan Kila dari tangannya lalu menenggak menenggak jus jeruk yang ia pesan.


"Aku pulang dulu. Sekali lagi semoga rencana pernikahan kalian lancar sampai hari H. Dan maaf, sepertinya aku gak bisa datang saat hari pernikahan kalian." pamit Sitha. Sitha pun berdiri dari duduknya lalu pergi meninggalkan Kila.


Setelah Sitha pergi, Kila pun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya lalu menangis sejadi-jadinya.


"Maaf, maaf kalau aku harus egois, maaf." lirih Kila sambil menangis.


🍁 🍁 🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2