Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
69. Pergi


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Rumah Mama Ernita.


Pukul 19.00


Setelah makan malam bersama sang Mama, Sitha pun memutuskan untuk memberitahu sang Mama tentang kehamilannya.


Saat ini mereka sudah berada di ruang tengah.


"Ma, ada yang mau Sitha omongin sama Mama." ucap Sitha.


Mama Ernita yang sedang asyik menonton pun mengalihkan pandangannya dari layar televisi dan melihat kearah Sitha.


"Mau ngomong apa?" tanya Mama Ernita.


"Sitha hamil, Ma." jawab Sitha sambil menundukkan wajahnya.


Mata Mama Ernita membulat selebar-lebarnya, ia syok mendengar pengakuan Sitha.


"A-a-apa ka-kamu bi-lang? Co-coba ulang." tanya Mama Ernita.


"Sitha hamil, Ma." Sitha pun mengulang lagi kata-katanya.


Mama Ernita pun langsung menyandarkan punggungnya lemas.


"Kamu gak lagi nge-prank kan?" tanya Mama Ernita masih menolak percaya.


"Gak Ma, Sitha serius. Ini hasil USG-nya. Kemaren Sitha pergi kerumah sakit untuk periksa dan ternyata benar Sitha lagi hamil." jawab Sitha sambil menyodorkan foto USG dari dalam kantong celananya.


Mama Ernita pun mengambil foto USG itu dari tangan Sitha dan membaca keterangan yang ada di dalam foto. Di dalam foto tertulis jelas kalau foto USG itu memang milik Sitha dan janin yang ada di foto sudah masuk tiga Minggu.


Kalau usia kandungan Sitha masih tiga Minggu, berarti itu bukan ulah Daniel, mantan Sitha.


"Siapa bapaknya? Apa bapak anak itu tidak mau tanggung jawab?" tanya Mama Ernita.


Sitha diam, ia tidak mau memberitahu Mamanya siapa ayah dari anak itu.


"Sitha jawab Mama, siapa bapak anak itu? Itu bukan anak Daniel kan?"


Sitha hanya menjawab dengan anggukkan kepala.


"Terus itu anak siapa Sitha?" tanya Mama Ernita dengan nada sedikit meninggi.

__ADS_1


Sitha diam.


"Sitha jawab Mama! Itu anak siapa? Apa jangan-jangan itu anak Farel?" tanya Mama Ernita, karena setau Mama Ernita, Sitha sedang dekat dengan Farel.


Sitha menggeleng.


"Terus anak siapa?" tanya Mama Ernita.


Tok... Tok... Tok...


Tiba-tiba saja pintu rumah terketuk.


Dalam keadaan kesal Mama Ernita pun berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu.


Ternyata yang datang adalah Erick.


"Muka Mama kenapa, kok tegang gitu?" tanya Erick saat Mama Ernita membuka pintu.


"Tutup pintunya, kunci lagi!" hanya itu jawaban Mama Ernita lalu cepat-cepat meninggalkan Erick untuk kembali ke ruang tengah.


"Pasti lagi berantem nih sama Kak Sitha." lirih Erick yang melihat gelagat Mamanya. Erick pun cepat-cepat mengunci pintu rumah lalu masuk keruang tengah.


Dan benar saja dugaan Erick, sesampainya di ruang tengah, Erick melihat sang Kakak yang sedang menunduk dan Mama Ernita yang menatap Sitha dengan tatapan tajam.


"Jawab Mama, Sitha! Siapa bapak dari anak itu!" tanya Mama Ernita sekali lagi dengan suara yang sangat lantang.


"Maksudnya apa nih Ma?" tanya Erick.


"Kakak kamu hamil dan dia gak mau kasih tau siapa bapaknya." jawab Mama Ernita.


"Yang bener Kak?" tanya Erick masih kaget.


Sitha menganggukkan kepalanya.


"Apa itu anak Bang Farel?" tanya Erick.


Sitha menggeleng.


"Terus anak siapa Kak?" tanya Erick.


"Maaf kalau itu gue gak bisa kasih tau." jawab Sitha.


"Aaargh Sitha!!!! Mau kamu apa sih Sitha! Kalau kamu gak kasih tau siapa bapak anak itu terus siapa yang mau tanggung jawabin anak itu!" teriak Mama Ernita.

__ADS_1


"Apa bapak anak itu gak mau tanggung jawab makanya loe gak mau kasih tau siapa bapak anak itu?" Tanya Erick.


Sitha diam. Karena Sitha diam, Erick pun menyimpulkan kalau laki-laki yang menghamili Sitha memang tidak mau tanggung jawab.


"Brengsek! Jadi bener bapak anak itu gak mau tanggung jawab?! Siapa orangnya, biar gue datengin dia, biar gue seret dia ke hadapan loe!" geram Erick.


Sitha tetap diam.


"Apa bapak anak itu suami orang Sitha, makanya kamu gak mau kasih tau?!" tanya Mama Ernita curiga.


Sitha yang sejak tadi menunduk pun langsung mendongakkan wajahnya melihat Mama Ernita.


Melihat sorot mata Sitha, Mama Ernita pun yakin kalau laki-laki yang menghamili Sitha berstatus suami orang.


"Jadi tebakan Mama benar kalau kamu hamil anak laki-laki yang berstatus suami orang Sitha? Jadi kamu ini pelakor Sitha?!"


Sitha tidak menjawab dan hanya menangis.


"Aaargh....!!" Mama Ernita pun langsung histeris.


"Kamu sudah tahu rumah tangga Mama hancur karena pelakor dan sekarang kamu malah menghancurkan rumah tangga orang lain! Apa sih mau kamu Sitha!" teriak Mama Ernita sambil memukuli Sitha. Ia sangat kecewa dengan Sitha.


Melihat itu Erick pun langsung memisahkan Mamanya dari Sitha.


"Maafin Sitha, Ma, maafin Sitha. Sitha tau Sitha udah ngecewain Mama. Sitha akan keluar dari rumah ini biar Mama gak malu dan dapet masalah karena ulah Sitha. Sekali lagi maafin Sitha, Ma." ucap Sitha sambil menangis.


Sitha pun berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju kamarnya.


Sesampainya didalam kamar, Sitha pun mengambil koper yang sudah ia isi dengan barang-barangnya. Sebelum ia memutuskan untuk memberitahu Mamanya, Sitha sudah membuat keputusan untuk keluar dari rumah dan meninggalkan kota Jakarta dan memutuskan untuk melahirkan dan membesarkan anak yang ada dalam kandungannya sendirian tanpa memberitahu Juna.


Dengan satu koper dan satu tas jinjing di tangannya, Sitha pun keluar dari dalam kamar.


"Ma, Sitha pergi." pamit Sitha.


Mama Ernita tidak menjawab dan hanya menangis dalam pelukan Erick.


"Kak, jangan gitulah, ini semua bisa dibicarakan baik-baik. Kakak jujur aja siapa bapak anak itu, biar kita cari jalan keluarnya sama-sama." ucap Erick.


"Maaf Rick, gue gak bisa. Ini kesalahan gue, jadi biar gue yang tanggung sendiri kesalahan gue ini." jawab Sitha.


"Gue titip Mama yah." kata Sitha lagi lalu keluar dari dalam rumah.


Begitu Sitha keluar dari rumah, Mama Ernita pun semakin menangis histeris bahkan sampai pingsan.

__ADS_1


🍁 🍁 🍁


Bersambung...


__ADS_2