
🍁 Happy Reading 🍁
Juna merangkum wajah Sitha dengan kedua tangannya.
"Lihat mata gue dan bilang kalau memang loe gak punya perasaan apa-apa sama gue?" tantang Juna.
Sitha pun menatap mata Juna dalam-dalam.
"Iya, gue gak punya perasaan apa-apa sama loe! Puas loe!" jawab Sitha lantang lalu mendorong tubuh Juna agar menjauh dari tubuhnya.
Sitha pun cepat-cepat berjalan menuju pintu lalu keluar dari dalam kamar. Sitha ingin langsung pulang ke Jakarta dan meninggalkan Juna di resort itu.
Juna yang sempat mematung ditempatnya karena kaget dengan jawaban Sitha langsung mengejar Sitha yang sudah beberapa meter dari kamar.
Begitu berada di dekat Sitha, Juna langsung menangkap tangan Sitha.
"Tunggu dulu Sit, gue mau denger sekali!" ucap Juna.
Sitha pun kembali menatap mata Juna dalam-dalam lalu mengucapkan kalimat yang tadi Sitha katakan dengan lantang.
"Gue gak suka sama loe, gue gak punya perasaan apa-apa sama loe! Dan gue harap loe jangan ganggu hidup gue dan balik sama tunangan loe!" ucap Sitha sambil menepis tangan Juna lalu meneruskan langkahnya.
Juna tidak terima dengan kata-kata Sitha. Tanpa Sitha sangka saat Sitha masih beberapa langkah meninggalkannya, Juna langsung menggendong Sitha seperti mengangkat karung beras.
__ADS_1
"Aaargh... Juna turunin! Juna turunin gue!" teriak Sitha sambil meronta dan memukul-mukul punggung Juna.
Tapi Juna tidak menghiraukan rontaan Sitha dan terus membawa Sitha kembali ke kamar mereka bahkan Juna tidak memperdulikan tatapan orang yang melihat mereka.
Sesampainya di kamar barulah Juna menurunkan Sitha.
PLAK. Satu tamparan mendarat mulus di pipi Juna begitu Juna menurunkan Sitha.
"Brengsek loe! Loe tuh kenapa sih pemaksa banget jadi orang! Loe minta gue ngomong jujur, gue udah jujur tapi loe gak terima, terus mau loe apa, hah!!!" bentak Sitha.
"Karena gue tahu loe bohong Sitha!" balas Juna dengan suara tak kalah tinggi dari Sitha.
"Terserah loe deh mau percaya apa gak! Minggir loe, gue mau keluar! Gue mau pulang ke Jakarta!" ucap Sitha.
"Hemph... Hemph..." Sitha mencoba melawan. Ia memukul-mukul dan mendorong dada Juna, tapi usahanya tidak membuahkan hasil. Juna pun mendorong Sitha sampai ke sofa lalu membaringkan Sitha di atas sofa dan Juna menindih Sitha.
Karena melakukan perlawanan dengan tangan tidak berhasil, Sitha pun mencoba menendang senjata pamungkas Juna dengan dengkulnya, tapi sepertinya Juna sudah bisa membaca gerakan Sitha dan langsung membuka kaki Sitha lebar-lebar dan mengesek-gesekkan senjata pamungkasnya yang masih tertutup dua lapis celana ke bagian bawah Sitha.
Tangan Juna juga tidak tinggal diam, tangan itu juga ikut bekerja mere.mas gundukan daging Sitha dan bibir Juna beralih menciumi leher Sitha.
"Juna, please jangan kayak gini Jun. Ini sama aja loe mer.kosa gue, Jun! Gue mohon Jun, jangan kayak gini." ucap Sitha sambil menangis. Sitha sangat ketakutan, karena Juna sangat mengerikan. Sitha takut kalau dirinya terus melakukan perlawanan, yang ada Juna malah menyiksanya atau bahkan malah membu.nuh dirinya.
Mendengar tangisan Sitha, Juna pun berhenti mencium dan mere.mas tubuh Sitha dengan kasar lalu menatap mata Sitha dalam-dalam.
__ADS_1
"Gue cuma butuh pengakuan loe, Sit. Bilang kalau loe juga suka sama gue, kalau loe juga cinta sama gue. Gue gak minta banyak sama loe, tolong jadi kekasih gue selama dua hari ini Sit dan kasih kenangan indah buat gue. Gue janji setelah ini gue gak akan pernah ganggu loe. Gue ingin mengakhiri hubungan kita dengan cara yang manis, izinkan gue mencurahkan seluruh rasa sayang gue ke loe, Sit, gue mohon." balas Juna. Airmata Juna juga menetes saat memohon itu pada Sitha.
Sitha yang sejak tadi menatap Juna tahu kalau apa yang Juna katakan dari lubuk hatinya. Melihat itu, hari Sitha pun luluh dan tak sanggup untuk melakukan penolakan lagi.
Sitha pun mengakui perasaannya yang sebenarnya pada Juna.
"Gue juga cinta sama loe, Jun. Tapi gue gak berani melanjutkan perasaan gue untuk loe, karena gue tahu, gue lah yang akan tersakiti disini." ucap Sitha sambil menangis.
"Terus gue harus gimana Sit? Gue juga gak bisa ninggalin Kila untuk saat ini. Apa bisa loe nungguin gue setahun atau dua tahun lagi? Setelah itu gua akan kembali sama loe." tanya Juna.
Sitha menggeleng.
"Lebih baik kita akhiri hubungan kita Jun, gue gak mau menyakiti perasaan Kila karena gue tahu rasanya di selingkuhi itu bagaimana." jawab Sitha.
Juna pun membenamkan wajahnya di ceruk leher Sitha lalu menangis sesunggukkan disana. Begitupun dengan Sitha, ia juga menangis karena sakit dengan keputusan yang sudah ia ambil.
Saat air mata masih membasahi wajah mereka, Juna mengangkat wajahnya lalu menatap wajah Sitha.
"Gue cinta sama loe Sit, izinkan gue mencurahkan seluruh cinta yang gue miliki buat loe dan gue harap loe jangan pernah lupain kenangan kita hari ini." ucap Juna. Tanpa mendengar balasan dari Sitha, Juna pun langsung mencium bibir Sitha dengan sangat lembut.
Dan sore itu, mengakhiri hubungan mereka dengan percintaan panas yang tak akan pernah terlupakan untuk Juna dan Sitha karena percintaan mereka kali ini mereka lakukan dengan saling mencurahkan rasa cinta mereka.
🍁 🍁 🍁
__ADS_1
Bersambung...