Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
34. Persiapan Menyambut Tamu Spesial


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Begitu Sitha keluar dari gedung apartemen Juna dan sebelum Sitha pulang kerumah-nya tak lupa Sitha singgah ke apotik untuk membeli pil kontrasepsi darurat karena tadi Juna tidak memakai pengaman saat mereka bercinta.


🍁 🍁 🍁


Keesokan harinya.


Pukul 08.00


Tok.. Tok.. Tok


"Sit.. bangun Sit.. temenin Mama kepasar yuk, Nak." teriak Mama Ernita sembari mengetuk pintu kamar sang Mama.


Sementara di dalam kamar, mendengar Mama-nya sudah ribut pagi-pagi, bukannya bangun, Sitha malah menutup telinganya dengan bantal.


Dor.. Dor.. Dor..


"Sitha.. bangun.. temenin Mama kepasar yuk." teriakan dan gedoran pintu Mama Ernita semakin keras untuk membangunkan Sitha.


"Ish.. Mama apaan sih masih pagi udah ribut! Ini kan hari Minggu!" gerutu Sitha pelan.


Dor.. Dor.. Dor...


"Sitha... Bangun Nak!" sekali lagi, Mama Ernita berusaha membangunkan Sitha.


Sitha yang sudah tidak tahan dengan suara Mama-nya pun terpaksa bangun dan beranjak dari atas ranjang.


Ceklek. Sitha membuka pintu kamar-nya.

__ADS_1


"Mama kenapa sih pagi-pagi udah ribut! Sitha masih ngantuk, Ma!" protes Sitha.


"Sudah cukup tidur mu! Sekarang cuci muka, sikat gigi, ganti baju! Temani Mama kepasar!" perintah Mama Ernita.


"Gak, gak, gak! Sitha gak mau! Lagian tumben-tumbenan Mama ke pasar minta ditemenin, biasanya juga sendiri!" tolak Sitha.


"Semua bumbu-bumbu dapur dan bahan-bahan makanan udah pada habis, jadi belanjaan Mama tuh banyak, makanya Mama minta kamu temenin Mama. Udah ayo cepetan! Daripada kamu tidur terus!" jawab Mama Ernita kemudian mendesak Sitha.


"Tapi Ma-"


"Cepetan loh Sit, gak usah pake tapi-tapian gitu! Mama sekali-sekali loh minta kamu temenin." potong Mama Ernita.


Sitha menghela nafasnya kasar.


"Ya udah tunggu, Sitha cuci muka dulu." mau tidak mau Sitha pun menuruti kemauan sang Mama.


🍁 🍁 🍁


Dua jam kemudian.


Kini Sitha dan Mama Ernita sudah pulang dari pasar. Mama Ernita benar-benar membeli banyak bahan makanan.


Sesampainya di rumah, barang belanjaan Mama Ernita pun langsung di bawa kedapur.


"Sit, kupasin bawang merah dan bawang putih yah, Nak." ucap Mama Ernita sambil mengeluarkan plastik yang berisi bawang-bawangan.


Sitha yang sedang menenggak air es langsung tersedak mendengar perintah Mama-nya.


"Uhuk.. uhuk... uhuk..."

__ADS_1


"Mama nyuruh apa?" tanya Sitha setelah berhenti batuk.


"Kupasin bawang." jawab Mama Ernita dengan santai-nya.


"Yang bener aja Ma! Sitha udah temenin Mama kepasar, masa sekarang disuruh potongin bawang! Gak akh, Sitha mau mandi, gerah nih!" tolak Sitha.


"Nanti aja mandinya setelah bantuin Mama masak! Udah sana cepetan!" tegas Mama Ernita.


Daripada Mama-nya mengomel, mau tidak mau Sitha pun mengerjakan tugas dari Mama Ernita.


Sitha pun mengambil plastik yang berisi bawang-bawangan lalu mengeluarkan beberapa siung bawang merah dan bawang putih.


"Segini cukup, Ma?" tanya Sitha sembari menunjukkan bawang merah dan bawang putih yang sudah Sitha masukkan kedalam wadah.


"Kurang itu! Nih segini." Mama Sitha pun langsung menggrauk bawang merah satu kepal tangannya lalu mengambil dua bonggol bawang putih dan dua siung bawang bombay.


"Tuh segitu. Udah kupasin semua." Perintah Mama Ernita.


"Banyak banget Ma! Mama mau masak apa emangnya?" tanya Sitha heran. Kalau hanya memasak untuk dirinya dan sang Mama harusnya tidak segitu banyaknya bawang yang di gunakan.


"Masak yang enak-enak. Hari ini Mama lagi rajin, jadi Mama mau masak tiga menu makanan. Udah cepet kupas dan jangan banyak tanya lagi! Kalau kamu banyak tanya, Mama suruh bantu Mama masak sekalian!" ancam Mama Ernita karena Mama Ernita sangat tahu kalau Sitha paling anti memasak, bahkan untuk memasak mie instan atau goreng telur saja, kalau ada Mama-nya dirumah pasti Mama-nya yang disuruh tapi kalau tidak ada Mama-nya barulah ia turun tangan sendiri, itupun memasak sesimple-simple mungkin.


Sitha hanya menghela nafasnya kasar. Mau tidak mau ia pun mengupasi bawang yang sudah Mama Ernita takar untuk di kupas. Tidak usah ditanya lagi bagaimana pedihnya mata Sitha.


Melihat Sitha yang mengupas bawang sampai berlinang air mata karena pedihnya, Mama Ernita hanya tersenyum tipis. Setidaknya dalam tiga menu masakan yang akan ia masak ada bau-bau tangan Sitha di dalam-nya. Karena sebenarnya tiga menu masakan yang hendak Mama Ernita masak adalah makanan untuk menyambut tamu spesial, siapa lagi tamu spesial itu kalau bukan Abang temannya Erick. Mama Ernita berharap dengan adanya bau-bau tangan Sitha, Abang temannya Erick itu jadi tertarik dengan Sitha.


🍁 🍁 🍁


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2