
🍁 Happy Reading 🍁
Tak lama pramusaji pun datang membawa kompor kecil beserta dengan grill pan-nya dan dua porsi daging serta nasi yang Sitha dan teman-temannya pesan.
"Mbak, satu porsi lagi yah." ucap Juna.
"Baik Pak." jawab pramusaji itu.
Setelah meletakkan semua bahan-bahan diatas meja, pramusaji itu pun pergi.
"Oh... iya ini siapa? Apa ini karyawan Gardana Group juga? Maaf, saya tidak hapal semua karyawan saya." tanya Juna pada karyawan-nya sambil menunjuk Farel.
"Bukan Pak, ini teman saya." Sitha yang menjawab.
"Oh..." Juna membulatkan mulutnya.
"Kenalkan, saya Farel." ucap Fare sambil menjulurkan tangannya ke hadapan Juna.
Juna pun membalas uluran tangan Farel.
"Juna." balas Juna.
"Kerja dimana?" tanya Juna yang belum tahu apa pekerjaan Farel.
"Hanya kuli, Pak." jawab Farel merendah.
__ADS_1
"Kuli dimana?" tanya Juna dengan tatapan remeh pada Farel.
"Kuli tambang, Pak." jawab Farel.
"Oh... berarti pake helm kuning lah yah." balas Juna.
Farel terkekeh kecil mendengar pertanyaan Juna.
"Kebetulan saya kerja-nya gak pake helm, Pak-" belum juga Farel selesai bicara, Juna langsung memotong kata-kata Farel.
"Oh... Berarti kamu kerja di tambang ilegal? Woah... bahaya itu, itu sama aja dengan pencurian." ucap Juna sambil melirik Sitha.
Mendengar itu Sitha langsung memberi tatapan tajam pada Juna. Kelihatan sekali Juna ingin menjatuhkan harga diri Farel di depan anak magang yang lainnya.
Yang tadinya Farel hanya terkekeh kecil, sekarang Farel malah tertawa. Sambil tertawa, Farel sambil mengeluarkan kartu namanya dari dalam dompet.
Juna pun mengambil kartu nama itu dari tangan Farel lalu membaca nama dan jabatan serta perusahaan yang tertera dalam kartu nama.
Wajah Juna seketika memerah melihat jabatan dan perusahaan Farel dimana Farel adalah wakil CEO perusahaan tambang yang cukup besar.
"Oh... jadi wakil CEO yah, pantas aja gak pake helm." ucap Juna pelan.
"Kebetulan Papa saya CEO-nya." balas Farel.
"Woah... Mbak Sitha keren ikh, sekali bergerak langsung dapet wakil CEO." celetuk anak magang pertama.
__ADS_1
"Tambang lagi." timpal anak magang ketiga.
Tanpa anak magang pertama dan ketiga sadari kalau ucapan mereka sudah membuat Juna kebakaran jenggot.
Melihat wajah kesal Juna saat mendengar kata-kata teman-temannya, Sitha pun tersenyum malu-malu untuk membuat Juna makin kepanasan.
Tak lama pramusaji pun datang membawa satu porsi daging pesanan Juna. Keempat anak magang pun bergantian untuk menggrill.
Sepanjang makan siang, mata Juna tak henti-hentinya melirik Farel dan Sitha yang kelihatan sangat mesra dan itu membuat Juna kesal.
🍁 🍁 🍁
Gardana Group.
Juna sudah lebih dulu sampai di Gardana Group. Sesampainya Gardana Group, Juna tidak langsung naik ke ruangannya melainkan pergi ke ruang cctv, untuk apalagi kalau bukan untuk memantau kedatangan Sitha dan keempat anak magang lainnya yang pulang bersama dengan Farel.
Juna tadi keluar lebih dulu dari restoran grill karena sudah tidak tahan melihat ke-uwu'an Farel dan Sitha.
Lima belas menit kemudian, mobil yang ditunggu-tunggu Juna pun tiba juga di depan lobi. Keempat anak magang pun turun dari dalam mobil begitu mobil berhenti tapi tidak dengan Sitha, Sitha baru turun dari mobil lima menit setelah teman-temannya turun. Dan itu membuat otak Juna traveling kemana-mana. Gara-gara pikirannya sendiri, api cemburu yang sedang membakar hati Juna pun semakin berkobar.
Padahal yang sebenarnya terjadi di dalam mobil dengan Sitha dan Farel tidak seperti yang di pikirkan Juna.
Mereka hanya mengobrol biasa dan Farel mengatakan akan menjemput Sitha nanti saat pulang bekerja.
🍁 🍁 🍁
__ADS_1
Bersambung...