
🍁 Happy Reading 🍁
Kini mobil Juna sudah keluar dari halaman rumah orangtua Juna.
Sambil menyetir, sesekali Juna melirik kearah Sitha.
"Kenapa? Kok muka loe masih tegang gitu?" tanya Juna karena melihat wajah Sitha yang tegang.
"Jun, kayaknya gak usah dulu deh ke rumah nyokap gue." ucap Sitha.
"Kenapa, loe takut? Kan ada gue. Tadi aja lancar-lancar aja kan." tanya Juna.
"Gue masih belum siap aja. Jadi kita balik aja ke hotel." jawab Sitha.
Juna terdiam. Padahal Juna ingin masalah segera terselesaikan dan Juna bisa langsung menikahi Sitha.
Tapi Juna juga mencoba memahami yang di rasakan Sitha.
"Oke, kita balik ke hotel. Tapi kita makan siang dulu yah. Kasihan anak gue pasti udah kelaparan." balas Juna dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Sitha.
🍁 🍁 🍁
Hotel
Pukul 21.00
Ceklek. Juna membuka pintu kamar mandi dan berjalan mendekati Sitha yang sedang duduk di depan meja rias dan sedang memakai skincare-nya.
__ADS_1
"Skincare yang loe pake itu boleh gak untuk ibu hamil?" tanya Juna.
Mendadak Sitha berhenti mengoleskan serum di wajahnya lalu mengambil kotak skincare untuk membaca keterangannya.
"Gak tau. Disini gak ada keterangannya. Tapi kayaknya sih aman." jawab Sitha lalu meneruskan mengoleskan serum.
Tiba-tiba Juna merebut skincare dari tangan Sitha.
"Eh... Apa-apaan sih loe! Balikan gak!" omel Sitha sambil meraih skincare dari tangan Juna.
"Jangan di pake lagi. Besok kita ke dokter kandungan tanya apa skincare ini boleh di pake sama ibu hamil. Kalau gak boleh, kita tanya apa skincare yang boleh di pake buat ibu hamil." ucap Juna.
"Cih... protektif banget sih loe!" dumel Sitha.
"Ya jelas lah, orang anak gue ada di dalem perut loe! Jadi sekarang apa-apa yang loe pake di badan loe, apa yang loe makan, harus gue saring dulu, biar anak gue di dalam sehat!" jawab Juna.
"Cih!" decih Sitha sambil memutar bola matanya malas.
"Eh... Loe mau ngapain?" pekik Sitha.
"Cuci muka loe!" jawab Juna.
"Tapi gue udah cuci muka tadi." balas Sitha.
"Cuci lagi! Loe kan udah sempet make serum tadi." balas Juna.
Sitha pun pasrah. Sesampainya di kamar mandi, Juna langsung membasuh wajah Sitha.
__ADS_1
Setelah mencuci wajah Sitha, Juna pun mendudukkan Sitha di wastafel lalu mengambil handuk kemudian mengeringkan wajah Sitha.
Bukannya senang dengan apa yang di lakukan Juna, Sitha malah cemberut.
"Ini buat kesehatan anak kita, Sit." ucap Juna yang paham kenapa wajah Sitha cemberut.
"Lebay!" balas Sitha.
"Terserah. Yang penting gue ngelakuin tanggung jawab gue sebagai seorang ayah dan suami buat kalian berdua." jawab Juna.
Sitha menatap dalam-dalam mata Juna.
"Gak usah terharu." ucap Juna lagi saat menyadari tatapan Sitha.
"Cih! Siapa juga yang terharu. Gue cuma lagi mikir aja, selain gue sama Kila ada berapa perempuan lagi yang jadi korban ucapan manis loe." balas Sitha.
"Enak aja, loe kira gue playboy. Kalau gue gak ketemu sama loe, sampai sekarang mungkin gue masih sama Kila." balas Juna.
Tanpa Juna sadari kalau kata-katanya menyinggung perasaan Sitha.
"Jadi loe nyesel ketemu sama gue? Ya udah cari aja sana Kila! Gue butuh pertanggung jawaban loe!" ucap Sitha sambil turun dari wastafel lalu keluar dari dalam kamar mandi.
Juna mengernyitkan keningnya dalam-dalam.
"Kenapa dia? Emangnya gue salah ngomong." gumam Juna bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Juna pun keluar dari kamar mandi dan menghampiri Sitha yang sudah naik diatas ranjang.
__ADS_1
🍁 🍁 🍁
Bersambung...