Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
81. Pertemuan Di Mall


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Kalimantan.


Pukul 17.00 WITA.


Sekarang Juna sudah berada di bandara Samarinda. Meski lama penerbangan Jakarta-Kalimantan kurang lebih dua jam, tapi karena sekarang Juna sudah berada di Kalimantan, otomatis jam digital di ponsel Juna langsung berubah ke jam WITA. Jam WITA lebih cepat satu jam dari jam WIB.


Dengan menggunakan taksi bandara, Juna pun langsung pergi ke alamat Neva yang di berikan Erick.


KRIIING...


Tiba-tiba saja ponsel Juna berdering.


Ternyata panggilan masuk dari Kila.


"Astaga!!! Kok gue lupa sama Kila?!" pekik Juna yang baru teringat dengan Kila.


Juna pun menggeser tombol hijau di layar ponselnya.


"Halo Kila." jawab Juna.


"Kamu jam berapa nanti kerumah sakit, Jun?" tanya Kila.


"Ummm... kayaknya hari ini aku gak ke rumah sakit dulu deh Kil, aku ada urusan mendadak di Surabaya." jawab Juna berbohong.


"Oh... ya udah kalau gitu." balas Kila pura-pura tidak tahu padahal Kila tahu alasan Juna tidak ke rumah sakit karena sedang mencari Sitha.


"Gak pa-pa kan?" tanya Juna.


"Iya Jun, gak pa-pa. Kan disini banyak perawat jadi kamu bisa tenang." jawab Kila.

__ADS_1


"Ya udah. Aku tutup yah teleponnya." ucap Juna.


"Iya. Kamu jangan lupa makan yah Jun." balas Kila.


"Mmm..." jawab Juna.


Juna pun langsung menutup panggilan telepon Kila lalu menghela nafasnya kasar.


"Untung Kila gak curiga." gumam Juna.


🍁 🍁 🍁


Sementara di tempat lain, dari pagi sampai jam lima sore WITA, Sitha dan Neva terus berkeliling mencari pekerjaan untuk Sitha.


Dealer motor yang Neva katakan pada Sitha ternyata tidak mau menerima perempuan hamil. Jadi terpaksa mereka mencari pekerjaan di tempat lain hari itu juga mumpung Neva tidak bekerja, demi menemani Sitha mencari pekerjaan, Neva rela minta izin satu hari.


Dan disini lah Sitha dan Neva sekarang, di salah satu mall terbesar di kota Samarinda. Karena tidak tau lagi mau mencari pekerjaan dimana lagi, Sitha pun memutuskan untuk mencarinya di mall, manatau saja ada toko yang berbaik hati menerima Sitha yang sedang dalam keadaan hamil.


Karena lelah berkeliling, Sitha dan Neva pun memutuskan untuk istirahat sejenak di salah satu gerai ayam goreng.


"Kayaknya emang gak ada yang mau deh nerima ibu hamil, Va." ucap Sitha.


"Ya kalau gak ada yang mau, loe gak usah kerja dulu, tunggu sampe anak loe lahir aja. Kalau anak loe udah lahir, nanti gue bantu loe masuk ke tempat kerja gue." jawab Neva.


"Terus biaya persalinan gue nanti gimana?" tanya Sitha.


"Ada asuransi kesehatan kan? Ya pake itu ajalah, toh sama aja kok pelayanannya." jawab Neva.


"Terus untuk beli keperluan baby? Untuk biaya hidup gue gimana? Kalau gue gak kerja, uang tabungan gue bisa habis Va, padahal gue udah perhitungkan uang tabungan gue, yah buat beli keperluan baby." balas Sitha.


"Heloooow Sitha!!! Yang di depan loe ini loe anggap apa, hah?" balas Neva.

__ADS_1


"Kan ada gue, udah lah gak usah loe pikirin buat biaya hidup loe, sampe loe kerja lagi nanti. Gue yang akan tanggung semua keperluan loe. Anggap aja lah, gue ini suami loe sekarang, hahahaha...." jawab Neva.


"Ck... tetepa aja gue gak enak, loe juga kan masih ada tanggungan di Jakarta, belum lagi disini loe juga harus bayar kontrakan, bayar air, listrik, belum lagi buat beli kebutuhan dapur dan lain-lain." balas Sitha.


"Udah loe gak usah pikirin itu, kita temenan udah lama banget, jadi gak usah pake kalkulator lagi." balas Neva.


"Udah cepetan makan, habis itu kita mampir ke supermarket buat beli susu ibu hamil, ponakan gue butuh nutrisi biar pinter." kata Neva lagi.


"Makasih yah Va." balas Sitha.


Neva dan Sitha pun meneruskan makan mereka. Saat sedang makan, tak sengaja Neva melihat bos-nya bersama asisten dan dua orang karyawan hendak melewati gerai ayam goreng tempat Neva dan Sitha makan sekarang.


Neva pun cepat-cepat menundukkan wajahnya agar tidak kelihatan oleh dua karyawan yang berjalan bersama si bos, maklum saja dua karyawan itu mengenali Neva. Kalau dua karyawan itu tidak ada sih tidak jadi masalah bagi Neva, karena boss-nya itu tidak mungkin mengingat para karyawannya.


Sayangnya salah satu karyawan itu melihat Neva.


Pak Andi, karyawan yang melihat Neva pun menyapa Neva.


"Loh... Bu Neva." sapa Pak Andi.


Saat Pak Andi menyapa Neva, sontak si bos, asisten dan karyawan lainnya ikut menoleh ke arah Neva.


Mau tidak mau Neva pun menoleh ke arah Pak Andi.


"Eh... Pak Andi." balas Neva.


Sitha yang duduknya membelakangi jalan pun ikut menoleh ke belakang.


Mata Sitha langsung membulat kala melihat siapa yang ada di belakangnya.


🍁 🍁 🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2