
🍁 Happy Reading 🍁
Jakarta.
Rumah sakit.
Pukul 16.00 WIB
Setelah menghubungi Juna, Kila yang tahu kalau Juna sedang mencari Sitha hanya bisa menangis.
Setelah cukup lama menangis, akhirnya Kila pun mengambil sebuah keputusan yang menurutnya terbaik untuk semuanya. Ia memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Juna dan pergi dari hidup Juna.
Kila pun meminta secarik kertas dan selembar amplop pada perawat lalu menuliskan pesan terakhir untuk Juna lalu menitipkan surat itu pada perawat.
"Sus, apa dokter yang menangani saya ada?" tanya Kila pada perawat yang Kila titipi surat untuk Juna.
"Jam enam nanti dokter Ibnu baru datang, Bu." jawab perawat.
"Bisa di telepon sekarang? Ada yang ingin saya bicarakan dengan dokter yang menangani saya disini." pinta Kila.
"Baik Bu, saya coba tanya kan dulu yah." balas perawat.
Perawat pun mengeluarkan ponselnya dari dalam saku seragam perawatnya lalu menghubungi dokter Ibnu.
Ternyata dokter Ibnu mau memenuhi permintaan Kila.
"Ditunggu yah Bu, dokter Ibnu sebentar lagi datang." ucap perawat.
Setengah jam kemudian.
__ADS_1
Sekarang dokter Ibnu sudah berada di kamar rawat Kila.
"Ada apa? Apa kamu sudah membuat keputusan kapan bisa di lakukan operasi?" tanya dokter Ibnu.
Kila menganggukkan kepalanya.
"Tapi saya tidak akan melakukan operasi di rumah sakit ini dok. Tidak pa-pa kan?" jawab Kila.
Dokter Ibnu hanya tersenyum tipis.
"Tidak jadi masalah, mau dimana pun kamu mau di operasi asalkan kamu harus segera melakukan operasi pengangkatan rahim." jawab dokter Ibnu.
"Kalau boleh tau di rumah sakit mana nanti kamu mau melakukan operasi? biar saya buat surat rujukannya. Apa di Singapura?" tanya dokter Ibnu.
Kila menganggukkan kepalanya.
"Iya dok, rencananya saya mau melakukan operasi disana." jawab Kila.
"Nanti? Apa tidak bisa sekarang dok? Sekalian saya juga ingin keluar dari rumah sakit." tanya Kila.
"Tapi kondisi kamu belum pulih, mungkin lusa kamu baru boleh keluar dari rumah sakit." jawab dokter Ibnu.
"Tapi saya ingin keluar sekarang dok dan ingin langsung ke Singapura." mohon Kila.
Dokter Ibnu menghela nafasnya kasar.
"Kalau begitu saya beritahu Pak Juna dulu yah." balas dokter Ibnu.
"Jangan dok! Jangan kasih tau pacar saya." larang Kila.
__ADS_1
"Kenapa? Pak Juna kan sudah menitipkan kamu sama saya dan perawat di sini, jadi apapun tindakan yang akan kami lakukan pada kamu, kami harus memberitahu Pak Juna."
"Sedang ada masalah di perusahaannya dan sekarang Juna sedang ada di Surabaya, jadi saya gak mau menambah pikirannya. Lagipula keputusan saya ingin operasi di Singapura juga atas permintaan keluarga saya, kebetulan keluarga saya sedang ada di Singapura sekarang dan mereka meminta saya segera pergi kesana. Jadi nanti biar keluarga saya saja yang memberitahu pacar saya." jawab Kila.
"Tapi-"
"Please dok. Saya benar-benar gak mau menambah beban pikiran pacar saya." mohon Kila dengan wajah memelas.
"Baiklah kalau begitu." akhirnya dokter Ibnu pun mengalah.
"Sus, tolong siapkan surat-surat yang harus di tanda tangani pasien." perintah dokter Ibnu.
"Baik dok." balas si perawat.
"Kalau begitu, saya buatkan dulu surat rujukannya yah.
"Iya dok." balas Kila.
Dokter Ibnu dan perawat pun keluar dari kamar rawat Kila.
Tak sampai dua jam Kila pun keluar dari rumah sakit itu. Tapi tujuannya setelah keluar dari rumah sakit itu bukanlah ke rumah sakit di Singapura seperti yang Kila katakan tadi pada dokter Ibnu, melainkan pergi ke rumah sakit tempat pertama kali Kila mengetahui penyakitnya.
Sengaja memang Kila berbohong pada dokter Ibnu, agar tidak ada yang tahu kalau Kila masih ada di negara itu.
🍁 🍁 🍁
**Bersambung...
Mampir juga yuk di karya baru Miss : Kekasih Rahasia Sang Selebgram.
__ADS_1
Ditunggu yah disana, terimakasih 🙏**