Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
74. Akhirnya Juna Tau


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Satu jam kemudian Juna pun kembali ke rumah sakit dan langsung berjalan menuju ruang penanganan dimana Kila masih dirawat disana.


Juna masuk sebentar untuk melihat kondisi Kila yang saat ini masih belum sadarkan diri kemudian keluar lagi lalu berjalan menuju meja perawat.


"Sus, apa gak ada keluarga pacar saya yang dateng?" tanya Juna.


"Gak ada Pak, gak ada siapa-siapa yang datang." jawab perawat.


Juna menghela nafasnya kasar. Padahal Juna sudah menghubungi orangtua Kila dan memberitahu kondisi Kila pada mereka, tapi nampaknya orangtua Kila sama sekali tidak peduli.


Juna pun kembali kedepan ruang penanganan dan duduk disana. Juna pun menimbang-nimbang apa ia harus memberitahu orangtuanya untuk membantu menjaga Kila dirumah sakit karena ia ingin pergi kekantor.


Dan akhirnya Juna pun memutuskan untuk menelpon Mamanya dan meminta tolong Mamanya untuk menjaga Kila. Namun, saat Juna baru membuka layar ponselnya tiba-tiba seorang perawat menghampiri Juna.


"Apa bapak keluarga dari pasien yang bernama Shakila?" tanya perawat itu.


"Iya, saya pacarnya." jawab Juna.


"Orangtua Saudari Shakila dimana yah, Pak?" tanya perawat.

__ADS_1


"Orangtuanya sedang dalam perjalanan dari luar kota." jawab Juna berbohong.


"Memangnya ada apa yah sus?" Tanya Juna.


"Dokter ingin menyampaikan tentang kondisi saudari Shakila." jawab perawat.


"Ya sudah sama saya saja. Orangtuanya sudah menitipkan Shakila untuk saya jaga sampai orangtuanya datang." balas Juna.


"Ya sudah, mari ikut saya kalau begitu Pak." ucap perawat.


Perawat itu pun berjalan lebih dulu menuju ruang dokter dan diikuti Juna dari belakang.


🍁 🍁 🍁


Sekarang Juna sudah duduk di kursi depan meja dokter.


"Bapak ini pacarnya Saudari Shakila kan?" tanya dokter.


"Iya dok." jawab Juna.


"Mmm... apa selama pacaran Bapak tau penyakit pacar bapak?" tanya dokter.

__ADS_1


"Penyakit?" lirih Juna sambil mengernyitkan keningnya.


"Setau saya Kila gak punya penyakit apa-apa dok. Selama ini dia sehat, baru-baru ini juga dia baru pergi ke Italia ikut kontes balerina disana." jawab Juna.


"Memangnya ada apa yah dok?" tanya Juna penasaran apalagi melihat ekspresi wajah dokter yang tidak enak, Juna yakin ada sesuatu yang tidak beres.


"Jadi begini Pak. Setelah kami memeriksa melakukan pemeriksaan, kami menemukan tumor di rahim Shakila dan dari obat yang Bapak berikan tadi, setelah kami periksa itu adalah obat pereda nyeri untuk penderita tumor ganas dan kanker. Dengan kata lain kalau saat ini ada tumor ganas yang bersarang di rahim pacar bapak." jawab dokter itu.


Mata Juna membulat lebar.


"Tu-tu-tumor ganas dok? Jadi..."


"Jadi rahim Saudari Shakila harus segera diangkat agar tumornya tidak menyebar. Dari obat yang Bapak kasih tadi, saya yakin kalau pacar bapak sudah melakukan pemeriksaan di rumah sakit lain dan tau tentang penyakitnya karena obat itu obat keras dan hanya bisa ditebus dengan resep dokter." sambung dokter itu.


Juna menghela nafasnya kasar sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.


"Nanti saya akan tanyakan pacar saya dok dimana dia periksa sebelumnya. Untuk sekarang pacar saya di rawat disini saja dulu sampai keadaannya benar-benar pulih." ucap Juna.


"Baik Pak. Tapi nanti saat Bapak bertanya tolong hati-hati, karena saya yakin pacar bapak sengaja menyembunyikan ini dari Bapak karena tidak ingin mengecewakan Bapak." balas dokter.


"Iya dok saya paham." balas Juna. Setelah itu Juna pun keluar dari dalam ruangan dokter dan kembali ke ruang penanganan.

__ADS_1


🍁 🍁 🍁


Bersambung...


__ADS_2