Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
70. Minta Bantuan Neva


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Hotel.


Karena tidak tau mau kemana, Sitha pun memutuskan untuk menginap sementara di hotel sampai ia menemukan tempat tujuan yang tepat.


Sesampainya di hotel, Sitha membuka-buka kontak teleponnya untuk menanyakan teman-temannya yang kerja di luar kota apakah ada lowongan pekerjaan yang mereka tahu di tempat mereka berada.


Sayangnya dari semua teman yang ia tanya mengatakan tidak ada lowongan pekerjaan yang mereka tahu. Bahkan banyak dari teman-teman Sitha yang terancam terkena PHK akibat resesi keuangan dunia.


"Gue harus gimana sekarang? Kalau gue tetap di Gardana Group pasti nanti Juna tau kalau gue lagi hamil, tapi kalau gue pergi tanpa dapet pekerjaan baru, gue takutnya nganggurnya kelamaan sementara gue harus ngumpulin uang buat biaya hidup gue dan anak gue." monolog Sitha.


Sampai akhirnya Sitha memutuskan untuk meminta tolong pada Neva, sahabatnya yang bekerja di Kalimantan. Tadinya Sitha tidak mau meminta tolong pada Neva karena Kalimantan terlalu jauh untuknya, Sitha mau tetap berada di Pulau Jawa saja.


"Kayaknya gak ada pilihan lain deh selain nanya Neva." monolog Sitha lagi.


Sitha pun menghubungi Neva.


Setelah beberapa kali nada sambung, akhirnya Neva pun menjawab telepon Sitha.


"Halo Sit." jawab Neva.


"Lama banget loe ngangkat telepon gue?" tanya Sitha.

__ADS_1


"Sorry, gue baru selesai mandi. Ada apa?"


"Va, gue bisa minta tolong gak sama loe."


"Tolong apa?"


"Cariin gue kerjaan Va disana."


"Dih... tumben loe mau kerja di luar Jawa?" tanya Neva.


"Ada hal yang gak bisa gue ceritain lewat telepon Va. Jadi sekarang, gue minta tolong banget sama loe cariin gue kerjaan disana, gue harus pergi dari Pulau Jawa secepatnya." jawab Sitha.


"Buronan loe makanya mau pergi secepatnya?"


"Iya terus kenapa?"


"Gue hamil Va."


"Whaaaat?!?!?! Serius loe Sit? Jangan becanda akh!" kaget Neva.


"Gue serius Va. Makanya gue bilang gue gak bisa jelasinnya di telepon." jawab Sitha.


Neva tidak mau banyak bertanya lagi, kalau Sitha sudah bilang tidak bisa di jelaskan di telepon itu artinya masalahnya sangat pelik.

__ADS_1


"Tapi nyokap loe tau masalah ini?" tanya Neva.


"Udah. Nyokap gue kecewa banget. Gue gak mau buat malu nyokap gue, makanya gue keluar dari rumah dan mantap ninggalin kota ini. Sebelum gue nelpon loe, gue udah tanya sama temen-temen yang lain yang kerja di luar kota, tapi gak ada lowongan dimana-mana dan harapan terakhir gue cuma loe Va, tolong bantu gue." jawab Sitha.


"Dalam keadaan loe hamil kayak gini pasti susah Sit dapet kerjaan, tapi gue akan usahain semaksimal gue nyariin loe kerjaan, tapi loe janji yah jangan milih-milih kerjaan dulu." ucap Neva.


"Ya iyalah Va, gue juga tau diri masa dalam keadaan kayak gini gue milih-milih kerjaan." balas Sitha.


"Ya udah besok gue kabarin loe lagi yah. Loe jangan putus asa dan jangan berbuat nekat! Paham kan loe?"


"Iya bestie. Makasih Va." jawab Sitha.


"Ya udah, istirahat sana loe." balas Neva.


"Ya udah, gue tutup yah teleponnya." ucap Sitha.


Sitha pun menutup teleponnya.


Perasaan Sitha sedikit lega sekarang setelah menghubungi Neva, setidaknya sekarang Sitha bisa berharap kalau dirinya bisa pergi dari kota ini karena Sitha tau kalau sahabatnya itu pasti akan mengusahakan yang terbaik untuk dirinya, tidak peduli pekerjaan apa yang akan ia dapatkan di Kalimantan nanti.


🍁 🍁 🍁


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2