Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
61. Bertahan Walau Sakit


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Dua hari kemudian.


Jakarta.


Pukul 17.00


Kini Juna dan Sitha sudah kembali ke Jakarta. Dengan menggunakan taksi bandara, Juna mengantar Sitha ke rumah Mama Ernita karena mobil yang Juna pakai saat ke bandara dua hari lalu sudah di bawa pulang supir kantor.


Dan disinilah taksi itu sekarang, di depan rumah Mama Ernita.


"Sit, makasih yah atas dua hari ini. Gue bener-bener bahagia." ucap Juna sambil memegang tangan Sitha.


"Sama-sama Jun, gue juga bahagia." balas Sitha.


"Kalau loe berubah pikiran mau nunggu gue, hubungi gue, gue akan usahakan dari sekarang." ucap Juna.


"Gua gak janji Jun akan berubah pikiran tapi akan gue coba pikirin." jawab Sitha.


"Gue turun yah, jaga diri loe baik-baik. Loe harus bahagia Jun." ucap Sitha.

__ADS_1


"Loe juga Sit, jaga diri loe baik-baik. Jangan sungkan-sungkan ngomong sama gue kalau loe butuh bantuan gue, gue pasti bantuin loe." balas Juna.


"Seperti kemauan loe, gue akan pindahin loe ke kantor cabang, mungkin besok atau lusa kepala cabang akan ngomong sama loe." kata Juna lagi dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Sitha.


Tanpa bicara apa-apa lagi, Sitha pun turun dari dalam taksi. Setelah melihat Sitha masuk kedalam rumah barulah Juna menyuruh supir taksi melajukan mobilnya.


Sesampainya di dalam rumah, Sitha langsung di sambut dengan segudang pertanyaan dari Mama Ernita tentang liburan Sitha, tapi Sitha tidak menjawab dan terus berjalan masuk kedalam kamarnya lalu mengunci pintu kamarnya. Ia terlalu lelah menjawab pertanyaan-pertanyaan mamanya.


Sesampainya di dalam kamar, Sitha langsung merebahkan dirinya kasar di ranjang lalu mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya lalu mengaktifkan ponsel itu. Sudah dua hari sejak Sitha dah Juna di Bali, Sitha menonaktifkan ponsel-nya begitupun dengan Juna, dia juga menonaktifkan ponsel-nya agar tidak ada yang mengganggu mereka yang sedang mengukir kenangan terakhir.


Begitu Sitha mengaktifkan kembali ponselnya, banyak sekali pesan masuk dari Farel. Sitha pun membaca satu persatu pesan dari Farel.


Sitha hanya bisa menghela nafasnya kasar membaca pesan itu. Sekarang Sitha merasa bersalah pada Farel karena sudah membuat Farel berharap padanya.


Sitha sudah membulatkan niatnya untuk tidak menikah dan hanya akan fokus bekerja. Setelah memblokir nomor Farel, tiba-tiba Sitha teringat kalau dirinya belum membeli pil kontrasepsi darurat. Sitha pun cepat-cepat beranjak dari atas ranjang. Namun, saat dirinya hendak keluar dari kamar Sitha teringat kembali kalau saat ini dirinya tidak sedang dalam masa subur.


"Gak lah gak minum pil kondar orang lagi gak masa subur, jadi gak bakalan jadi. Kan sama Daniel dulu juga begitu, kalau lagi gak masa subur gak minum pil gak pernah masalah." gumam Sitha. Sitha pun kembali berjalan mendekati ranjang dan merebahkan tubuhnya.


🍁 🍁 🍁


Apartemen Juna.

__ADS_1


Kini Juna sudah sampai di apartemennya, begitu masuk kedalam apartemen, ia langsung disambut dengan pelukan oleh Kila. Selama dua hari ini Kila dengan setia menunggu kepulangan Juna diapartemen. Kila tahu kalau Juna pergi dengan Sitha tapi saat Juna pulang, Kila memutuskan untuk pura-pura tidak tahu dan tetap memeluk Juna.


"Aku tahu pasti kamu akan pulang." ucap Kila.


"Sekarang aku gak akan kemana-mana Kil, aku akan tetap disampingmu." balas Juna sambil mengelus kepala Kila.


Setelah beberapa menit saling berpelukan, perlahan Juna melepaskan tangan Kila yang sedang memeluknya.


"Aku mandi dulu yah." ucap Juna.


"Berendam?" tanya Kila dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Juna.


"Biar aku siapin air di bathub. Sekalian aku pasanging aroma terapinya dulu, biar kamu lebih relaks." ucap Kila.


"Gak usah Kil." tolak Juna.


"Gak pa-pa Jun." balas Kila. Tanpa ingin mendengar penolakan dari Juna lagi, Kila pun berjalan menuju kamar Juna lalu masuk kedalam kamar mandi.


Kila pun mengatur suhu air terlebih dahulu lalu mengisi air yang sudah hangat kedalam bathub. Sambil menunggu air penuh, Kila pun menyalakan aroma terapi dan setelah air penuh barulah Kila menuangkan sabun cair yang sangat banyak kedalam bathub. Sambil menuangkan sabun, airmata Kila yang sejak tadi ia tahan saat dalam pelukan Juna pun tumpah begitu saja. Kila berharap sabun yang Kila tuangkan bisa menghilangkan aroma Sitha dari tubuh Juna. Karena saat Kila memeluk Juna tadi aroma parfum Sitha sangat kuat tercium hidung Kila.


Kila harus tetap bertahan dengan Juna walaupun Kila tahu itu akan menyakiti dirinya sendiri, karena yang Kila punya hanya Juna.

__ADS_1


🍁 🍁 🍁


Bersambung...


__ADS_2