Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
85. Aku Tanggung Jawab, Ayo Pulang!


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


"Juna..." lirih Sitha.


Juna pun berjalan mendekati Sitha, Farel dan Neva.


"Ngapain loe disini?" tanya Sitha begitu Juna berdiri di hadapannya.


"Ayo pulang." Ajak Juna.


"Memangnya loe siapa ngajak-ngajak gue pulang! Rumah gue disini sekarang." jawab Sitha.


"Loe yang paling tau gue siapa dan alasan kenapa gue ngajak loe pulang! Nyokap loe sakit, dia stres mikirin loe. Jadi ayo ikut gue pulang!" balas Juna.


"Nyokap gue itu urusan gue, gak ada urusannya sama loe! Jadi loe gak usah ikut campur urusan keluarga gue! Mending loe urus aja pernikahan loe sama Kila!" balas Sitha.


Mendengar ucapan Sitha pada Juna, Farel yang mendengar itu jadi curiga kalau ayah dari anak yang di kandungan Sitha adalah Juna.


"Ayo Va!" Sitha menarik tangan Neva.


"Minggir loe!" lalu mendorong tubuh Juna agar memberinya jalan. Tapi sayangnya Juna langsung menarik tangan Sitha.


"Lepas!" ronta Sitha.


Melihat itu, Farel yang ada di dekat Sitha dan Juna langsung menyentak tangan Juna hingga tangan Sitha terlepas dari tangan Juna.


Begitu tangan Sitha terlepas dari tangan Juna, Farel langsung menarik Sitha ke belakang Farel.


"Minggir loe, loe gak usah ikut campur urusan gue sama Sitha!" geram Juna.

__ADS_1


"Urusan apa kamu sama Sitha? Kamu sama dia kan cuma sekedar bawahan dan atasan! Rasanya gak pantas seorang atasan ikut campur urusan pribadi bawahannya, apalagi sekarang bawahannya sudah tidak bekerja lagi di perusahaannya." balas Farel dengan tatapan mengintimidasi.


Farel sengaja memancing emosi Juna untuk memastikan apa yang di pikirannya benar.


"Loe mau tau ada hubungan apa gue sama Sitha? Gue kasih tau yah, gue-"


"Stooop!" teriak Sitha memotong ucapan Juna.


"Pak Juna, tolong pergi dari sini! Saya dan Farel mau nikah, jadi tolong ikhlaskan pengunduran diri saya. Kalau suatu saat Pak Juna meminta bantuan saya untuk memberi ide marketing, saya pasti bantu. Tapi tolong, untuk sekarang saya ingin fokus mempersiapkan pernikahan saya dengan Farel." kata Sitha lagi.


Farel dan Neva langsung terkejut mendengar ucapan Sitha.


Jadi benar dugaan aku, Juna adalah ayah dari anak yang di kandung Sitha. Gumam Farel dalam hati.


Hah... Nikah? Drama apalagi ini? Apa jangan-jangan Pak Farel ayah dari anak yang ada di kandungan Sitha? guman Neva dalam hati.


"Kalau gue gak mau gimana?" balas Juna.


Sitha langsung memberi tatapan tajam pada Juna.


"Sit, jangan mancing gue untuk bongkar semuanya disini! Gue tau apa yang sedang loe sembunyiin dari gue. Jadi sebelum gue bongkar, mending loe ikut gue balik ke Jakarta." ucap Juna.


"Gila loe!" balas Sitha lalu melengos pergi dari hadapan Juna.


"Gue akan tanggung jawab Sit atas anak yang ada dalam kandungan loe!" teriak Juna.


Sitha pun langsung berhenti. Tubuhnya bergetar hebat mendengar kata-kata Juna.


Juna sudah tau tentang kehamilannya.

__ADS_1


Sedangkan Neva, mulutnya menganga lebar mendengar ucapan Juna. Jadi ini laki-laki yang menghamili Sitha, begitulah pikir Neva. Sedangkan Farel yang sudah curiga, hanya bisa menghela nafasnya kasar.


Perlahan Sitha membalikkan badannya kembali menghadap Juna.


"Gue gak ngerti yang loe omongin! Anak apa? Kandungan apa?" ucap Sitha.


Juna mendekati Sitha.


"Gue udah tau semuanya Sit, jadi loe gak usah nyembunyiinnya dari gue! Sekarang kita pulang, gue akan ngomong sama nyokap loe." balas Juna.


Sitha terdiam dan menatap mata Juna dalam-dalam. Dan Juna pun membalas tatapan mata Sitha.


Melihat Sitha dan Juna membutuhkan waktu berdua, Farel pun langsung menarik tangan Neva.


"Heh... Pak, kok main tarik aja!" pekik Neva.


"Biarkan mereka berdua ngobrol! Kasih kunci rumah kamu!" jawab Farel.


Neva yang masih dalam keadaan bingung pun langsung melempar kunci yang ada di tangannya.


"Kalian ngobrol di dalam rumah aja! Tuh kuncinya!" teriak Neva.


Juna pun memalingkan wajahnya dari Sitha lalu mengambil kunci yang Neva lemparkan.


"Ayo, kita ngobrol di dalam." ajak Juna sambil menarik tangan Sitha.


🍁 🍁 🍁


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2