
🍁 Happy Reading 🍁
Kafe.
Sekarang Farel dan Neva sedang berada di kafe.
"Saya bener-bener gak nyangka kalau laki-laki yang menghamil Sitha nyamperin ke kota ini." ucap Neva.
Farel tidak membalas dan hanya menghela nafasnya kasar.
Satu sisi Farel merasa kecewa dengan kemunculan Juna tapi disisi lain Farel senang karena Juna muncul dan mau mempertanggung jawabkan perbuatannya.
"Kalau laki-laki itu mau bertanggung jawab sama Sitha, terus gimana dengan tunangannya? Bukannya laki-laki itu sedang mempersiapkan pernikahannya dengan tunangannya?" ucap Neva lagi.
"Gak usah pikirin mereka, saya yakin laki-laki itu sudah punya keputusan yang terbaik, gak mungkin kan laki-laki itu datang kesini kalau belum punya keputusan?" balas Farel.
Neva menghela nafasnya kasar.
"Semoga aja begitu." jawab Neva.
"Tapi ngomong-ngomong, Pak Farel kenal sama Sitha darimana yah?" tanya Neva yang sejak tadi penasaran kenapa Sitha dan Farel bisa saling mengenal padahal semua teman Sitha semua Neva tau.
"Dari adiknya Sitha, Erick. Kebetulan Erick temannya adik saya. Waktu saya ke Jakarta beberapa waktu lalu, Erick mengenalkan saya dengan Sitha." jawab Farel.
"Oh..." Neva membulatkan mulutnya.
"Oh iya, kamu temenan sama Sitha sudah lama?" Tanya Farel balik agar suasana tidak canggung.
"Sudah Pak, sudah lebih dari tujuh tahunan lah." Jawab Neva.
"Jangan panggil Bapak dong, panggil aja Farel, kan kita bukan lagi tempat kerja." balas Farel.
"Emang boleh yah Pak?" tanya Neva sambil menyengir kuda.
__ADS_1
"Boleh." jawab Farel.
Farel dah Neva pun berada di kafe itu sampai Sitha menghubungi mereka.
🍁 🍁 🍁
Kontrakan Neva.
Kembali ke kontrakan Neva.
Setelah memutuskan untuk pulang ke Jakarta, Sitha pun mengemasi lagi barang-barangnya sedangkan Juna sibuk mencari tiket penerbangan untuk malam ini.
Huuh... Juna menghela nafasnya kasar.
"Kenapa?" tanya Sitha.
"Gak ada tiket ke Jakarta malam ini." jawab Juna.
"Masa sih?" tanya Sitha.
"Kelas ekonomi?" tanya Sitha.
"Gak ah, gue gak mau loe naik kelas ekonomi. Kelas ekonomi terlalu padat dan bangkunya juga sempit, kasihan loe sama anak gue nanti kalian berdua engap." jawab Juna.
"Ya gak pa-pa kali Jun, kan cuma dua jam doang di pesawat." balas Sitha.
"Gak usah. Besok aja kita balik ke Jakarta. Nih gue lagi pesen tiket yang jam delapan pagi." balas Juna.
"Terus kalau besok kita pergi, loe mau nginep dimana malam ini?" tanya Sitha.
"Ya disini lah." jawab Juna.
"Gila loe yah! Ini bukan rumah gue! Lagian kamarnya juga cuma satu, mau tidur dimana loe!" balas Sitha.
__ADS_1
"Tidur di sini juga gak pa-pa. Temen loe punya ambal sama selimut kan, yah pake itu aja." jawab Juna.
"Gak bisa! Gak boleh! Mending loe pesen hotel deh daripada bikin susah temen gue!" balas Sitha.
"Kalau loe mau ikut gue ke hotel sih gak pa-pa. Soalnya besok jam tujuh besok kita udah harus di bandara, kalau gue tidur di hotel dan loe tidur disini, yah ribet lah Sit, nanti loe berubah pikiran dan diem-diem kabur lagi." balas Juna.
"Kalau gue ikut sama loe tidur di hotel, pasti Neva gak bakalan setuju." balas Sitha.
"Ya udah loe tanya temen loe aja dia keberatan gak gue tidur di sini." balas Juna.
"Cuma malam ini doang kok gue tidur di sini, masa gak boleh sih." celetuk Juna lagi.
Sitha pun mengambil ponselnya lalu menghubungi Neva dan menyuruh Neva untuk pulang.
Lima belas menit kemudian.
Neva dan Farel pun tiba di rumah kontrakan Neva.
Begitu masuk ke dalam rumah, Neva melihat koper Sitha yang sudah ada di dekat pintu.
"Apa-apaan nih maksudnya?" tanya Neva pada Sitha
"Sini duduk dulu, ada yang mau gue omongin sama loe." jawab Sitha sambil menarik tangan Neva lalu mendudukkan Neva di sofa.
Farel yang ikut masuk kedalam rumah pun ikut duduk di single sofa yang berhadapan dengan Juna.
Farel dan Juna pun saling melempar lirikan tajam.
"Jadi gini Va..." Sitha pun memberitahu Neva keputusannya yang ingin pulang ke Jakarta bersama Juna.
Neva sempat tidak menyetujui keputusan Sitha mengingat ucapan Sitha yang mengatakan kalau Juna sedang mempersiapkan pernikahan dengan tunangannya. Tapi setelah Juna ikut angkat bicara meyakinkan Neva, akhirnya Neva pun menyetujui keputusan Sitha.
🍁 🍁 🍁
__ADS_1
Bersambung...