iklas menjalani

iklas menjalani
10


__ADS_3

Pagi hari sebelum berangkat kerja sang ibu membicarakan tentang pendapat sang ayah, agar Ani bisa menyelesaikan kuliah dulu dan memberi ijin untuk tunangan dahulu.


Ani mendapat berita ini setiba di butik langsung mencari kak Edi dan membicarakan tentang apa yang di sepakati oleh kedua orang tua Ani.


Edi yang mendengarkan dengan penuh perhatian berkata


" baiklah dek Ani, kakak setuju dengan keputusan ayah, untuk bertunangan dahulu"


Lalu mereka bersepakat untuk menentukan hari baik melangsungkan tunangan.


Edi sudah melakukan diskusi dengan orang tua nya dan menetapkan pada malam minggu melakukan lamaran kerumah Ani.


Malam itu tiba dirumah Ani tampak ada kesibukan untuk mempersiapkan lamaran.


Kedatangan keluarga Edi disambut dengan ramah oleh keluarga Ani,


setelah berkumpul ke dua keluarga ini berbincang untuk saling lebih mengenal keadaan keluarga masing-masing.


Dalam kesepakatan itu belum bisa di putuskan kapan pernikahan akan digelar, hanya memberikan kepastian hubungan Ani dan Edi bahwa mereka serius menjalin kasih. Untuk pernikahan akan di bicarakan setelah mendekati atau berakhirnya kuliah Ani, sesuai dengan keinginan sang ayah.

__ADS_1


Acara lamaran berlangsung dengan lancar dan kesepakatan telah di ambil oleh ke dua belah pihak keluarga besar ini.


Ani sejak saat itu menjadi jauh lebih di perhatikan oleh Edi dan saat pulang dari butik bahkan pulang dari kampus dengan setia mengantar Ani ke rumah, bahkan saat ada keperluan yang lain siap untuk jadi mengantar jemput Ani, layaknya sebagai seorang laki-laki yang selalu menjaga dan melindungi kekasih.


Dua bulan telah berlalu hubungan antara Ani dan Edi makin erat saja.


Namun di sore hari yang cerah ini butik kedatangan seorang tamu yang tak di undang yaitu Saiki.


Edi melihat kedatangan Saiki mengganggu pikiran nya, dia takut Ani akan teringat kembali hubungan yang sudah lama dilupakan.


Edi dengan cepat mengajak Ani untuk keruang atas agar beristirahat, Ani tidak tau kalau Saiki datang ke butik, karena waktu itu Ani berada di gudang belakang mencari stok pakaian.


Di ruang kamar Edi menarik Ani


" dek, kakak boleh tanya sama kamu ?"


" apa yang ingin ditanyakan kak !" jawab Ani


"bagaimana dengan perasaan dek Ani terhadap Saiki apa masih mencintainya" kata Edi

__ADS_1


"Mengapa kak Edi bicara seperti itu !, Saiki pergi tanpa kabar kak" jawab Ani


"iya kalau orang nya datang mau ketemu bagaimana !"


Ani menjawab " entahlah kak Ani tidak tau harus bagaimana !"


Ani memang merasa bimbang mau menemui atau tidak, dan menjelaskan apa yang sudah terjadi antara Ani dan Saiki ke pada kak Edi, Ani tak berani.


" mau minta pertanggung jawaban dengan Saiki lebih tidak punya keberanian" dalam hati Ani berbicara


Ani tertunduk dan air mata menetes di pipi.


Melihat Ani mengeluarkan air mata, kak Edi menarik tubuh Ani dan memberikan pelukan yang hangat.


Di dalam hati Edi bertanya apa Ani begitu mencintai Saiki. Hal ini membuat hati Edi cemburu dan mulai coba untuk memberi kecupan di bibir Ani.


Ani yang mendapatkan kecupan terkejut tetapi kak Edi tidak memperdulikan karena rasa cemburu yang menutupi pikirannya membuat Edi lebih berbuat dan meminta Ani untuk menunjukkan rasa cinta nya dengan mau melayani Edi.


Ani ingin menolak namun Edi berkata " kita sudah tunangan dan sebentar lagi akan nikah jadi jangan khawatir dek, toh nanti kita akan lebih sering melakukannya"

__ADS_1


Kalimat ini yang membuat Ani membiarkan terjadi untuk melayani orang yang dicintai, walaupun pahit nanti akhirnya. karena dari pengalaman yang telah lalu hasilnya hanya meninggalkan duka untuk Ani, tanpa bisa Ani meminta pertanggung jawaban dari mereka semuanya.


__ADS_2