
Ani mengajak sang anak kesebuah resto yang menjadi pilihan kedua anaknya.
'' Padli dan Putri ingin pesan apa tinggal pilih di menu ya, ibu mau ke kamar kecil dulu ya '' berkata Ani.
Ani menuju kamar kecil meninggalkan kedua anaknya yang sedang memilih-milih apa yang ingin dipesan. Padli dan Putri telah mendapatkan apa yang ingin dimakan, Ani pun datang dari toilet.
Namun tiba-tiba handphone nya berdering
'' kringgggg''
Ani mengangkat telepon masuk yang tertera nama mas Gito.
''hallo, mas kami berada di resto X''
berkata Ani.
'' ok, mas akan menuju ke sana ''
ucap Gito.
Hanya beberapa menit saja Gito telah menemukan Ani dan anak-anak.
'' selamat siang, maaf ya lama menunggu !'' ucap Gito.
__ADS_1
'' tidak mas, oh...ya mas ini kenalkan anak-anak saya !'' ucap Ani.
'' saya Padli paman '' ucap Padli
'' saya Putri paman '' ucap Putri
Kedua anak Ani memperkenalkan dirinya.
'' oh,,ya mana ayah kalian '' berkata Gito.
'' kami tidak punya ayah lagi !'' ucap Putri.
Ani terkejut dengan perkataan Putri , namun itu memang kenyataannya.
'' maaf paman tidak tahu, memang kemana perginya !'' ucap Gito.
'' ibu dan ayah telah berpisah paman '' berkata Padli.
'' oh,,,, sudah jangan membicarakan hal yang sudah lewat sebaiknya kita pesan makanan ibu sudah lapar nih, cacingnya sudah pada demo minta diisi '' berkata Ani.
Mendengar perkataan Ani, lalu mereka memesan makanan dan Gito minta maaf kepada Ani.
Kemudian mereka membicarakan hal-hal lain sambil menunggu pesanan datang. Suasana hidup rupanya Gito cepat beradaptasi dengan kedua anak Ani, maka mereka bisa akrab.
__ADS_1
Ani melihat keakraban mereka tersenyum bahagia, selama pisah dengan Bahri kedua anaknya jarang bisa tersenyum lepas seperti sekarang ini. Gito dapat membuat ke dua anak Ani tertawa mendengar cerita Gito.
Tidak begitu lama pesanan makanan yang mereka pesan telah tiba.
Ani berkata '' sudah dulu bercanda nya kita makan sebelum makanan ini menjadi dingin ''.
Mereka bertiga menuruti perkataan Ani dan mulai menyantap hidangan yang telah di pilih oleh mereka masing-masing.
Suasana makan siang yang penuh kehangatan terjalin diantara mereka.
Gito mencoba untuk mengambil perhatian kedua anak Ani. Setelah makan Gito berkata '' anak-anak di sini kan ada bioskop bagaimana kita nonton film komedi kebetulan hari ini lagi tayang mau kan !''.
Padli dan Putri secara serempak berkata '' mau ''.
Ani pada akhirnya mengikuti kemauan kedua anaknya dan Gito untuk menonton. Sebelum mereka pergi ke bioskop barang belanjaan di letakan di bagasi mobil Gito.
Mereka kini berjalan menuju ke bioskop. Padli berkata '' sudah lama paman kami tidak nonton film di bioskop jadi kangen dengan suasana ''
'' sudah berapa lama tidak nonton film di bioskop Padli !'' ucap Gito.
'' kira-kira dua tahun, ibu sibuk kerja terus sih paman '' ucap Padli.
'' anak-anak harus paham ibu kalian memang kalau sudah kerja lupa dengan waktu dari dulu semasih kuliah juga begitu '' berkata Gito.
__ADS_1
Ani hanya menarik nafas dalam-dalam mendengar perkataan Padli sang anak. Dia berpikir rupanya anak-anaknya butuh juga hiburan seperti dirinya.
Sekali-kali pergi keluar rumah untuk sekedar makan dan nonton film di bioskop membuat hati senang dan bahagia. Ani sadar akan hal ini sebagai suatu kebutuhan hidup juga agar membangkitkan semangat hidup.