iklas menjalani

iklas menjalani
28


__ADS_3

Usia kandungan Ani sudah masuk sembilan bulan maka Ani tinggal bersama orang tuanya.


Tetapi Bahri tidak mau dia memilih tinggal sendiri di rumah kontrakan nya.


Bahri ingin bebas mau melakukan apapun karena anak dan istrinya tidak di rumah.


Pulang kerja Bahri selalu di pagi hari masih suka mabuk mabukan dan kondisi rumah tidak terawat, Bahri hanya di rumah untuk mandi dan tidur, dia suka menghabiskan waktu di luar.


Dan parahnya Bahri sekarang bukan sekedar mabuk saja dia suka main perempuan, karena istri tidak ada maka Bahri menyalurkan kebutuhan biologis nya dengan cara mencari di kafe-kafe perempuan yang mau di ajak tidur.


Hal ini membuat penghasilan Bahri selalu habis tiap malamnya.


Padahal istri mau melahirkan Bahri tidak perduli punya uang apa tidak.

__ADS_1


Bahri sebagai kepala keluarga tidak bertanggung jawab dengan anak dan istrinya, tidak memberi nafkah ke pada keluarga kecilnya.


Sebenarnya Ani tidak begitu menuntut untuk di nafkahi oleh suaminya yang penting bisa hidup bersama dan membesarkan anak-anak.


Harapan tinggal harapan Ani harus ikhlas menjalani kehidupan yang di berikan oleh suami, yang seharusnya menjadi imam di keluarga.


Cuaca cerah pagi hari Ani telah menyiapkan diri untuk pergi kerja tetapi perutnya terasa sakit, ibu yang melihat berkata " Ani mengapa wajah mu seperti menahan sakit "


" ia ini Bu, kok mendadak jadi sakit perut saya " jawab Ani


Tiba di kantor Ani sibuk dengan pekerjaan, menjelang istirahat makan siang sakit perutnya kambuh dan terasa jauh lebih sakit, Ani berusaha untuk menahan rasa sakitnya, dan Ani coba lebih rileks, menarik nafas berlahan agar mengurangi rasa sakit perutnya.


Dua jam berlangsung sakit perutnya Ani bertambah kuat, teman Ani satu ruangan mbak Atik menganjurkan ke pada Ani untuk pulang atau pergi ke rumah sakit agar bisa periksa apa sudah waktunya untuk melahirkan.

__ADS_1


mbak Atik akan meminta ijin ke pada kepala keuangan bahwa Ani sakit dan ijin lebih dulu pulang sebelum waktunya pulang.


Ani berterima kasih atas kebaikan mbak Atik terhadapnya, dan mbak Atik mengantar Ani sampai naik mobil online yang telah di pesan Ani sebelum ke luar dari ruangan kantor.


Ani berpikir di dalam mobil harus bagaimana apa yang mau ke rumah sakit atau pulang ke rumah.


Lagi memikirkan apa yang di pilih, perut Ani terasa mules dan amat sakit, maka Ani memutuskan ke pada pak sopir untuk menuju ke rumah sakit aja.


Rasa sakit bertambah kuat sampai pak sopir takut kalau sampai melahirkan di jalan, Ani coba mengatur nafasnya sebab ini anak yang kedua sudah ada pengalaman waktu melahirkan anak pertama yaitu Padli.


Dengan selamat sampai juga di rumah sakit dan langsung Ani di tangani oleh suster menuju tempat bersalin karena ketuban sudah pecah, maka dokter melakukan tindakan secepatnya untuk membantu persalinan Ani.


Tidak begitu lama Ani melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik. Ani bahagia dan sekaligus bersedih kedua anak nya tidak pernah di temani oleh sang suami.

__ADS_1


Dengan berat hati Ani menelepon ibu nya untuk ke rumah sakit karena Ani telah melahirkan.


Ani tidak berani menelepon Bahri, takut Bahri akan berbicara yang buat nya sakit hati.


__ADS_2