
Tiba di rumah Ani dan anak-anak masuk ke dalam rumah, sedangkan Gito langsung pulang. Dia ingin Ani dan anak-anaknya istirahat karena sudah seharian diluar rumah pasti lelah.
Gito juga lega dengan kehadirannya bisa membuat kedua anak Ani ceria dan gembira.
Ani melihat kedua anaknya bahagia merasa senang.
Ani berkata '' anak-anak kalian membersihkan diri lalu istirahat, besok harus ke sekolah ''.
'' baik Bu '' ucap Padli dan Putri bersamaan.
Ani sendiri pergi ke dapur meletakan semua belanjaan pada tempatnya, kemudian dia baru membersihkan diri lalu beristirahat.
Malam ini ibu dan anak ini merasa gembira dan membawa mereka cepat terlelap tidur karena rasa kebahagian yang dirasakan di siang hari tadi. Mereka lelap dalam mimpi mereka masing-masing.
Pagi menjelang Ani telah siap-siap untuk pergi ke kantor bersama Padli dan Putri. Ketika menutup pintu dan mengunci ada suara klakson mobil.
tin..
tin..
Mereka bertiga menoleh ke sumber suara.
Di dalam mobil dengan tersenyum Gito membuka kaca jendela mobilnya.
'' mari masuk kita berangkat '' Gito berkata.
__ADS_1
'' mas mengapa sepagi ini sudah ada di rumah saya '' ucap Ani.
'' mas sengaja pagi sudah sampai di sini untuk mengantar kalian semua, mari masuk !'' berkata Gito.
Putri berjalan terlebih dahulu ke mobil.
'' paman hebat tau kebutuhan kami, terima kasih '' ucap Putri dan membuka pintu mobil.
Ani dan Padli yang melihat Putri terlebih dahulu masuk ke mobil hanya bisa mengikutinya.
Padli masuk ke dalam mobil bagian depan menemani Gito sedangkan Ani duduk di belakang bersama Putri.
'' maaf mas apa ini tidak merepotkan !'' ucap Ani.
'' tidak An, hitungan-hitung latihan membiasakan diri belajar sebagai seorang yang kalian butuhkan, boleh kan anak-anak ! '' berkata Gito.
'' iya takut aja nanti merepotkan mas dan ada orang yang tidak berkenan dengan kami mas !'' ucap Ani.
Anak-anak tidak mengerti arah pembicaraan Ani, namun Gito memahami akan hal itu maka dia langsung berkata.
'' tidak ada yang marah kok malah saya ingin menjadi ayah bagi Padli dan Putri apa boleh '' Gito berkata.
Ani terkejut dengan pernyataan Gito yang langsung di depan anak-anaknya.
'' boleh paman kan baik Putri suka ada ayah lagi '' ucap Putri.
__ADS_1
Padli diam saja tidak menjawab, sebab dia menghargai sang ibu Ani, apa bersedia diperistri Gito.
'' ya boleh lah menjadi ayah angkat, masak tidak boleh '' ucap Ani menghindar dari perkataan Gito.
Gito yang paham bahwa Ani belum bisa menerimanya saat ini, memaklumi nya dan menghargainya. Namun tetap Gito akan berusaha terus agar bisa membuka hati Ani untuk menerimanya sebagai suami dan ayah anak-anaknya.
'' tidak apa sebentar jadi ayah angkat siapa tahu besok-besok menjadi ayah beneran '' Gito berkata.
Ani menarik nafas dalam-dalam mendengar perkataan Gito.
Lalu mereka bertiga diantar oleh Gito ketempat tujuan masing-masing, Padli dan Putri ke tempat sekolahnya. Ani diantar terakhir sehingga mereka berdua dalam mobil.
Gito berkata '' An, mas tadi serius ingin menjadi ayah untuk anak-anak kamu boleh ya !''.
'' saya bilang kan boleh mas ' ucap Ani.
'' eee, maksud mas sebagai suami kamu An !'' berkata Gito.
'' mas, boleh saya minta waktu untuk menjawabnya !'' ucap Ani.
'' ya mas paham, tetapi jangan lama-lama ya keburu mas tua nanti '' berkata Gito.
Akhirnya Gito sampai di kantor Ani.
'' selama berkerja ya An, jangan lupa jawaban nya '' ucap Gito.
__ADS_1
Kemudian Gito melakukan mobilnya menuju ke tempat dia bekerja.
Ani melihat Gito berlalu dan dalam hati berkata '' apa saya sudah siap untuk berumahtangga kembali, masih ada rasa takut dan teroma di hati ini ''.