
Bahri memang semenjak beristri lagi tidak memberikan perhatian kepada ke dua anaknya.
Sehingga mereka tidak bisa merasakan kasih sayang seorang ayah.
Ani sebenarnya tidak pernah mengajarkan Padli dan Putri untuk bisa melawan orang tua apalagi ayah kandung nya.
Dalam hal ini Ani juga terkejut dengan sikap Padli yang tidak disangka bisa menjawab perkataan Bahri sang ayahnya.
Agar tidak bertambah mencekam Ani menyuruh Padli untuk masuk kamar.
Padli pada dasarnya tidak mau disuruh Ani masuk ke kamar. Dia ingin membela sang ibu yang selalu di lecehkan olah ayahnya.
Karena Ani yang bicara, terpaksa Padli menuruti perintah ibunya.
Setelah Padli dan Putri masuk di dalam kamarnya Ani bicara
'' maafkan mereka bang bukan maksud mereka melawan Abang tetapi karena Abang bicara uang yang menyangkut masa depan mereka !''
'' iya apa salahnya bila uang itu saya pinjam dulu ! nanti sudah berhasil pasti saya kembalikan dua kali lipat '' berkata Bahri.
'' Abang tadi dengar sendiri Padli tidak memperbolehkan saya memberikannya sama Abang dan maaf ya bang serasa saya sudah cukup membantu keuangan Abang dengan Sovia '' ucap Ani.
__ADS_1
'' oh... jadi sekarang kamu juga sudah berani ya dasar istri tidak berguna '' berkata Bahri sambil mendorong Ani hingga jatuh ke lantai.
Ani mengucap saat terduduk.
'' mengapa Abang marah, sayakan tidak ada kewajiban kepada Abang untuk menafkahi dan seharusnya abang lah yang menafkahi kami semua ''.
'' kamu kan tau sendiri pekerjaan Abang apa jangan mengejek ! mana cukup untuk menafkahi kamu dan anak-anak untuk Sovia dan anaknya saja sulit !''. berkata Bahri.
Ani tidak bisa menjelaskan lagi pada Bahri karena dia takut bila menjawab terus maka akan berakibat fatal baginya. Dan sebaiknya Ani berdiam diri mendengarkan cacian serta makian Bahri yang tidak mendapatkan uang yang diingkan Bahri.
Setelah puas Bahri marah-marah lalu dia pergi ke luar rumah dan membanting pintu dengan kuat sehingga berbunyi
dummmm
Ani sempat terperanjat terkejut dengan bunyi pintu yang di banting oleh Bahri.
Selagi Ani menatap pintu Padli keluar dari kamar dan Putri berlari memeluk Ani.
'' Bu, Putri takut '' ucap Putri.
'' tidak apa-apa Putri di sini ada ibu '' berkata Ani.
__ADS_1
Melihat ibunya terduduk di lantai Padli bertanya
'' apa yang dilakukan ayah terhadap ibu !''
'' tidak ada Padli '' berkata Ani
'' tapi mengapa ibu duduk dilantai !'' ucap Padli.
'' ibu cuma terkejut mendengar pintu ditutup dengan kerasnya sehingga membuat ibu terduduk '' berkata Ani.
Ani berusaha menutupi segala apa yang terjadi agar Padli tidak semakin benci dengan perbuatan sang ayah kepada Ani.
Kemudian Ani mengajak ke dua anaknya untuk beristirahat.
Ani mencoba untuk memejamkan matanya sebab dikepalanya terlalu banyak di pikirkan sehingga sulit untuk memejamkan mata.
Menjelang tengah malam dan rasa letih memikirkan semua masalah baru Ani bisa memejamkan matanya.
Ani tertidur dalam keadaan lelah dan letih pikiran. Sebab dia di antara suami dan anak yang sulit untuk memilihnya.
Ini seperti buah simalakama di makan ayah mati tidak di makan ibu yang mati. Dua buah pilihan yang tidak bisa di pilih, semua punya resiko. Oleh karenanya Ani mencari solusi yang terbaik untuk suami dan anaknya. Sampai mata Ani terpejam belum juga mendapatkan jalan keluar dari masalah tersebut.
__ADS_1
Ani akhirnya berhenti berpikir dan mencoba untuk istirahat.
Malam yang makin terasa dingin menemani Ani terlelap dalam tidur sendirian. Dia memiliki suami namun tidak lagi pernah di temani Bahri semenjak memiliki anak dari Sovia.