iklas menjalani

iklas menjalani
91


__ADS_3

Acara makan siang Gito bersama Ani dan kedua anaknya selesai, lalu Gito dan Padli duduk diruang keluarga.Mereka berdua menunggu Ani dan Putri membereskan meja makan.


Sesaat kemudian Ani dan Putri telah bergabung dengan mereka.


Gito berkata " ok,,, kita berangkat sekarang ke rumah orang tua mu Ani !".


" mengapa terburu-buru mas ! ' ucap Ani.


" biar saja lebih cepat lebih baik dari pada nantinya kamu berubah pikiran " Gito berkata.


" memangnya saya anak kecil yang lagi labil, saya sudah dewasa mas, bisa mempertanggung jawabkan atas segala ucapan saya !" ucap Ani.


" bukan gitu Ani, mas sendiri yang sudah tidak sabar pingin bersama kalian seperti ini, seakan lengkap kehidupan mas ada istri dan anak "


Gito berkata.


" ayo Bu, kami juga kangen sama nenek dan kakek sudah lama tidak ke sana !" ucap Putri.


Maka mereka sepakat pergi ke rumah orang tua Ani, yang memang rumah orang tua Ani masih satu kota.


Gito dan kedua anak Ani terpancar dari wajahnya kebahagian sehingga Ani melihat nya berkata dalam hati " semoga kebahagian ini terus buat mereka, saya ingin melihat mereka memiliki ayah yang bisa memberikan perhatian dan kasih sayang kepada Padli dan Putri.


Tidak begitu lama akhirnya kendaraan yang dikemudikan Gito sampai di depan rumah orang tua Ani.


" mari turun Ani " ucap Gito.

__ADS_1


Dalam hal ini yang hati berdebar-debar adalah Ani bukanya Gito yang akan bicara kepada kedua orang tua Ani.


Karena hari libur maka kedua orang tua Ani ada dirumah hal ini sangat kebetulan, Gito tidak lagi menunda untuk meminta ijin menikahi Ani kepada orang tua Ani.


tok...


tok...


tok...


Pintu terbuka dan terlihat ibu yang terkejut dengan kedatangan Ani serta kedua cucunya secara tiba-tiba tidak memberi kabar.


" ini ada angin apa yang membuat kalian mendadak datang kerumah nenek, dan ini siapa An !" berkata sang ibu Ani.


" iya, ibu maafkan saya yang telah lama tidak ke sini dan ini mas Gito temannya saya " ucap Ani.


" saya Gito Bu " ucap Gito


Kemudian ibu menjabat tangan Gito dan mempersilahkan untuk masuk ke dalam rumah.


Padli dan Putri berjalan ke ruang tengah mencari sang kakek.


" kakek,,,, Putri datang " ucap Putri dengan keras.


Ani dan ibu tersenyum mendengar suara Putri sampai keluar.

__ADS_1


Putri sengaja bersuara keras agar kakek mendengar sebab putri tidak melihat kakek di ruangan itu.


Memang sang kakek berada di dalam kamar sedang istirahat. Maka Putri mengetuk pintu kamar kakek.


tok..


tok...


tok..


'' ya, masuk " suara kakek dari dalam kamar.


Putri membuka pintu dan berlari mendekati kakek diatas tempat tidur serta duduk di sebelah kakek.


" ada apa Putri kelihatannya bahagia sekali " kakek berkata.


" iya, kakek di luar ada calon ayah Putri yang baik sekali " ucap Putri.


" apa calon ayah Putri, memang ibu kalian sudah setuju " ucap Kakek.


" idih kakek ini ibu sudah pasti setuju buktinya kami ke sini " ucap Putri.


Kakek melihat ke arah Padli yang dari tadi cuma mengekor adiknya tidak berkata apa-apa.


" iya, kek '' ucap Padli sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" syukur Alhamdulillah bila Ani ingin membina rumah tangga kembali, agar dia dan anak-anak ada yang melindungi, dan kakek tidak khawatir lagi ada yang menjaga kalian cucu-cucu kakek yang ganteng dan cantik " kakek berkata.


Kemudian mereka bertiga keluar dari kamar untuk bertemu dengan Ani dan calon suaminya.


__ADS_2