iklas menjalani

iklas menjalani
68


__ADS_3

Acara makan di sebuah restoran berjalan dengan baik dan kini mereka menuju ke supermarket.


Ani tidak banyak bicara di perjalanan dia lebih memperhatikan anak-anak nya.


Padli berkata '' Bu mengapa Tate datang lagi ke rumah kita''


'' itu nak, Tante ada urusan dengan ayah kamu, nanti juga dia akan pergi '' ucap Ani


Ani tidak tahu memberi alasan apa kepada kedua anaknya yang mulai curiga dengan sang ayah.


Hal ini wajar terjadi karena di sepanjang jalan mereka pergi bersama Bahri lebih dekat dengan anak Sovia di bandingkan mereka berdua sang anak, itu yang terpikir dalam benak Padli.


Tingkah laku Bahri memang membuat Ani geram karena dia tidak melihat anak Ani yang memperhatikan kelakuan ayahnya sejak di restoran sampai ke mini market.


Pada akhirnya mereka telah selesai berbelanja kebutuhan dapur dan beranjak untuk pulang.


Setiba di rumah Ani membereskan semua belanjaan dan menyusun merapikannya di dapur.


Bahri duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi sedangkan Padli dan Putri sudah masuk ke kamar mereka masing-masing.

__ADS_1


Sesaat kemudian Ani keluar dari dapur dan mendekati Bahri yang sedang asik melihat acara di televisi.


Ani berkata '' bang tadi itu kelewatan kamu ! apa Abang tidak melihat kedua anakmu mulai curiga karena tingkah laku Abang terhadap Sovia dan anaknya. Tidak bisa kah Abang di depan mereka tidak begitu perhatian dengan Sovia dan anaknya ''.


'' memang kenapa anak Sovia kan masih kecil perlu perhatian '' ucap Bahri.


Ani kesal dengan jawaban Bahri seakan-akan tidak perduli dengan perasaan kedua anaknya Ani.


Ani hanya bisa menarik nafas dalam-dalam dengan kelakuan Bahri dan bicara dalam hati


'' ya, Allah SWT semoga saya diberi kekuatan untuk menjalani ini semua''.


Ani sudah memahami watak Bahri yang ingin menang sendiri, walaupun dia dalam posisi salah tetap tidak akan pernah mengakuinya. Berbagai alasan dan alibi yang Bahri katakan untuk menyangkalnya.


Selama menikah Ani telah belajar memahami karakter Bahri yang keras kepala dan egois mau menang sendiri.


Bahri tidak pernah melihat permasalahan dan kondisi apapun untuk melakukan segala perbuatannya, sebab Bahri menganggap dia lah yang paling benar.


Ani mencoba untuk sabar dan kuat menghadapi semua kelakuan Bahri terhadapnya semata-mata demi kedua anaknya.

__ADS_1


Ani selalu berusaha untuk mengalah dalam berbagai situasi agar rumah tangga nya tetap utuh tanpa memikirkan perasaan hatinya yang terluka.


Hal ini juga yang membuat Ani semakin kuat untuk menjalani kehidupan rumah tangga nya.


Ani meninggal kan Bahri di ruang keluarga, dia menuju kamar untuk beristirahat.


Bangun pagi hari Ani bergelut masak di dapur karena hari ini masih cuti dan esok dia harus masuk kerja juga anak-anak mulai masuk sekolah kembali setelah libur panjang.


Ani menyiapkan sarapan pagi dengan berbagai menu kesukaan kedua anaknya.


Ani bekerja sendiri itu sudah biasa, sejak dirumahnya ada Sovia, dia tidak pernah dibantu karena di larang oleh Bahri yang alasannya Sovia lelah mengurus anaknya.


Ani tidak ambil pusing dengan semua perlakuan Bahri terhadapnya Sovia, selagi Ani bisa melakukan pekerjaan nya sendiri untuk apa mengharapkan orang lain untuk membantunya.


Dalam hati kecil Ani berkata


'' semua ini aku ikhlas menjalani demi rumah tanggaku''.


Ani ingin mendapatkan kedamaian dan ketenangan di dalam rumah tangga, maka masalah kecil tidak di besar-besarkan dan sebaliknya bila masalah besar akan di buat kecil.

__ADS_1


__ADS_2