iklas menjalani

iklas menjalani
83


__ADS_3

Hari berganti bulan berganti bulan dan sudah dua bulan berlalu dari kejadian Bahri ke rumah Ani.


Bahri sejak itu tidak berkunjung ke rumah. Ani merasa lega karena rumah terasa nyaman.


Tetapi hari ini Bahri datang dengan membawa Sovia dan anaknya.


Ani terkejut dengan kehadiran sepasang suami istri ini.


" Abang dan Sovia apa kabar ! " sapa Ani.


" Alhamdulillah sehat mbak "" ucap Sovia.


" kami ke sini mau meminta bantuan Ani !" berkata Bahri.


" Apa yang bisa saya bantu, bila bisa akan saya usahakan bang " ucap Ani.


" begini untuk membantu keuangan keluarga saya ingin bekerja mbak " berkata Sovia.


" Memang kamu mau kerja apa dan dimana ! " ucap Ani.


" saya belum tau mbak lagi ingin cari kerjaan apa mbak bisa mencarikan saya pekerjaan !".


berkata Sovia.

__ADS_1


Ani berpikir sesaat apa yang harus dia lakukan dengan permintaan Sovia ini.


'' Abang memang setuju bila Sovia kerja dan bagaimana dengan anak kalian siapa yang menjaganya !''. ucap Ani.


Bahri berkata '' ya bagaimana lagi gaji saya tidak menentu dan kamu tidak mau membantu kami lagi !''.


Sejak saat ribut itu memang Ani tidak membantu keuangan Bahri dan Bahri pun tidak pernah datang kerumah Ani.


'' nanti kami pikirkan bila saya sudah mendapat pekerjaan, sekarang belum ada rencana '' ucap Sovia.


Ani menarik nafas dalam-dalam mendengar sepasang suami istri ini tidak berpikir dulu dalam bertindak. Mereka menganggap bahwa mengasuh anak itu mudah. Mereka tidak memikirkan bahwa anak usia balita itu harus diperhatikan lebih.


Ani juga tidak mengetahui mencari kerjaan apa untuk Sovia dan lagi Ani tidak mengetahui apa keahlian Sovia. Ani juga tidak tahu Sovia memiliki ijazah apa. Hal ini pula yang membuat Ani bingung untuk mencarikan pekerjaan untuk Sovia.


Ani berkata '' nanti bila ada lowongan pekerjaan di kantor saya kabari Sovia ! ''.


'' Ani... untuk saat ini tolong kamu bantu keuangan kami !'' Bahri berkata.


'' bang bila ala kadarnya saya ada namun bila banyak saya tidak bisa ! ucap Ani.


'' seberapa kamu ada aja Ani '' ucap Bahri.


Ani pergi ke dalam kamar nya dan mengambil beberapa lembar uang ratusan ribu yang akan diberikan pada Bahri.

__ADS_1


Ketika Ani keluar dari kamar dia melihat sang anak Padli keluar dari kamarnya.


Padli berkata '' Bu apa ayah sudah pulang !''.


'' belum lagi di ruang tamu '' ucap Ani.


Padli mengikuti Ani dari belakang tanpa sepengetahuan Ani.


Ani tidak menyadari Padli sang anak ada di belakang. Ani tiba di depan Bahri langsung menyerahkan uang kepada Bahri. Ani memberikan uang tanpa melihat suasana di sekeliling nya.


Sehingga Padli dapat melihat uang yang diberikan ibunya kepada sang ayah.


Padli berkata '' apa ini tidak salah ayah, seharusnya ayah yang memberi uang kepada ibu bukan sebaliknya !''.


Ani terkejut dengan perkataan Padli dan menoleh ke belakang.


'' Padli tidak boleh bicara seperti itu kepada ayahmu, apa salahnya bila ibu yang memberi uang kan istri nya '' ucap Ani.


Padli terlihat kesal dengan pembelaan sang ibu terhadap ayahnya.


Bahri yang mendengar tidak ingin membuat masalah dengan anaknya di dalam pikirannya dia mendapatkan uang untuk kebutuhan hidupnya bersama Sovia.


Dari sejak menikah memang Ani selalu mencukupi kebutuhan hidup keluarga nya. Bahri memiliki uang hanya untuk dirinya sendiri bahkan terkadang uang Bahri kurang, seperti saat ini Bahri kekurangan uang minta ke Ani. Yang seperti ini membuat Ani tidak terkejut, karena Bahri seorang suami yang tidak bisa menafkahi keluarga nya secara bertanggung jawab.

__ADS_1


__ADS_2