iklas menjalani

iklas menjalani
38


__ADS_3

Ani mencoba mendekati ke dua anaknya dan meminta mereka untuk tidur, namun ke dua anak menolak lagi asik bermain dengan sang ayah.


Ani yang melihat kedekatan kedua anaknya dengan sang ayahnya merasa tidak tega merenggut kebahagiaan yang terpancar dari wajah mereka.


Akhirnya Ani menunggu mereka untuk lelah dan tertidur, tetapi mereka malah tidur bertiga di dalam satu kamar anaknya.


Melihat hal ini Ani pun tidak jadi bicara dengan sang suami.


"gagal maneng....


gagal maneng.....


gagal maneng...."


ucap Ani dan berlalu masuk ke kamarnya untuk istirahat.


Pagi nya Ani telah menyiapkan sarapan dan berganti dengan pakaian untuk ke kantor, lalu Ani menuju kamar sang anak di sana Ani melihat pemandangan yang tidak pernah di lihat di mana ayah dan anak saling berpelukan, tidur dengan nyenyak padahal hari sudah pagi.

__ADS_1


Ani mendekati tempat tidur dan membangunkan Padli untuk ke bersiap-siap ke sekolah.


Bahri terbangun karena mendengar Ani membangun kan sang anak yang masih ada dalam dekapannya.


Bahri akhirnya yang membangunkan sang anak untuk ke sekolah.


Padli bangun dan mendapati sang ayah masih dalam pelukannya, tersenyum manis. Bahri menyapa sang anak


" pagi jagoan ayah, bangun lekas mandi nanti ayah antar ke sekolah "


Ani terheran melihat kelakuan anaknya karena perkataan ayahnya, tetapi Ani hanya menarik napas lega apa semua ini jawaban dari sang pencipta untuk membuka pintu hati sang suaminya.


Ani hanya tersenyum melihat tingkah kedua anaknya yang manja dengan ayahnya, dan Bahri berkata


" sudah kamu bersiap aja pergi kerja biar anak saya yang urus nanti Putri saya antar ke tempat ibu deh jangan khawatir tentang mereka "


Ani merasakan perubahan Bahri tetapi belum ada waktu untuk berdua bicara, Ani tidak ingin pembicaraan mereka di dengar oleh anak-anak.

__ADS_1


Apa lagi Ani ingin membicarakan tentang wanita lain yang ada hubungan dengan ayahnya anak-anak, maka Ani berusaha mencari waktu yang tepat dan merencanakan malam ini.


Ke dua anak Ani dan ayah nya asik melanjutkan kebersamaan mereka dan kembali tidur bertiga.


Keadaan ini berlangsung selama satu minggu baru ke dua anak Ani mau di tinggal untuk tidur berdua saja.


Malam yang dinantikan oleh Ani tiba, dia sudah mempersiapkan diri di dalam kamar untuk bicara dengan Bahri sang suami.


Apa yang terjadi bukan pembicaraan mengenai keadaan rumah tangga nya, namun Bahri meminta hak nya sebagai suami ke pada istri, tanpa memberi kesempatan Ani untuk bicara.


Bahri begitu antusias untuk minta di beri pelayanan plus oleh sang istri. Bahri melakukan hubungan suami istri hingga berulang-ulang membuat tubuh Ani lelah tak berdaya. Sehingga energi Ani banyak yang hilang maka dia tidak sanggup untuk bicara tentang wanita lain. sedangkan mereka baru saja melakukan senam malam. Hati Ani hanya bisa merintih dan berkata apa semua ini rencana Tuhan ke padanya sehingga ada saja yang menghalangi Ani untuk bicara.


Ani mencoba Ikhlas untuk menghadapi suaminya dengan lebih bersabar menghadapi cobaan hidup dalam suatu rumah tangga yang penuh dengan suka dan duka.


Tuhan juga menguji umatnya agar lebih tegar dan kuat sesuai kemampuan masing-masing dan semakin tinggi suatu pohon semakin deras terpaan angin meniupnya.


Juga dalam pernikahan di usia lima tahun, sepuluh, dia puluh dan seterusnya memiliki ujian yang berbeda-beda, bila keluarga itu bisa melewatinya akan menambah kuat ikatan pernikahan dalam sebuah rumah tangga.

__ADS_1


__ADS_2