
Di rumah Ani menemukan suaminya sudah tertidur di kamar, niat untuk menyelesaikan apa yang menimpa kehidupan rumah tangga nya.
Dengan berat hati akhirnya Ani pergi tidur juga bersama anak-anaknya di dalam kamar anak-anak.
Pagi menjelang seperti biasa Ani telah melakukan seluruh aktivitas nya, ingin rasanya Ani bicara yang semalam namun Bahri belum bangun juga sedangkan waktu menunjukkan pukul tujuh pagi yang mengharuskan Ani berangkat mengantar Padli ke sekolah dan menitipkan Putri ke tempat orang tua nya. Dengan berat hati Ani meninggalkan rumahnya.
Sore hari pulang dari kantor Ani
langsung jemput kedua anaknya.
Ani berharap suaminya sudah di rumah agar bisa bicara tentang kelangsungan rumah tangga nya.
Sampai jam tujuh malam Bahri belum juga pulang, Ani masih dengan sabar menunggu suaminya pulang.
Pukul sembilan malam Bahri baru pulang ke rumah.
Ani sudah menghidangkan makanan di atas meja makan dan menunggu Bahri keluar dari kamar. Di tunggu beberapa saat Bahri tidak muncul juga, maka Ani masuk ke kamar dan melihat suaminya sudah tertidur, dengan kesal Ani membangun kan suaminya.
__ADS_1
" kak ... bangun, saya mau bicara"
" apa sih berisik sekali saya ngantuk nih mau tidur jangan ganggu " dengan nada marah Bahri berkata
Hati Ani jadi ciut mendapat bentakan dari suami nya yang jarang bicara sama Ani.
karena Bahri tidak bisa di ganggu untuk meminta Bahri makan yang telah di siapkan oleh Ani tidak berani.
akhirnya malam ini Ani mendapati kegagalan kembali, dengan merasa kesal Ani pun pergi tidur di kamar anak-anak.
Sholat subuh telah selesai Ani ingin cepat membuat sarapan pagi, maka Ani membuat nasi goreng yang praktis cepat siap, setelah selesai Ani membangunkan suaminya. Namun Ani mendapatkan kejutan yang tidak di sangka-sangka malah dua mendapatkan serangan balik dari suami untuk melakukan senam pagi, Ani meronta tetapi kalah tenaga dengan Bahri.
Bahri setelah melakukan pelepasan baru melepaskan Ani dan Bahri berlalu membersihkan diri. Ani terkapar di tempat tidur meratapi nasibnya.
Selesai mandi Bahri sarapan dan mengantar Padli ke sekolah, Ani heran mengapa pagi ini Bahri mau melakukan hal itu.
Apa yang terjadi dalam diri Bahri !
__ADS_1
Waktu yang tidak bersahabat dengan Ani karena setelah melayani Bahri di tempat tidur, dia harus mandi kembali saat Ani selesai mandi melihat sang suami dan anaknya pergi ke sekolah, maka gagal kembali Ani untuk bicara tentang keadaan rumah tangga nya dengan sang suami.
Dan kini waktunya untuk pergi kerja, Ani membawa Putri untuk di titipkan ke pada ibu Ani.
Ani merencanakan nanti malam menunggu suaminya pulang dan langsung bicara, Ani tidak ingin gagal lagi untuk kesekian kalinya.
Sudah bulat keputusan Ani untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di dalam rumah tangga nya.
Pukul tujuh sang suami sudah pulang dan mereka sekeluarga makan malam bersama.
Selesai makan Bahri mengajak anaknya bermain, tentu saja ke dua anak Ani terlihat bahagia karena bisa dekat dengan sang ayah yang telah lama di impikan oleh sang anak.
Ani berkata dalam hati
" mengapa sikap Bahri mulai hari ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya, hari ini Bahri menunjukkan bahwa dia seorang ayah yang bertanggung jawab ke pada anak dan istrinya"
Ani berpikir ada apa ini, permainan apa yang dilakukan Bahri kali ini.
__ADS_1
apa Bahri memang sudah benar sadar akan tugasnya sebagai suami dan ayah atau sekedar hanya bersandiwara terhadap Ani.