
Gito harus antri untuk membeli karcis nonton film sedangkan Ani dan kedua anaknya melihat-lihat poster film yang akan tayang atau menunggu diputar. Selesai mendapatkan karcis Gito berjalan kearah Padli dan Putri berdiri.
Gito berkata '' anak-anak apa kalian ingin cemilan untuk di dalam bioskop nanti !''
'' iya paman, Putri mau prokron dan minuman nya !'' ucap Putri.
'' saya juga sama '' ucap Padli.
Ani sang ibu berkata '' biar saya yang membelikannya mas !''
'' tidak apa-apa An orang cuma makanan aja, apa kamu An mau juga !'' berkata Gito.
'' terima kasih mas, anak-anak aja '' ucap Ani.
Gito menuju tempat pemesanan makanan dan membelikan dua buah pesanan Padli dan Putri.
Pesanan sudah selesai dan Gito berjalan mendekati Ani namun suara bioskop menandakan mereka harus masuk karena film akan diputar.
__ADS_1
'' anak-anak tempat kita nonton film akan diputar mari kita masuk '' berkata Gito.
Maka mereka beriringan masuk di bioskop, di dalam mereka duduk bersebelahan. Gito duduk di sebelah Ani sedang akan sebelahnya putri dan Padli.
Lebih kurang dua jam mereka nonton film yang diputar dan kini mereka keluar dari bioskop.
Terlihat wajah ke dua anak Ani gembira dan bahagia sebab film yang diputar komedi membuat mereka sering tertawa.
Gito berkata '' anak-anak kita mau kemana lagi !''.
'' ibu, boleh tidak kami main Dingdong !'' ucap Padli.
'' memang kalian tidak lelah dan paman kalian apa tidak ada keperluan lain masa harus seharian menemani kalian bermain kan paman kalian ada kegiatan atau kerjaan sendiri !'' berkata Ani.
'' kami belum lelah bu, Padli ingin mainan naik mobil bersama paman !'' ucap Padli.
Kemudian Gito berkata '' tidak apa An saya tidak ada acara dan hari ini kita jalan-jalan sepuasnya ! asalkan nanti pulangnya tidak ada yang akan memarahi kalian bertiga '' berkata Gito.
__ADS_1
'' siapa yang akan marah paman, orang ayah kami sudah tidak lagi tinggal di rumah, ibu sudah pisah dengan ayah '' ucap Padli.
Gito tersentak dengan ucapan Padli sang anak.
'' maafkan saya, An bukan maksud mas menyinggung mu !'' berkata Gito.
'' tidak apa mas memeng itu kenyataan nya dan sudah hampir satu tahun berlangsung kejadiannya '' ucap Ani.
Dalam hati Gito berkata '' Alhamdulillah ada kesempatan saya untuk menjadi ayah anak-anak ini dan memang dari dulu saya suka sama ibunya tetapi ditolak kini kesempatan saya untuk mengambil hati anak-anak untuk mendapatkan hati ibunya ''.
Lalu Gito dengan semangatnya mengajak bermain Padli dan Putri di berbagai permainan yang ada di tempat Dingdong tersebut.
Sekarang Gito hatinya lega bisa bebas bermain dengan kedua anak Ani. Melihat hal ini Ani hanya bisa menarik nafas dalam-dalam karena Ani mengetahui Gito dari kuliah menyukainya. Ani tidak habis pikir apa Gito masih sendiri, dia malu untuk menanyakan hal itu sama Gito. Ani hanya ingin waktu yang akan menjawabnya, dia sadar bahwa dia seorang janda yang beranak dua. Dan diluar sana masih banyak gadis yang lebih cantik dan muda yang bisa Gito dapatkan itu dalam pikiran Ani.
Ani tidak ingin mengharapkan lebih dari Gito hanya sebagai teman waktu kuliah yang sudah puluhan tahun tidak bertemu dan kini pertama kali mereka berempat menghabiskan waktu bersama-sama seharian.
Mereka menikmati kebersamaan hingga malam menjelang dan Gito mengantarkan ibu serta anak Ani pulang kerumahnya. Sekalian Gito mengetahui tempat tinggal Ani dan anak-anaknya.
__ADS_1