
Ibu Ani mendapatkan telepon dari Ani dengan terburu-buru pergi ke rumah sakit dengan membawa Padli.
Sampai di rumah sakit ibu memeluk Ani dengan lembut memberikan kekuatan ke pada sang putrinya.
" ibu apa adik Padli sudah lahir ya " kata sang anak
dengan melihat Padli dan merentangkan ke dua tangan
Ani berkata " iya sayang, adik kamu perempuan "
Dengan senang hati Padli bersorak
" hore...., aku punya adik perempuan " Padli berkata
Tidak lama pintu terbuka suster membawa seorang bayi di pelukannya, dan menyerahkan ke pada Ani untuk di berikan asi eksklusif.
Ani menatap sang bayi dengan tersenyum
" selamat datang ke dunia putriku yang cantik " Ani berkata
Dan memberikan asi, setelah kenyang sang bayi di letakkan di samping Ani agar Padli dapat melihat adiknya.
Padli mendekati adiknya dan coba memegang tangan nya.
__ADS_1
" ibu kok adik kecil nian " kata Padli
ibu dan Ani tersenyum serta memberikan penjelasan kepada Padli dulu juga Padli sekecil itu awalnya waktu lahir, dengan seiring waktu berjalan tumbuh sebesar sekarang.
Padli pada dasarnya anak yang pintar maka mengerti apa yang di katakan oleh ibunya.
ibu berkata " Ani telepon suamimu agar ke sini, biar dia melihat putrinya !"
jawab Ani " baik Bu "
berkali-kali Ani coba telpon Bahri tetapi tidak di angkat.
Waktu Ani akan melahirkan Bahri mendapatkan uang yang lumayan banyak, maka pergi ke tempat diskotik untuk mabuk-mabukan dan main perempuan.
Bagaimana bila suatu saat Ani mengetahui suaminya juga main perempuan juga. Inilah godaan hidup di kota, bila seseorang tidak memiliki iman maka akan mudah terjerumus ke lembah hitam.
Dunia yang menjanjikan kenikmatan dunia sesaat.
Sepulang dari kerja sang ayah juga datang ke rumah sakit dan memberikan motivasi untuk Ani, agar sabar menghadapi cobaan dalam berumah tangga.
Hari mulai senja ke dua orang tua Ani dan putranya pulang kerumah. Ani tinggal sendiri yang tadinya ibu ingin menemani namun di larang dengan Ani alasan kasihan Padli tidak ada yang menjaga sedangkan Ani merasa baik-baik saja dan di rumah sakit banyak suster yang menjaganya, pada akhirnya orang tua Ani pun pulang.
Ke esok kan hari Ani kedatangan mbak Atik yang mendapat kabar bahwa Ani telah melahirkan.
__ADS_1
Ani bahagia dikunjungi oleh mbak Atik yang sudah seperti kakaknya sendiri.
Mereka berbicara sebentar sebab Atik minta ijin dengan atasannya untuk menjenguk Ani jadi masih jam kantor tidak berani lama-lama.
Dari luar terdengar pintu di ketuk
tok
tok
tok
Lalu masuklah seorang laki-laki yang berwajah dingin
"sudah sehat kan, mari kita pulang " berkata Bahri
Ani terkejut dengan sikap Bahri tidak perduli bahwa Ani baru saja melahirkan dan dokter aja belum memberi ijin boleh pulang atau tidak.
Atik yang baru kali ini melihat suami Ani mengelus dada dan bicara dalam hati " sampai hati dia suaminya tidak menemani waktu melahirkan dan sekarang menyuruh lekas pulang "
Ani menjawab " nanti tunggu dokter dulu bang, apa boleh hari ini pulang atau tidak !"
" untuk apa lama-lama di rumah sakit kamu kan sehat tuh dan melahirkan normal, jangan buang-buang uang " Bahri berkata
__ADS_1
Atik yang mendengarkan geram ada ya seorang suami yang main perhitungan dengan istrinya sendiri yang selama ini juga mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.