
Sudah satu bulan lamanya Ani kerja di perusahaan dan kini pertama kali menerima gaji cukup banyak sesuai dengan tamatan yang Ani miliki. Gaji pertama ini di berikan sebagian ke pada ibunya yang telah mengasuh Padli selama Ani bekerja. Sisa gaji Ani pergunakan untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan anaknya.
Hari Sabtu ini kebetulan tanggal merah, Ani bangun pagi bersiap ingin pulang ke desa, dan bisa tinggal di desa dua hari satu malam untuk melepas kerinduan mertuanya dengan Padli cucunya.
Kedatangan Ani dan Padli yang tidak memberi kabar membuat keluarga Bahri terkejut tetapi bahagia karena telah berapa bulan meninggalkan desa.
Rasa rindu ke dua mertua Ani terutama ke pada Padli yang makin menggemaskan, sudah dapat berjalan dan bicara, walaupun bicara Padli kosa katanya belum begitu banyak namun untuk komunikasi sehari-hari sudah lancar.
Setelah melepas kerinduan antara Ani, Padli dan keluarga Bahri, mereka mengajak Padli untuk mengelilingi desa atau jalan sore-sore. Ani tidak ikut lebih memilih untuk di rumah bersama Bahri.
Ani ingin mengutarakan maksud ke datangnya agar hidup mandiri dan mencoba mengajak suaminya untuk pindah ke kota.
Ani ingin keluarga kecilnya berkumpul dan Bahri bisa mencari kerja di kota.
__ADS_1
Ani berkata" Abang bisa cari kerja di kota, banyak pekerjaan yang bisa Abang kerjakan "
" saya bukan seperti kamu, punya ijazah sarjana sedangkan saya hanya tamat sekolah menengah atas " jawab Bahri
Ani meyakinkan Bahri bahwa lapangan pekerjaan cukup banyak di kota, tinggal Bahri mau yang mana dan beberapa pekerjaan tidak perlu harus menggunakan ijazah sarjana cukup sekolah menengah atas itu sudah cukup.
Ani meminta Bahri untuk memikirkannya mengingat putranya suatu saat nanti besar dan perlu sekolah.
Hari mulai sore seluruh anggota keluarga membersihkan diri.
Ani memberikan kabar bahwa telah kerja disalah satu perusahaan yang cukup besar dengan gaji lumayan besar, dan mengutarakan maksudnya untuk meminta ijin melanjutkan hidup di kota.
Ke dua orang tua Bahri menyerahkan keputusannya pada Bahri, apa memperbolehkan istri dan anaknya tinggal di kota.
__ADS_1
Sampai makan malam Bahri tidak memberikan keputusan, masih memikirkan apa yang akan dia lakukan bila di kota.
Pagi menjelang Ani telah menyiapkan sarapan pagi untuk seluruh anggota keluarga Bahri karena masih hari minggu, mereka berkumpul dirumah.
semua keluarga telah berkumpul di meja makan maka sarapan pagi segera di mulai.
Ani menyuapi anaknya Padli makan, karena takut makannya Padli nanti berantakan bila makan sendiri. Ani akan makan setelah Padli selesai makannya.
ibu mertua Ani mengajak Ani dan Padli untuk pergi ke kebun melihat tanaman sayuran yang siap di panen dan juga cabe yang sudah merah untuk di petik.
Ani dan Padli terlihat bahagia terutama Padli langsung bermain-main sambil memetik sayuran.
Ani dan ibu mengajarkan Padli bagaimana cara memanen tanaman agar tidak merusak tanaman, karena Padli anak yang pintar bisa mengerti apa yang dijelaskan oleh ibu dan neneknya.
__ADS_1
Keranjang yang di bawa oleh nenek sudah penuh dengan berbagai tanaman yang di petik, maka Ani, Padli dan ibu bersiap untuk pulang.
Di sepanjang jalan Ani dan Padli di tegur oleh warga dan menyatakan rindu sudah lama tidak bertemu.