
Pulang dari kafe kedua suami istri itu belum mendapatkan keputusan karena Bahri masih bimbang dengan saran yang Ani berikan.
Di dalam hati apa yang di rencanakan oleh Ani sehingga menerima di madu atau ini sekedar untuk awal nanti beberapa tahun kedepan Ani akan menceraikan Bahri. Hati kecil Bahri tidak ingin berpisah dengan Ani karena sumber keuangan nya dan harga dirinya di desa tempat orang tua Bahri ini yang membuat nya sampai sekarang tidak ingin berpisah dengan Ani .
Ani tidak mengetahui bahwa alasan Bahri untuk mempertahankan rumah tangga nya adalah uang dan harga diri.
Bahri sendiri mengatakan bahwa penyakitnya sulit untuk di sembuhkan jadi untuk mengatasi atau obatnya dia membeli dengan wanita lain.
Ani berkata " kakak... saya takut bila wanita itu sering berganti-ganti pasangan sehingga ada yang terkena penyakit dan menularkan ke kakak bagaimana !"
Bahri juga tidak mau tertular penyakit akibat sering jajan di luar.
Berjalannya waktu Bahri berpikir untuk meninggalkan seluruh wanita malamnya dan berganti dia mencari janda yang membutuhkan kehangatan.
Setelah mendapatkan seorang janda dan sepakat mereka untuk saling memuaskan karena kebutuhan pribadi masing-masing, maka Bahri tidak pernah lagi mencari wanita malam.
Bahri beralih ke pada janda yang membutuhkan dan tingkat resikonya rendah karena tidak ganti-ganti pasangan untuk melampiaskan kebutuhan mereka.
__ADS_1
Perbuatan Bahri ini belum diketahui Ani, sepengetahuan Ani Bahri telah berhenti sebab Ani telah menemui Dewi untuk menanyakan apa Bahri masih sering menemui Dewi, tetapi dijawab sudah tidak lagi kata Dewi.
Ani mendengar perkataan Dewi bahagia dan berpikir bahwa Bahri akan berubah.
Satu minggu berlalu, dua minggu dan kini sudah satu bulan lamanya Bahri tidak menemui Dewi lagi.
Ani merasa lega namun merasa aneh bila Bahri berhenti mengapa waktu bicara ber dua dia bilang tidak bisa berhenti karena itu suatu penyakit.
Untuk menjawab rasa penasaran Ani mencoba pergi ke dokter psikologi dan menanyakan hal penyakit suaminya.
Dokter menjelaskan seluruh yang ingin Ani tanyakan dan solusi yang bisa dilakukan untuk menghadapi suaminya yang memiliki tingkat sek yang tinggi.
Malam hari setelah anak tidur semua. Dengan hati yang berdebar Ani bertanya dengan Bahri
" kak... apa yang di lakukan untuk menyalurkan kebutuhan biologis kakak selama lebih kurang satu bulan ini " kata Ani
Bahri menjawab " ada deh !"
__ADS_1
" iya.. apa dan bagaimana !"
Bahri berkata " bila saya jujur kamu jangan marah ya !"
Ani tambah penasaran sebenarnya apa yang di lakukan Bahri selama ini.
Akhirnya Bahri menceritakan dari awal pemikiran idenya untuk mencari wanita yang memiliki resiko lebih rendah, namun bisa memuaskannya.
Ani yang mendengarkan penuturan Bahri jatuh terduduk dari tempat tidur ke lantai, dia seperti di hantam oleh kayu sehingga terjatuh ke bawah. Ani merasa bagaikan keluar dari mulut singa malah masuk ke mulut buaya.
Ani menarik nafas dalam-dalam untuk menghilangkan rasa sesak di dada. setelah merasa lega berkata
" kak ...itu sama aja apa kakak tidak takut dosa ! saya seorang istri tidak ingin mendapatkan dosa yang kakak perbuat "
Bahri mengatakan hal ini lebih baik karena dia melakukan dengan satu wanita aja.
Ani berkata " kak ... sekarang melakukan nya memang dengan satu wanita mengapa kalian tidak menikah saja "
__ADS_1
jawab Bahri " kami cuma saling membutuhkan untuk melampiaskan hasrat saja "