
Ani ingin menolak keinginan dari Bahri namun sebagai seorang istri dia tidak boleh karena akan menjadi dosa. Status Ani yang masih istri Bahri membuat Ani pasrah akan melayani kebutuhan nya.
Untungnya Ani selalu setia pil alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan, Ani tidak ingin mengandung anak lagi karena usianya sudah kepala tiga dan juga Putri sudah besar.
Ani sudah merasa lapang hidupnya tidak begitu repot dengan keberadaan anak kecil. Sekarang dia fokus kepada pekerja saja dan ingin meningkatkan karir nya.
Ani berusaha untuk menjadi wanita sukses.
Malam ini dengan egan Ani melayani kebutuhan Bahri.
Secara jujur Ani juga membutuhkan sentuhan yang sudah lama tidak dinikmati. Sebagai seorang wanita dia juga butuh penyaluran hasrat kebutuhan biologis nya. Namun semuanya bisa di tepis oleh Ani dengan menyibukkan diri dalam pekerjaan dan tidak ada waktu untuk menghayal akan hal kebutuhan biologis itu. Dalam pikiran Ani hanya kerja sebaik mungkin sehingga menghasilkan uang yang cukup banyak untuk kedua anaknya.
Dan malam ini Ani dan Bahri menyatukan diri kembali.
Ani begitu gairahnya menyambut penyatuan mereka bahkan mereka melakukannya hingga menjelang pagi hari.
Ani tidak menyadari bahwa permainan lebih membuat Bahri sang suami bergairah.
Bahri berkata '' kamu lama tidak di sentuh menjadikan lebih menggairahkan dan lebih asyik lama mainnya ''
Ani tersipu malu mendengar perkataan Bahri. Tetapi kenyataannya memang benar Ani begitu bersemangat mungkin kelamaan tidak berhubungan intim.
Bagun pagi hari Ani terasa tubuhnya remuk akibat semalaman berhubungan intim dengan sang suami. Namun Ani harus pergi kekantor jadi dia bergegas berpakaian rapi.
__ADS_1
Ani tidak sempat untuk membuat sarapan untuk Bahri.
Ani pergi ke kamar melihat Bahri masih di tempat tidur.
'' bang saya pergi kerja dulu ya '' ucap Ani
Bahri tidak mau bangun dia hanya menganggukkan kepalanya saja,
lalu Ani pergi kekantor takut telat.
Ani merupakan karyawan yang hampir tidak pernah telat, dia seorang yang disiplin sehingga di sayangi oleh pimpinan dan juga pekerjaannya baik.
Dengan dedikasi yang tinggi maka Ani tetap bertahan di tempat kerjanya.
Bahri tidak berani menampakkan batang hidungnya ke mertua karena dia secara diam-diam mepoligami anaknya.
Memang Bahri menikah kembali tanpa sepengetahuan orang tua Ani hanya persetujuan Ani saja.
Jadi untuk berterus-terang kepada mertuanya dia tidak punya nyali, didalam pikiran Bahri orang tua mana yang tidak akan marah bila anaknya di duakan atau dimadu.
Maka Bahri tidak bisa menjumpai anak-anaknya yang lagi liburan di rumah orang tua Ani.
Sepulang Bahri ke desa hidup Ani kembali ke adaan semula dan waktu menjemput ke dua anaknya tinggal satu Minggu lagi.
__ADS_1
Pagi hari ini Ani ingin mengajukan cuti untuk menanti anak-anak nya liburan. Dia berangkat ke kantor dengan bersemangat.
Tiba di kantor Ani mulai bekerja menyibukkan diri, hingga makan siang tiba. Sebelum Ani makan siang dia ke ruang pimpinan dan mengetuk pintu
tok..
tok..
'' silahkan masuk '' suara dari dalam
'' maaf pak mengganggu '' ucap Ani
'' iya ada apa '' berkata pimpinan
'' saya mohon ijin pak ! ingin menemani anak-anak saya liburan .!''
'' berapa lama mau liburannya '' berkata pimpinan
'' tinggal satu minggu lagi pak '' ucap Ani
'' baik lah, minggu depan sudah kerja kembali '' berkata pimpinan
'' baik pak, terima kasih atas ijinnya '' ucap Ani
__ADS_1