
Ani dan kedua anak menjalani hidup di rumah dengan damai dan tenang. Walaupun ayah mereka jarang datang itu tidak menjadi alasan lagi karena sudah mengetahui bahwa memang sedari dulu Bahri sang ayah pulang dan pergi ke rumah dengan sesuka hati. Berbagai alasan yang selalu Bahri berikan ke pada Padli dan Putri anaknya.
Bila Ani yang ditanya akan keberadaan ayah nya, Ani selalu berkata sedang bekerja atau sedang pulang ke desa.
Padli dan Putri lama kelamaan sudah tidak menanyakan akan perihal kepergian dan kedatangan sang ayah.
Hari berganti, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan. Kini keadaan telah berjalan tiga tahun sudah.
Padli kini telah masuk ke Sekolah Menengah Pertama atau SMP.
Padli mulai menanyakan sebenarnya apa uang dilakukan oleh Bahri sang ayah sehingga tidak pulang.
Rasa penasaran Padli timbul mengapa ibunya tidak merasa kehilangan ataupun gelisah dengan kepergian Bahri sang ayah yang tidak pulang kerumah.
Padli juga curiga tidak pernah mendengar sang ibu Ani menelepon kakek dan nenek di desa untuk menanyakan keberadaan sang ayah.
Di hari ini Padli mencoba mencari tau tentang keberadaan sang ayah.
Menjelang sore Ani dan kedua anaknya sedang duduk di ruang keluarga Padli berkata '' Bu besok kan hari libur dan ada tanggal merah padli ingin pulang ke desa lihat kakek dan nenek !''
__ADS_1
'' iya, Bu mari kita ke desa Putri juga kangen sama Kakek dan nenek ! ucap Putri juga.
'' baiklah kita ke desa '' berkata Ani.
Memang sejak kejadian itu Ani tidak ingin membawa kedua anaknya ke desa takut orang desa membicarakan bahwa Bahri membawa istrinya yang lain ke desa. Dan saat ini dianggap sudah cukup lama Ani tidak pulang ke desa semoga penduduk desa sudah lupa tentang ke hadiran Sovia di desa tempat mertuanya.
'' baiklah anak-anak besok pagi bangunnya pagi setelah sholat subuh kita berangkat agar masih pagi sampai di desa '' ucap Ani.
Padli dan Putri bersamaan menganggukkan kepala menyetujui perkataan Ani sang ibu.
Pagi pun tiba Ani dan ke dua anaknya telah siap untuk berangkat.
Mereka bertiga tinggal menunggu Dila datang menjemput. Baru saja Ani menutup pintu dan menguncinya mobil Dila datang.
tin...
tin...
bunyi klakson mobil Dila.
__ADS_1
'' maaf terlambat ya '' ucap Dila
'' tidak kok Dila, baru aja saya dan anak-anak keluar rumah ini '' berkata Ani.
'' baik mari masuk kita langsung pergi, biar tidak macet juga di jalan '' ucap Dila.
Ani dan kedua anaknya masuk ke dalam mobil. Sementara Ani duduk di bagian depan di samping sopir dan kedua anaknya di belakang.
Padli dan Putri tersenyum bahagia bisa naik mobil sendiri tidak harus menunggu atau berdesakkan dengan penumpang yang lain bila naik mobil umum.
Di dalam perjalanan ke desa tidak disadari oleh Padli dan Putri tertidur di dalam mobil. mereka berdua dengan leluasa tertidur di jok mobil karena cuma mereka berdua disana.
Ani melihat kedua anaknya tersenyum dan berkata
'' apa mereka masih mengantuk, biarlah nanti tiba di desa baru saya bangunkan !''.
Ani memberi petunjuk jalan kepada Dila agar mereka tidak tersesat.
Sebab baru pertama kalinya Dila pergi ke desa tempat mertua Ani.
__ADS_1