
Bahri dan Sovia akhirnya pulang, sedangkan Ani bingun harus bagaimana menghadapi ayah dan anak.
Padli berkata setelah tidak terlihat lagi Bahri sang ayah.
'' Bu, apa selamanya mau dijadikan ATM untuk ayah ''.
Ani terdiam dan berpikir sudah lama Bahri tidak meminta jatah untuk kebutuhan biologis nya.
Maka bila Ani menceritakan hal ini kepada Padli untuk saat ini tidak terbukti lagi.
Ani menarik nafas dalam-dalam dan berkata
'' memang kenapa nak ! ''.
'' Padli kasihan lihat ibu cari uang dengan sudah payah untuk menghidupi kami anak-anak ibu sedangkan ayah tidak perduli dengan kebutuhan kami ! '' ucap Padli.
'' sebagai orang tua itu sudah kewajiban ibu nak '' berkata Ani.
'' bu, Padli pikir lebih baik ibu cerai aja sama ayah dan lagi ayah sudah punya istri baru '' ucap Padli.
'' bila ibu berpisah dengan ayah kalian bagaimana dengan kamu dan adikmu apa tidak menjadi beban di bilang sama orang nanti tidak punya ayah '' berkata Ani.
'' itu lebih baik Bu dari pada seperti saat ini, ibu pun tidak bersama ayah apa bedanya !''. ucap Padli.
__ADS_1
Ani terdiam dan merenungkan apa yang di katakan oleh Padli.
'' panggil adikmu kak ibu mau bicara !'' berkata Ani.
Padli pergi ke kamar Putri untuk memanggilnya.
Tiba di pintu kamar Putri
tok...
tok..
'' masuk '' suara Putri dari dalam.
'' Putri di panggil oleh ibu !''.
Padli dan Putri berjalan bersama menemui ibunya.
'' ada apa Bu !'' ucap Putri.
'' sini Put ibu mau bicara''.
Ani mengatakan semuanya kepada Putri apa yang akan diambil dari semua yang terjadi.
__ADS_1
Ani pada intinya menyetujui sara Padli namun Putri juga sebagai anak Ani di minta pendapatnya.
Putri memang masih kecil tetapi mendengar dan melihat apa yang terjadi selama ini maka Putri juga menyetujui keputusan Ani untuk berpisah dengan ayahnya.
Ani memberikan gambaran kepada Putri apa yang harus di hadapi kelak dan Putri menyanggupinya.
Putri akan berusaha tegar dan kuat menghadapi pembicaraan teman-teman disekolah ataupun masyarakat dilingkungan nya.
Ani merasa lega ke dua anaknya telah menyiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan di hadapi. Hal ini membuat Ani bertambah kuat untuk berpisah dengan Bahri.
Ani ingin memberikan perhatian yang lebih kepada kedua anaknya saja untuk kedepannya. Dan tidak ada lagi gangguan dari Bahri serta Sovia. Juga Ani berpikir kelak anak Bahri dengan Sovia sudah besar akan lebih menyusahkan kehidupannya.
Keputusan Ani sudah bulat untuk berpisah dari Bahri maka Ani berpikir besok akan mengajukan gugatan cerai di kantor urusan agama untuk proses perceraian nya. Walaupun Ani tau perceraian itu dilarang oleh Allah SWT namun untuk hidup depannya lebih damai bersama anak-anaknya.
Ani berpikir bahwa Allah SWT mengetahui apa yang terbaik bagi umatnya dan niat Ani juga untuk kebahagian serta ketenangan sang anak.
ibu dan anak ini akhirnya dapat melewati dan mendapatkan jalan pemecahan permasalah yang telah lama terjadi di keluarga mereka.
Ini menjadi awal yang baru untuk ibu dan anak ini menghadapi masa depan mereka nantinya.
Ani berkata '' Padli dan Putri anak ibu, semoga ini awal hidup kita yang baru, nantinya kita hanya hidup bertiga ''.
'' tidak apa Bu kita hidup bertiga yang terpenting kita hidup bahagia dan damai '' ucap Padli.
__ADS_1
Kemudian Ani memeluk ke dua anaknya dan merasa terharu mendengar kedua anaknya sudah mulai dewasa cara berpikir nya.