iklas menjalani

iklas menjalani
96


__ADS_3

Ani dan anak-anaknya pulang kerumah dengan lesu dan lelah.


Ani berkata setelah berada dalam rumah '' kakak dan adik mandi dulu, ibu mempersiapkan makan ''.


'' baik bu '' ucap Padli dan Putri berbarengan.


Padli tidak ingin bicara tentang kejadian yang baru berlangsung di rumah Gito dan meminta Putri juga jangan banyak bertanya kepada ibunya.


Ani sendiri mencoba untuk kuat di mata anak-anak tidak membuat mereka tertekan.


Ani menyibukkan diri dengan berbagai hal seperti saat ini dia memasak, setelah siap Ani membersihkan diri.


Padli dan Putri telah berada di meja makan menunggu kedatangan sang ibu.


Lama mereka menunggu sang ibu belum juga keluar dari kamar, Padli gelisah dan berkata '' dik coba lihat ibu, mengapa lama sekali !''


'' baik kak ''ucap Putri.


Putri berjalan menuju kamar sang ibu dan mengetuk pintu.


tok...

__ADS_1


tok...


'' masuk '' Ani berkata


Putri membuka pintu kamar berkata '' Bu mengapa lama sekali kami sudah lapar !''


'' maaf kan ibu Putri, tadi ibu ketiduran di kamar mandi '' berkata Ani.


'' ibu kecapean ya sampai tidur di kamar mandi segala '' ucap Putri.


'' iya, ibu lelah sekali Put '' Ani berkata.


'' tapi makan dulu bersama kami Bu nanti baru ibu tidur untuk beristirahat, biar nanti Putri dan kak yang akan memberikan meja makan !'' ucap Putri.


Mereka makan bersama dalam keadaan diam tidak ada yang bicara. ke dua anak Ani memahami beban yang harus dipikul oleh sang ibu dan lagi Ani juga tidak memperbolehkan di meja makan bicara.


Selesai makan Ani pergi ke kamar untuk beristirahat dan kedua anaknya membereskan meja makan, Putri mencuci piring sedangkan Padli membersihkan meja makan.


Padli berkata '' dik kita jangan bertanya tentang kejadian yang terjadi di rumah paman Gito, kasihan ibu bila harus menggingat kejadian itu kembali ''.


'' memang apa yang terjadi disana kak, Putri belum begitu mengerti !''

__ADS_1


'' begini dik yang jelas paman Gito tidak bisa jadi ayah kita !'' berkata Padli.


'' mengapa begitu, kan paman janji akan jadi ayah kita kak '' ucap Putri.


'' iya, tetapi kemarin paman telah menikah dengan perempuan lain '' ucap Padli.


'' paman jahat mengapa dia menikah dengan orang lain bukan ibu, Putri benci paman Gito '' ucap Putri.


Padli berusaha menenangkan Putri yang mengetahui kejadian yang telah terjadi dan kini Putri membenci Gito yang telah menyakiti hati Putri juga Ani sang ibu Putri.


Putri masih kesal dengan kenyataan bahwa dia mengetahui bahwa sang ibu kecewa dengan perbuatan Gito.


Padli dan Putri setelah selesai dengan pekerjaannya masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat juga, mereka juga lelah perlu istirahat.


Malam berganti dengan pagi yang begitu cerah. Seisi rumah telah terbangun dengan keadaan jauh lebih segar. Ani melakukan aktivitas seperti biasa dan ke dua anaknya bersiap untuk pergi ke sekolah.


Ani berkata '' kakak dan adik nanti ibu tidak mengantar ke sekolah ya !''


'' tidak apa Bu, kami sudah besar '' ucap Padli


Selesai sarapan pagi ibu dan anak keluar dari rumah bersamaan dan berpisah menuju ke tempat tujuan mereka masing-masing.

__ADS_1


Ani menuju ke tempat kantor untuk bekerja sedangkan Padli mengantar Putri terlebih dahulu baru dia ketempat sekolahnya.


Padli semakin besar dan mengerti akan tanggung jawab sebagai seorang anak laki-laki yang harus melindungi Putri sang adik serta berusaha untuk bisa juga melindungi sang ibu.


__ADS_2