iklas menjalani

iklas menjalani
20


__ADS_3

Sudah satu tahun usia pernikahan Ani dan Bahri namun belum juga di karuniai anak.


Ani sendiri sudah wisuda dan mendapat kan gelar sarjana ekonomi.


Ani ingin mengunakan ijazah sarjana nya untuk bekerja tetapi ke dua mertuanya melarang sebab Ani belum juga miliki keturunan.


Di minta mertua untuk fokus memiliki keturunan dulu.


Ani tidak bisa membantah keinginan mertua nya. Sedangkan Bahri tidak terlalu perduli dengan ada atau tidak adanya keturunan.


Berbagai cara di usahakan oleh mertua Ani pada akhirnya membuahkan hasil dua bulan yang lalu berkonsultasi dengan dokter kandungan.


Kini Ani hamil di sambut dengan suka cita oleh seluruh keluarga Bahri.


Beda dengan calon bapak bayi yang di kandung oleh Ani tampak biasa saja bahkan seperti tidak perduli dengan kehamilan Ani.

__ADS_1


Hari demi hari dan bulan berganti bulan suami Ani tetap tidak perduli.


Bahkan Ani akan melahirkan Bahri tetap bekerja, dengan alasan bahwa Bahri seorang karyawan biasa tidak boleh suka-suka mau libur kerja.


Waktu melahirkan kedua mertua Ani mengantar persalinan yang tersedia di desa tersebut.


Akhirnya lahir seorang anak laki-laki buah kasih Ani dan Bahri.


Ke dua orang tua Bahri terlihat bahagia cucu yang selama ini di nantikan telah hadir, suka cita keluarga besar kepala desa menyambut cucu pertama laki-laki lagi sebagai penerus.


Ani berpikir harus bagaimana bersikap maka Ani mencoba bertanya


" Abang apakah kamu tidak senang punya anak dari ku " kata Ani


"apa benar itu anak saya " jawab Bahri

__ADS_1


Bisa-bisa nya Bahri berpikir seperti itu padahal setelah menikah Ani tinggal di desa bersama Bahri dan mertuanya dan juga usia pernikahan sudah lebih dari satu tahun baru memiliki keturunan.


Ani yang mendengar perkataan Bahri merasa terhina dan terpukul. Ani coba untuk bersabar untuk menghadapi Bahri dikarenakan mertua dan keluarga Bahri baik sekali terhadap Ani.


Padli kini berusia hampir satu tahun, Ani mulai jenuh dengan sikap Bahri maka Ani coba untuk beberapa hari tinggal bersama orang tua nya di kota dengan alasan sudah kangen sama ayah dan ibu.


Dengan susah payah Ani memberikan penjelasan kepada ke dua mertuanya dan pada akhirnya di perbolehkan hanya satu Minggu aja.


Kepergian Ani dan Padli tanpa di antar oleh Bahri dan alasan nya sama tidak bisa meninggalkan pekerjaan.


Setiba di rumah orang tua Ani di sambut dengan ibu dan ayah yang begitu kangen dengan anak dan cucu yang menggemaskan.


Padli seorang anak yang memiliki tubuh gemuk dan mengemaskan bagi orang yang melihat, Padli sudah memiliki empat buah gigi susu namun dia belum bisa berjalan, berbicara pun masih kurang jelas, ada kata-kata yang Pasih di ucapkan seperti mamam, minum dan memanggil Bu pada Ani .


Usia Padli ini adalah usia emas dan membuat Ani selalu terhibur di kala letih mengurus Padli.

__ADS_1


Bahri tidak perduli dengan Padli apa lagi bila di rumah mertuanya tidak ada orang hanya bertiga Bahri tidak akan membantu Ani walaupun Padli lagi menangis akan di biarkan saja, tidak mau untuk menolong. Hati Ani sungguh sakit melihat perlakuan Bahri terhadap anaknya Padli.


__ADS_2