
Ani tidak terima Bahri dan Sonia serta anak nya tinggal di rumah Ani .
Dia tidak ingin ke dua anaknya mengetahui bahwa sang ayah menikah lagi dan memiliki anak lagi.
Bahri memaksa Ani untuk menerima mereka, dia tidak mengindahkan perkataan Ani tentang anak-anak nya yang akan bertanya siapa Sonia dan bayi nya.
Ani belum mendapatkan alasan apa yang harus di katakan kepada ke dua anaknya nanti bila bertanya .
Dengan perasaan berat hati Ani tidak bisa melawan Bahri yang sebagai suaminya, akhirnya memperbolehkan Sonia dsn bayinya untuk tinggal satu atap.
Begitu juga Sonia tidak bisa bicara apapun karena keadaan dia memang perlu bantuan untuk mengasuh sang anak.
Dan Sonia selama ini harus mengikuti keinginan Bahri.
Ani berpikir dasar laki-laki yang hiperseks tidak bisa puasa se haripun.
Ani tersadar selama Sonia belum sembuh dan masa nifasnya belum selesai di pastikan Bahri akan memerlukan penyaluran kebutuhan biologis nya.
Siapa lagi kalau bukan Ani yang jadi pemuas kebutuhan Bahri.
Sebagai seorang istri Ani harus memenuhi kewajibannya, suka tidak suka Ani harus melakukan nya.
Di pagi hari Padli dan Putri telah siap di meja makan untuk sarapan pagi.
Padli berkata " ibu,, kok masaknya banyak sekali "
__ADS_1
" iya, di rumah kita ada tamu nak " ucap Ani.
Padli dan Putri berangkat ke sekolah di antar Ani.
Bahri masih menjaga Sonia dan bayinya.
Ke dua anak Ani tidak melihat keberadaan Sonia dan bayinya.
Ani sengaja mengalihkan perhatian ke dua anaknya agar tidak terlalu mau tahu tentang Sonia dan bayinya yang di katakan sebagai tamu.
Pergi ke sekolah ke dua anak Ani sukses namun nanti pulang sekolah apa Ani bisa menghalangi bertemunya Padli dan Putri dengan Sonia juga bayinya.
Hal ini mengganggu pemikiran Ani di kantor, sehingga dia tidak konsentrasi dengan pekerjaan nya.
Untungnya pekerjaan Ani tidak terlalu banyak dan rumit.
" sampai kapan saya bisa menutupi nya toh suatu saat pasti terbongkar juga, ibarat pepatah menyimpan bangkai pasti lama-lama tercium juga "
Pulang dari kantor Ani melihat ke dua buah hatinya sedang bermain di teras rumah.
Mereka melihat Ani pulang berhamburan memeluk Ani.
Ibu sudah pulang' perkataan ke dua anak Ani.
Ani membalas pelukan ke dua anaknya dengan hangat.
__ADS_1
Ani berkata " anak ibu apa sudah mandi semua ini '
'' sudah jawab mereka serempak ''
" baik kalau begitu biar ibu mandi dulu biar bersih dan segar ya sayang " ucap Ani ke pada Padli dan Putri.
Ani masuk ke dalam rumah, tiba di ruangan tamu.
berkata Bahri
'' Ani tolong kamu mandikan bayi Sonia !' saya tidak bisa mandikan nya''.
Ani sebenarnya lelah pulang dari kantor. Namun dia tidak ingin berdebat dengan Bahri karena anak-anak ada diluar bila mereka mendengar nanti banyak pertanyaan yang akan di tanyakan oleh ke dua anak Ani.
Hal ini lebih sulit lagi apa yang harus di jawab.
Dengan perasaan kurang senang Ani pergi untuk memandikan bayi Sonia.
Ani tidak ingin berlama-lama menyelesaikan memandikan bayi Sonia.
Setelah itu Ani membersihkan diri, dia ingin cepat-cepat menemui Padli dan Putri di teras rumah dan sekaligus untuk berbicara tentang apa yang dilakukan seharian oleh Padli dan Putri di sekolah.
Ani mendekati ke dua anaknya.
''Sayang ibu, tadi di sekolah Padli dan Putri apa ada pekerjaan rumah ?" ucap Ani
__ADS_1
Kedua anak Ani menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
Mereka ibu dan anak melakukan kegiatan sore hari dengan bermain dan bergurau hingga menjelang matahari terbenam.