iklas menjalani

iklas menjalani
90


__ADS_3

Hampir setiap hari Gito menyempatkan diri untuk mengantar dan menjemput Ani dan anak-anak.


Padli dan Putri tidak bahagia dengan perhatian Gito kepada mereka.


Telah berjalan satu minggu kegiatan ini berlangsung dan dihari libur ini Gito datang kerumah Ani.


tok ...


tok...


tok...


bunyi pintu diketuk oleh Gito.


Dia datang ke rumah Ani memang tidak memberi kabar, ingin membuat kejutan kepada Ani dan anak-anak.


Pintu di buka oleh Putri


'' oh paman silahkan masuk '' ucap Putri.


'' terima kasih, ibu ada Putri !'' Gito berkata.


'' ada paman lagi di dapur '' ucap Putri.

__ADS_1


Gito lalu duduk di ruang tamu dan meminta Padli dan Putri berkumpul. Setelah mereka datang


Gito berkata '' anak-anak bila paman jadi ayah kalian setuju ga !''.


'' kan paman sudah kami anggap ayah itu yang dibilang ibu '' ucap Putri.


'' bukan itu Putri maksud paman sebagai suami untuk ibu kalian, boleh ! '' berkata Gito.


Putri dan Padli saling memandang, namun dari perkataan Gito dahulu Padli sudah mengerti maksud Gito.


Padli melihat Putri apa jawabannya. Putri menganggukkan kepala kepada Padli sang kakak.


Padli mengerti bahwa Putri tidak keberatan akan hal itu.


'' terima kasih atas dukungannya anak-anak, paman akan menjaga kalian bertiga dengan segenap jiwa raga '' berkata Gito.


Setelah selesai bicara dengan anak-anak Gito pergi ke dapur.


'' selamat siang calon istriku '' ucap Gito.


Ani terkejut dengan ucapan Gito di siang bolong. Ani telah siapkan makanan siang lagi mencuci perkakas dapur yang telah dipakai untuk memasak Ani. Saat hampir selesai mengerjakannya terkejut dengan perkataan Gito.


'' eee mas, jangan gombal mas '' ucap Gito.

__ADS_1


'' siapa yang gombal anak-anak telah bersedia bila saya jadi ayahnya, tinggal kamu aja yang harus menjawab bersedia. Bila saat ini juga kamu bersedia maka kita akan ketempat orang tua kamu untuk minta restu !'' ucap Gito.


Gito bicara sambil berjongkok dan di tangannya ada kotak yang berisi sebuah cincin. Gito langsung menembak Ani tanpa basa-basi karena untuk apa menundanya sebab ini kesempatan yang terbaik sebelum orang lain yang terlebih dahulu mendapatkan Ani. Apalagi Gito telah menyukai Ani sejak duduk di bangku kuliah jadi tidak ingin gagal untuk yang kedua kalinya.


Ani tertegun melihat Gito bisa melakukan hal itu.


Selagi Ani tertegun Padli dan Putri bertepuk tangan sambil meneriakan kalimat


'' terima..... terima....terima !


Ani menatap kedua anaknya dan melihat antusias dukungan dari kedua anaknya membuat Ani tidak ingin mematahkan semangat kebahagian yang terpancar dari wajah Padli dan Putri.


Ani menarik nafas dalam-dalam dan berkata '' apa mas tidak kecewa dengan saya yang janda memiliki dua orang anak !''


Gito berkata '' Ani, mas tidak perduli akan hal itu dari dahulu mas sudah suka sama kamu, apalagi sekarang kamu memiliki anak-anak yang pintar mas ingin melindungi kalian bertiga ''.


Niat baik Gito diutarakannya agar Ani tidak lagi melindungi bahwa dia seorang janda beranak dua.


Maka dengan perlahan Ani mengambil cincin yang ada dihadapannya.


'' saya terima ini mas !'' ucap Ani.


Gito tersenyum bahagia dengan keputusan dari Ani dan kedua anak Ani bertepuk tangan memberikan dukungan atas keputusan Ani.

__ADS_1


Maka keluarga ini terpancar kebahagiaan dan mereka bersama-sama menyiapkan hidangan makan siang dengan semangat membantu Ani lalu menyantapnya bersama layaknya sebagai sebuah keluarga yang utuh ada ayah, ibu dan kedua anaknya.


__ADS_2