iklas menjalani

iklas menjalani
45


__ADS_3

Hari kesepakatan untuk pernikahan Bahri dan Sonia tiba dan pernikahan yang akan di laksanakan di rumah kontrakan Sonia.


Ani datang bersama Bahri sedangkan anak-anaknya di titipkan ke orang tua Ani dengan alasan mereka ingin menghabiskan waktu berdua saja.


Akhirnya ucap kabul telah selesai dan kini Ani pulang sendiri ke tempat orang tuanya dan tidak pulang ke rumah. Ani malam ini sengaja tidur di rumah orang tua karena tak ingin membayangkan malam pertama sang suami dengan wanita lain. Dan Ani menyadari bahwa suaminya akan mendapatkan apa yang tidak bisa Ani berikan yaitu malam pertama membelah duren yang sungguh pasti di nantikan oleh sang suami dan menikmatinya.


Sampai di rumah orang tua Ani terpaksa Ani berbohong ke pada orang tua nya bahwa Bahri tadi bertemu dengan teman nya dan mengajak untuk menghadiri suatu acara lepas lajang bagi seorang pria yang mau menikah berkumpul dengan sesama pria untuk terakhir kalinya sebelum berumah tangga.


Untung nya orang tua Ani mengetahui akan hal yang di ceritakan Ani dan percaya dengan kebohongan yang di buat Ani.


*****


Sudah satu minggu Bahri tidak pulang ke rumah, anak-anaknya mempertanyakan ke mana sang ayah.


Ani menjawab pertanyaan anak-anak bahwa sang ayah pulang ke desa ada keperluan penting.


Ani melihat anak-anaknya kasihan terlihat mereka merindukan ayahnya.


Pulang kerja sore hari ini Ani berencana ke rumah Sonia untuk meminta Bahri mengunjungi anaknya yang merasa rindu.


Waktu pulang tiba Ani tergesa-gesa untuk ke rumah Sonia, tetapi Ani harus menelan ludahnya karena rumah Sonia kosong dan tetangga nya bilang baru saja mereka suami istri keluar rumah.


Dengan hati sedih Ani pulang ke rumah nya dan melihat di rumah ke dua anaknya hatinya bertambah perih.

__ADS_1


Hati kecil Ani berbicara " besok akan dia coba lagi ke rumah Sonia namun di ganti waktunya pagi hari sebelum berangkat kerja Ani ke sana.


Pagi hari Ani sudah mempersiapkan semua nya sehingga nanti bisa singgah ke tempat Sonia sebelum pergi kerja.


Setelah anaknya di antar ke sekolah Ani langsung menuju rumah Sonia.


Di depan pintu rumah Sonia, Ani mengetuk


tok..


tok...


tok..


tok...


tok...


tok...


belum juga ada jawaban


Ani tidak putus asa karena menurut pemikiran Ani ini masih pagi mereka pasti belum pergi kemana mana dan Ani mengetuk pintu kembali

__ADS_1


tok...


tok...


tok...


Ketukan yang terakhir terbuka pintu dan di sana Ani melihat Bahri yang membuka pintu ini kebetulan jadi Ani tidak usah mencari Bahri di dalam rumah


Ani berkata " kak ... tolong lihat anak-anak mereka rindu ke pada ayahnya "


Bahri menjawab " cuma anak saja yang rindu apa kamu tidak rindu sama saya !"


Ani tidak mau menjawab pertanyaan sang suami karena akan membuat lama pembicaraan ini yang pada intinya anak-anaknya menanyakan kemana ayahnya pergi.


Ani baru aja ingin berbalik badan dari dalam rumah ada suara yang memanggil nya


" mbak Ani masuk di dulu, lebih baik bicaranya di dalam kan tidak enak di lihat oleh tetangga " kata Sonia


Pada waktu Sonia ke luar dari kamar terlihat masih acak-acakan menandakan mereka baru melakukan senam pagi.


Bahri menarik Ani ke dalam dan berbisik pada Sonia, lalu Sonia menganggukkan kepala.


Bahri membisikkan ke Sonia bahwa dia akan memberikan nafkah batin sama Ani yang sudah satu minggu ini dia di rumah Sonia.

__ADS_1


Dalam hal ini Sonia mengerti maka dia keluar dari kamar dan menutup pintu depan lalu pergi ke dapur untuk membuat sarapan pagi sambil menunggu sang suami melakukan senam pagi dengan istri pertama.


__ADS_2